Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 64


__ADS_3

POV Putri


Setelah mengetahui bahwa dirinya hamil, putri merasa bingung. Apa yang harus dia lakukan, kepada siapa dia harus meminta pertanggung jawaban. Sedangkan dirinya tidak mengetahui siapa yang telah membuat nya hamil. Selama ini putri selalu bermain dengan sangat aman, tapi entah kenapa sekarang dia harus mengalami apa yang selama ini dia takutkan.


Jika saja ibu dan mas nya tahu akan kondisi dirinya, kemungkinan besar dia akan di pukulin habis-habisan. Putri bingung dengan apa yang harus dia lakukan. 


Putri mencoba menghubungi semua Daddy sugar nya, tapi apa yang dia dapatkan semua nya menolak untuk bertanggungjawab dengan kehamilannya bahkan meragukan bahwa janin yang berada di dalam rahim nya bukan milik mereka. Bahkan mereka menuduh putri kalau putri berselingkuh di belakang mereka. 


Di tengah-tengah kepanikan nya putri tidak menyadari bahwa tingkah lakunya mengundang curiga istri masnya. "Kamu kenapa put? Mbak lihat kamu kayak orang yang lagi banyak masalah?" Tanya Novi


"Enggak apa-apa kok mbak." Kilah putri menutupi kegelisahan nya.


"Kamu jangan bohong sama mbak, kamu lagi ada masalah ya?" Desak Novi yang ingin tahu masalah putri.


"Enggak mbak, lagian kenapa sih mbak mau ikut campur urusan putri. Urus saja diri mbak sendiri dan keluarga mbak?" Bentak putri kesal.


"Dih nih anak di tanya baik-baik malah nyolot kalau ngomong." Kesel Novi dengan bentak putri.


Putri yang tidak ingin masalahnya di ketahui oleh Novi, memilih untuk pergi dari rumah. Di ambilnya kunci mobil miliknya dan membawanya ke salah satu apartemen milik sahabatnya, Cindy.


Sesampainya di apartemen Cindy, putri langsung bergegas menuju kamarnya. Tadi putri sudah menghubungi Cindy sebelum ia sampai ke apartemen Cindy. Putri mengetok pintu kamar apartemen Cindy.


Tok


Tok


Tok


Clek.


"Masuk put." Ajak Cindy menyuruh putri masuk ke dalam kamarnya.


Putri melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar Cindy. Dan duduk di salah satu sofa, Cindy menyiapkan minuman untuk mereka.

__ADS_1


"Kenapa Lo put? Lagi ada masalah?" Tanya Cindy sambil meletakkan minuman dingin di atas meja.


"Gue bingung cin, gue udah enggak tahu lagi musti bagaimana. Otak gue buntu mikirin nya." Keluh putri 


"Iya kenapa? Lo ada masalah sama keluarga atau sama Daddy sugar Lo?" Tanya Cindy bingung karena putri tidak menceritakan apa masalahnya.


"Gue hamil cin." Ungkap putri sambil mengeluarkan air matanya.


"Haah.. serius Lo? Kok bisa? Siapa yang hamilin Lo? Keluarga Lo tahu enggak dengan kehamilan Lo itu?" Tanya Cindy tanpa jeda menanyakan kehamilan putri.


"Gue serius cin, keluarga gue enggak ada yang tahu kalau gue hamil. Bisa mati di pukulin gue sama mas Adam kalau sampai dia tahu. Gue enggak tahu siapa yang buat gue hamil cin." Ujar putri sambil terisak-isak.


*Sumpah gila Lo.. lagian kenapa juga sih Lo Ampe bego begitu! Lalu sekarang mau Lo gimana? Lo mau ngerawat anak itu atau mau elo gugurin." Tanya Cindy emosi dengan kebodohan putri.


"Gue juga bingung cin, kalau gue pertahankan bisa-bisa hidup gue hancur. Kalau gue gugurin gue juga enggak tahu dimana tempatnya." Jawab putri bingung.


"Arrrgh enggak tahu deh gue. Lagian kok bisa sih Lo sampai kebobolan begitu? Bukannya sudah gue bilang sama elo kalau main itu harus aman, kalau udah begini pusing sendiri kan loh." Kesel Cindy.


"Lalu gue harus bagaimana Cindy, sumpah gue enggak tahu lagi harus gimana sama kehamilan gue. Gue bener-bener enggak mau sama ini anak." Ungkap putri sambil menangis.


