ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
Bab 10


__ADS_3

Lukit masih membersihkan kafe tempat nya bekerja itu. Sedangkan Mariana sudah mendengkur di atas tempat tidur kecil di ruangan yang sempit. Yang letaknya berada di dalam kafe malam itu, sebagai tempat beristirahat Lukit ketika kerja sampai pagi. Semalam Lukit tidak jadi membawa Mariana di penginapan sebelah kafe malam itu lantaran Lukit belum mengantongi uang. Bulan Ini Lukit belum gajian. Sedangkan Lukit berfikir bagaimana cara membayar penginapan itu jika wanita yang ia tolong nya tidak memiliki uang.


Setelah kerjaan nya beres, Lukit mulai bersiap untuk kembali pulang. Namun dirinya teringat jika masih ada Mariana di dalam kamar untuk beristirahat di kafe itu. Akhirnya Lukit mengurungkan niatnya untuk pulang ke rumah. Lukit kembali masuk dan tidur di ruangan kafe. Sementara Mariana masih mendengkur di dalam kamar.


@@@@@@@


Hingga pagi sudah kembali terang dan bahkan sinar matahari sudah mulai tinggi. Lukit juga belum bangun dari tidur nya. Lukit yang baru saja tidur sehabis subuh akhirnya ketika matahari sudah bersinar semakin terang belum juga terjaga dari tidur nya. Demikian hal nya dengan Mariana. Sampai akhirnya siang itu, teman kerja Lukit sudah tiba dan menggedor pintu kafe itu.


"Lukit! Lukit! Kamu masih di dalam?" teriak teman kerja Lukit yang berjenis kelamin wanita yang bernama Salsabila. Lukit seketika membuka matanya dan dengan langkah malas Lukit membuka pintu utama kafe itu.


"Kamu tidur di sini?" tanya Salsabila.

__ADS_1


"Iya, aku masih ngantuk!" sahut Lukit dan kembali menuju ke kursi sofa di ruangan kafe itu. Salsabila kini menuju kamar kecil di kafe itu untuk meletakkan tas dan barang nya. Namun matanya seketika melebar ketika melihat Mariana dengan pakaian terbuka meringkuk di atas tempat tidur kecil di ruangan itu.


"Rupanya ada tante-tante mabok di sini. Makanya Lukit tidak pulang pagi tadi," gumam Salsabila.


"Apakah terjadi sesuatu dengan tante ini dan Lukit?" pikir Salsabila.


"Tapi Lukit tidur di ruangan. Sedangkan tante ini di dalam kamar ini. Lagipula pakaian mereka masih lengkap walaupun pakaian tante itu sangat minum bahan," gumam Salsabila. Salsabila kini mendekati Lukit dan membangunkan Lukit.


"Aku harus pulang, Salsa! Pasti ibuku menunggu kedatangan aku," ucap Lukit.


"Ya sudah pulanglah! Kalau begitu bubur ayam ini bisa kamu bawa pulang! Oh iya Lukit! Bagaimana dengan tante-tante yang ada di kamar itu?" ucap Salsabila.

__ADS_1


"Oh iya! Tante itu semalam mabok berat dan teman-teman nya meninggalkan begitu saja di sini. Mungkin mereka semua pada ngamar sendiri-sendiri dengan pasangan nyam Jadi aku memutuskan untuk menolong tante itu. Daripada kena tangan-tangan jahil dari om-om yang mabok di kafe ini kemarin," cerita Lukit.


"Ih baik sekali sih kamu! Kirain kamu sudah terkena rayuan tante itu," sahut Salsabila sambil cekikikan.


"Gundul mu itu! Begini-begini aku itu masih perjaka dan suci," protes Lukit. Kembali Salsabila cekikikan.


"Ya sudah, kamu pulang lah! Aku akan menyapu, mengepel dan membersihkan ruangan ini," ujar Salsabila.


"Sudah aku sapu dan pel! Kamu duduk manis saja!" kata Lukit.


"Loh, benarkah? Kamu kok baik sekali sih? Padahal itu tugas aku hari ini," kata Salsabila.

__ADS_1


"Aku semalam tidak bisa tidur jadi aku putus kan bersih-bersih ruangan ini saja dulu. Akhirnya setelah itu, aku bisa tidur," cerita Lukit. Salsabila mengambilkan tupperware yang berisi bubur ayam itu untuk Lukit di bawa pulang ke rumah.


__ADS_2