
Hari-hari terus berlalu sejak pertemuan terakhir mereka dengan Novi saat bertemu dengan Bu Romlah dan putri, seminggu sekali Mayang dan hafiz sering berkunjung untuk bertemu dengan Bu Romlah, dan putri untuk memberikan semangat kepada mereka.
Tanpa terasa kondisi kehamilan Mayang sudah hampir mendekati HPL, Melvin yang pertama kali mengalami nya sangat protektif terhadap kesehatan istrinya begitu pula seluruh keluarga mereka. Sedangkan Mayang bersikap tenang, ada perasaan haru didalam hatinya, karena untuk pertama kali dalam hidup Mayang dia mendapatkan banyak kasih sayang dari seluruh keluarganya termasuk suami tercintanya.
Sesuai dengan keinginan Melvin, setelah hafiz kenaikan kelas, Melvin memboyong istri dan anak nya untuk tinggal bersama dirumah mami nya. Melvin sudah merenovasi seluruh rumah mami nya sesuai dengan rencana awal mereka. Melvin menyiapkan kamar untuk anak kedua mereka yang menurut dokter kemungkinan besar mereka akan mendapatkan anak kembar. Hanya saja mereka ingin merahasiakan jenis kelaminnya.
"Bang..." Ucap Mayang sambil membangunkan Melvin saat dirinya mulai merasakan mules diperutnya.
"Hmmmmm." Gumam melvin yang setengah tersadar.
"Bangun bang, perut Mayang mules." Ucap Mayang yang terus menggoyangkan tubuh suaminya.
"Hmmm.... Kalau mules ya ke kamar mandi dek." Gumam melvin sambil memeluk guling miliknya.
"Bukan mau itu bang...... Auw...sssshh..." Ucap Mayang sambil menahan sakit.
"Eeeeehhh... Kenapa dek... Kenapa..." Tanya Melvin yang akhirnya terbangun karena mendengar suara kesakitan dari istrinya ditambah lagi cubitan spontan dari Mayang.
"Shhh... Aauw... Sakit bang..." Lirih Mayang.
"Dimana sakitnya?? Bilang sama Abang.. dimana sakitnya?" Panik Melvin.
"Perut Mayang bang..." Ucap Mayang menahan sakit.
"Loh dek, kok basah?? Kamu ngompol ya??" Tanya Melvin tiba-tiba.
Plaaaaaak...
"Auwwww.. kok di keplak dek?" Ujar Melvin.
"Kerumah sakit bang sekarang. Bangunin mami dan bibi. Cepetan." Ucap Mayang
"Ehhhh..."
"Cepetan bang enggak usah pakai eeeh segala."perintah Mayang ke suaminya.
"Iya."
Dengan Lingkungannya Melvin keluar dari kamar milik mereka dan berlari menuju kamar mami nya.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Mam... Mam... Bangun mam... Mayang mau ke rumah sakit mam." Ucap Melvin dari depan pintu kamar milik mami nya.
Clek.
"Mayang kenapa Vin?" Tanya mami yang kebetulan belum tertidur.
"Mayang suruh Melvin bangunin mami dan bibi. Mayang kata nya mau ke rumah sakit." Ucap Melvin.
"Ya udah sana kamu bangunin bibi biar mami ke kamar kalian lihat Mayang. Sekalian kamu suruh supir buat menyiapkan mobil." Ucap mami yang mulai paham.
Melvin bergegas turun ke bawah menuju kamar salah satu asisten rumah tangga miliknya. Dan meminta salah satu supir untuk menyiapkan mobil miliknya. Melvin bergegas kembali menuju ke lantai atas, dilihatnya mami dan bibi sedang menuntun Mayang berjalan hendak turun melalui tangga. Melvin langsung menggendong Mayang dengan bridal style menurunin tangga. Dan berjalan menuju mobil dimana supir sudah siap membukakan pintu untuk Mayang dan Melvin.
Melvin menduduki Mayang di kursi belakang, bibi meletakkan beberapa tas yang sudah disiapkan Mayang sebelumnya. Mami ikut serta masuk kedalam mobil. "Pak... Bapak mau pergi dengan pakaian itu pak?" Tanya bibi yang melihat Melvin hanya menggunakan celana pendek miliknya tanpa sehelai benang di badannya.
Melvin yang sudah duduk di bangku langsung memegang badan nya yang tidak mengunakan baju hanya celana pendek miliknya. Langsung bergegas berlari menuju kamarnya dan mengambil kaos serta celana miliknya tak lupa pula dompet serta sendal yang dia temukan.
Mami, bibi dan supir tertawa melihat Melvin berlari dari dalam mobil menuju rumah, sedangkan Mayang tersenyum sambil menahan rasa sakit. Tak lama Melvin keluar dari rumah dan duduk disamping Mayang.