"Jadi sekarang pilihan elo apa put? Mau elo gugurin itu anak?" Tanya Cindy 


"Elo tahu caranya cin?" Tanya putri balik


"Ya elo harus minum obat buat gugurin atau enggak elo harus kedokter tapi jangan yang legal. Lo cari yang ilegal." Saran Cindy


"Lo mau kan bantuin gue cin?" Tanya putri.


"Iya pasti gue bantuin, tapi ingat kalau elo main harus pakai cara aman." Ujarnya.


"Iya cin, thanks yah udah mau bantuin gue." Jawab putri lega.


"Ya udah sekarang Lo cuci muka Lo dulu sana lalu kita dandan cantik biar bisa have fun kita." Ajak Cindy

__ADS_1


"Ok. Tapi gue pake baju Lo ya? Gue lupa bawa baju?" Tanya putri


"Sip, elo tenang aja." Sahut Cindy 


Putri bergegas menuju kamar mandi Cindy dan membersihkan diri nya. Selesai mandi putri mengenakan pakaian dengan model tali dengan punggung terbuka dan juga sesuai dengan lengkuk tubuhnya. Tak lupa ia memoleskan makeup dengan gaya glamornya. 


Setelah Cindy dan putri selesai berpakaian dan berdandan, Cindy mengajak putri ke salah satu clubs malam yang cukup terkenal di ibu kota. Dengan kartu keanggotaan milik Cindy, putri bisa masuk ke dalam. Dendang alunan suara terdengar sangat kencang, banyak muda mudi yang berlenggak lenggok di lantai dansa. Bahkan ada beberapa laki-laki dan perempuan yang sedang menikmati indahnya minuman keras. 


Para kaum pria banyak yang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan wanita-wanita muda dan cantik. Para wanita itu menjual tubuhnya hanya untuk mendapatkan uang, mereka sudah tidak lagi mengingat dosa. Hanya kekayaan duniawi yang mereka kejar. Termasuk putri dan Cindy.


Cindy mengajak putri bertemu dengan salah satu langganan nya. Salah satu pemilik perusahaan besar yang berwarga negara asing. Cindy tidak pernah bermain dengan pria lokal, dia hanya bermain dengan pria asing. Berbeda dengan putri, putri selalu menerima siapa pun pria yang bisa memberikan nya harta dan uang. 


"Good night, honey" sapa Cindy sambil mencium bibir Daddy sugar Franky.


Franky yang menerima serangan dari Cindy langsung membalasnya dengan penuh gairah. Putri yang melihat Cindy hanya cuek, lalu dia memilih duduk di salah satu kursi kosong, di sampingnya ada laki-laki yang dia taksir usianya di atas masnya Adam. 


"Hallo cantik" sapa nya


"Hay om" jawab putri


"Kamu teman nya Cindy, ya? Namanya siapa sayang?" Tanya laki-laki tersebut.


"Iya om sama temennya Cindy. Nama saya putri om." Jawabnya.


"Owh namanya sangat cantik sesuai dengan orang nya. Perkenalan nama om Richard." Jawab om Richard sambil menyerahkan segelas minuman sama putri.


"Makasih om." Jawab putri sambil menerimanya 


Putri langsung meminumnya hingga habis. Sudah beberapa kali putri dan om Richard menegak minuman keras. Bahkan putri tidak menyadari bahwa dirinya telah mabuk. Om Richard yang melihat gelagat putri langsung meminta ijin sama Franky untuk membawanya pergi dari club, sedangkan Cindy, dia bernasib sama seperti putri dengan kondisi mabuk. 


Om Richard membawa putri ke salah satu kamar hotel mewah, melihat tubuh putri membuat dirinya ingin menerkam putri hidup-hidup. Ia melucuti semua pakaian putri hingga polos. Lalu mencumbu nya dengan ganas. Putri yang tak sadar dengan kondisi nya hanya bisa mendesah dengan aksi dari om Richard. 


Akibat desahannya om Richard semakin tak terkontrol menahan nafsu nya. Ia memakai putri dengan brutal nya. Hentakan demi hentakan dia berikan ketubuh putri. Hingga dia melepaskan lavar panas ke dalam tubuh putri lalu om Richard menghempaskan tubuhnya di samping putri.

__ADS_1


Om Richard yang hampir tertidur di kala ia mendengar suara rintihan dari sampingnya. Om Richard langsung terbangun dan melihat tubuh bagian bawah putri yang sudah mengeluarkan darah. Sontak om Richard langsung mengenakan pakaian nya dan mengenakan pakaian ke badan putri. Lalu membawanya menuju rumah sakit terdekat dengan hotel tempat dia tadi menginap.


__ADS_2