Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 71


__ADS_3

Sesampainya dirumah, malvin mencari istrinya Mayang. "Bi, Mayang dimana tanya Melvin?" Saat bibi membuka kan pintu.


"Nih anak bukannya assalamu'alaikum dulu malah langsung nanya istrinya." Sahut bibi Jasmine.


"Assalamu'alaikum bi, Mayang dimana bi?" Jawab melvin sambil cengengesan dan menggaruk kepala.


"Wa'alaikum salam. Mayang kayak nya dikamar deh, dari tadi Mayang nungguin kamu. Bolak-balik atas bawah." Jawab bibi Jasmine.


"Kalau begitu Melvin ke atas dulu bi." Ujar Melvin saat mendapatkan jawaban dari bibi Jasmine.


"Iya vin, Uwak mu udah belikan test kehamilan kan Vin?" Tanya bibi Rosa sebelum Melvin menghilang dari pandangannya.


"Udah bi, ini di kantong plastik." Sahut melvin sambil menunjukkan barang bawaannya.


Bibi Jasmine hanya tersenyum, dan membiarkan Melvin melenggang kan kaki nya menuju kamar dimana istrinya berada.


Tok.


Tok.


Clek.


"Dek, udah tidur belum?"tanya Melvin sambil mengintip dari balik pintu.


"Belum, Abang baru pulang? Kok lama banget sih?" Tanya Mayang kesal.


" Ya maaf, tadi Abang muter-muter dulu cari gado-gadonya. Ini pesanan kamu udah Abang belikan semua." Jawab melvin sambil menunjukkan barang belanjaannya.


Mayang yang melihat bungkusan di tangan Melvin langsung bangkit dari kuburnya eh salah dari tempat tidurnya menuju ke arah suaminya. Mayang langsung mengambil bungkus plastik dan mencium pipi Melvin dengan riang. Melvin yang mendapatkan ciuman dari istrinya hanya bisa mematung melihat Mayang sudah bergegas turun ke bawah menuju dapur.


"Loh Vin kamu ngapain di depan pintu Mayang ada kan di dalam?"tanya bibi Jasmine yang baru keluar dari kamar sambil membawa teko kosong yang mau ia isikan air minum.


"Eh.. ah.. eh... Enggak apa-apa bi, bibi mau isi air di bawah ya?" Tanya Melvin yang baru sadar dari bengong nya.


"Eh.. ah.. eh.. aja kamu. Ngapain kamu di depan pintu Mayang ada kan?" Tanya bibi yang mengulangi pertanyaannya.

__ADS_1


"Ada bi, baru saja meluncurkan kebawah." Jawab melvin asal.


" Memangnya istrimu pesawat apa meluncur. Ada-ada saja kamu Vin." Ucap bibi sambil geleng-geleng kepala dan berjalan melanjutkan tujuannya.


Melihat bibi nya pergi Melvin langsung mengikutinya dari belakang. Sesampainya di dapur pemandangan aneh bin ajaib terlihat di pandang nya, Mayang sedang melahap semua makanan seperti orang yang kelaparan yang tidak makan berminggu-minggu.


Bibi yang melihat Mayang hanya bisa bengong melihat keponakannya yang ajaib. "May, kamu laper apa laper?" Tanya bibi


"May,laupher bi."jawab Mayang sambil mengunyah makanannya dan melanjutkan makan seperti tidak terganggu dengan kehadiran bibi dan Melvin.


Melvin berjalan kearah rak piring dan mengambilkan gelas untuk di isinya dengan air putih. Melvin tidak mau istrinya keselek karena makan dengan lahap. Melvin meletakkan gelas yang berisikan air putih di depan Mayang dan mundur menjauhi Mayang, agar Mayang tidak mencium bau badannya sehingga Mayang menghentikan makanannya.


"Makasih bang." Ucap Mayang sambil mengambil gelas yang telah diletakkan oleh suaminya dan meminumnya.


"Alhamdulillah kenyang." Ujarnya lagi.


"Kamu habisin semuanya dek?" Tanya melvin bingung melihat semuanya telah ludes tak bersisa.


"Iya lah Ade habiskan. Kenapa memangnya Abang enggak ikhlas ya belikan adek makanan." Jawab Mayang sewot.


"Nah gitu dong. Masa sama istrinya saja pelit. Huuft." Ucap Mayang sambil meletakkan semua piring kotor ke dalam wastafel dan mengambil p*s*u.


Bibi Jasmine hanya bisa terkekeh geli melihat Melvin menciut di hadapan Mayang. 


"Itu mau ngapain dek bawa-bawa p*s*u?" Tanya melvin bingung.