"Jalan pak." Perintah Melvin.
"Siap tuan." Ujar nya.
Supir mulai melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Selama diperjalanan Melvin menjadi samsak buat Mayang. "Sakit bang" ucap Mayang menahan sakit sambil menjambak rambut suaminya.
"Iya dek sabar. Sebentar lagi sampai." Sahut Melvin.
"Iya dek sabar ya."
"Sssshhh.... Dari tadi sabar... Sabar terus nih... Awwwh." Ucap Mayang
"Lalu Abang musti gimana dek? Apa Abang musti keluarin pintu ajaib biar kita sampai." Ujar Melvin.
"Yaudah Abang keluarin pintu ajaibnya biar kita cepet sampai." Ucap Mayang kesal sambil menahan sakit diperutnya.
"Issssh... Emang nya Abang Doraemon apa." Jawab Melvin kesel menahan sakit di kepalanya akibat jambakan dari Mayang.
"Lah tadi katanya mau keluarin pintu ajaib gimana sih.... Aaauwh." Ujar Mayang kesel.
"Pak min, terobos aja lampu merahnya. biar cepet sampai." Ucap Melvin
Plaaaaaak...
"Enak saja kalau ngomong, Mayang masih mau hidup." Emosi Mayang dengan ucapan suaminya.
"Auuuwh sakit dek, siapa juga yang mau mati."jawab Melvin.
__ADS_1
"Sudah... Sudah... Sebentar lagi sampai." Lerai mami ke anak dan menantunya.
Tak beberapa lama mobil yang mereka tumpangi sampai ke depan UGD. Bergegas Melvin turun dan meminta tolong kepada pihak rumah sakit untuk membantu nya mengangkat Mayang dan meletakkan di brankar pasien. Dan langsung mendorong nya menuju ruang tunggu persalinan. Sedangkan Mami dan bibi berjalan menuju ke tempat administrasi untuk mendaftarkan Mayang.
Selang beberapa lama dokter kandungan datang memeriksa kondisi Mayang, seharusnya masih beberapa hari lagi Mayang akan melahirkan. Tapi calon kedua anak mereka sudah tidak mau berlama-lama berada di dalam perut sang bunda. Sehingga mereka memutuskan untuk segera keluar.
Howeeeek....
Howeeekkk....
"Alhamdulillah udah lahir nyonya." Ucap bibi bahagia
"Iya bi, Alhamdulillah cucu saya lahir." Ucap mami terharu
Terdengar suara tangisan bayi dari kamar bersalin tempat Mayang. Selang lima menit kemudian terdengar kembali suara tangisan bayi yang kedua.
Howeeekkk...
Oweeeeek...
"Lah nyah... Kok bunyi lagi suara bayi nya?? Apa kembar ya nyah." Tanya bibi heran mendengar tangisan bayi yang terdengar dari ruang bersalin milik Mayang.
"Lah iya bi, kok bunyi suara tangisan bayi. Apa mungkin bayinya kembar?" Tanya mami yang tidak mengetahui kalau Mayang akan melahirkan anak kembar.
Mami dan bibi yang menunggu di depan ruang bersalin berucap syukur kepada Allah SWT. "Alhamdulillah." Ucap Mereka bersamaan.
Melvin keluar dari ruangan bersalin dengan raut wajah gembira. Mami yang melihat putra nya langsung memeluk dan mencium kedua pipi putranya. "Selama ya sayang kamu sudah menjadi ayah." Ucap mami bahagia.
"Selamat tuan atas kelahiran bayinya. Dua lagi." Ucap bibi bahagia
"Terima kasih mami, bibi. Alhamdulillah Mayang sudah melahirkan dua bayi." Ucap Melvin bahagia.
"Bayi kamu kembar dek?" Tanya mami kepada Melvin.
"Hehehehe... Iya mam, bayi nya kembar laki-laki dan perempuan." Jawab Melvin yang sengaja merahasiakan kehamilan Mayang.
Plaaaaaak
"Auwh mam sakit." Ujar Melvin yang kesakitan karena pukulan dari mami nya.
"Kamu ini kebiasaan ya. Enggak bilang kalau anak kalian kembar." Kesal mami.
"Hehehehe.. oh ya mam, Melvin mau hubungi kakek dan nenek dulu. Sekalian hubungi orang rumah kasih tahu hafiz kalau bundanya udah melahirkan adik-adiknya hafiz." Ucap Melvin.
"Ya sudah kamu hubungi mereka sana jangan lupa bilang sama keluarga yang di jerman. Biar mereka tahu kabar kelahiran bayinya Mayang." Ujar mami.
__ADS_1
"Siap mam."