"Mau bunuh orang. Abang mau ikut?"sahut Mayang kesal dengan pertanyaan Melvin.


"Loh mau bunuh siapa dek? Jangan dek. Enggak baik, dosa loh kalau bunuh orang."ucap Melvin menyeleneh.


Mayang tidak menggubris ucapan melvin, ia lalu membawa mangga yang telah dia cuci sebelumnya. Dan mulai mengupas kulit mangga lalu mengiris nya sambil memakannya langsung tanpa dia letakkan dulu di piring. Bibi Jasmine hanya bisa tertawa geli melihat tingkah Mayang, sedangkan Melvin memandang takjub dengan cara makan Mayang. "Apa bini gue enggak takut itu lidah terluka karena pisau?"batin melvin.


"Kenapa? Kok Abang lihatin adek segitunya?"tanya Mayang heran.


"Enggak apa-apa dek, kamu lanjutkan saja makan nya." Jawab melvin.

__ADS_1


"Udah ah bibi mau ke atas dulu, mau kamu jangan tidur malam banget. Istirahat." Pesan bibi sebelum berjalan keatas menuju kamarnya.


"Iya Bi." Jawab Mayang sambil melanjutkan makan mangga nya.


Mayang tidak memperdulikan Melvin yang sedang memandangi dia hanya fokus memakan mangga, tidak cuma satu tapi dua biji mangga muda yang telah ia makan. Selesai memakan mangga Mayang merapikan semua kulit mangga dan memasukkan nya ke dalam plastik kosong lalu membuangnya di tempat sampah yang terletak dipojokkan dapur.


"Bang, bobo yuk. Abang emangnya enggak mau bobo dikamar?" Ajak Mayang setelah mencuci bersih tangannya dan melapnya.


"Abang boleh tidur dikamar sama adek?" Tanya Melvin memastikan ajakan istrinya. Pasalnya tadi Mayang menyuruhnya tidur dikamar hafiz.


"Iya lah dikamar sama adek. Emang Abang mau tidur dikamar siapa? Perempuan lain? Awas saja kalau sampai adek lihat dan tahu Abang selingkuh. Adek bakalan sunat Abang sampai habis" jawab Mayang emosi.


"Enggak dek.. enggak.. Abang enggak selingkuh. Sumpah deh, suer Abang enggak berani selingkuh." Jawab melvin menciut mendengar jawaban Mayang.


"Awas saja kalau beneran, siap-siap burung Abang hilang Ade potong. Mau tidur enggak nih?" Tanya Mayang sambil melenggangkan kakinya menuju kamar.


"Iya yuk tidur." Jawab melvin senang.


Didalam kamar Mayang merebahkan tubuhnya diatas kasur, Mayang baru menyadari kalau di atas nakas ada bungkus plastik. Mayang turun dari tempat tidurnya dan memeriksa isi didalam bungkus plastik. Dia mengambil satu bungkus testpack dan memandangi nya bingung.


"Ini punya siapa bang?" Tanya Mayang saat melihat suaminya keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya.


" Punya Abang dek?" Jawab melvin asal karena Melvin tidak melihat apa yang Mayang tunjukkan kepadanya karena Melvin sibuk mengeringkan tubuhnya dengan handuk.


"Abang hamil?" Tanya Mayang


"Hah?" Jawab melvin heran. "Maksud kamu apa dek? Abang hamil? Memangnya Abang bisa hamil?"tanya Melvin polos karena sibuk mengenakan pakaian tidurnya.


"Lalu ini testpack buat apa bang? Kalau Abang enggak hamil?" Ucap Mayang lagi.


"Haaaah? Testpack buat kamu lah?" Jawab melvin setelah ia selesai mengenakan pakaian dan melihat testpeck di tangan istrinya.


"Buat adek? Buat apa bang? Memangnya adek hamil?"tanya mayang heran.


"Ya mana Abang tahu, kamu besok pagi coba saja pakai itu? Siapa tahu kamu beneran hamil." Ujar Melvin sambil merebahkan tubuhnya. "Udah kamu tidur sini di samping Abang. Abang kangen seharian enggak meluk kamu." Ujar Melvin lagi sambil menepuk tempat tidur disebelahnya.

__ADS_1


Mayang yang mendengar ucapan suaminya langsung bersemu merah di pipinya. Ia meletakkan testpeck ketempatnya semula dan melangkahkan kakinya menuju tempat tidur dan merebahkan dirinya disamping Melvin. Melvin memeluk tubuh istrinya sambil menciumi bibir Mayang.


__ADS_2