
Mariana sudah menunggu di kafe. Saat ini dia sedang menunggu seseorang. Sudah hampir setengah jam, namun seseorang yang ditunggu nya belum juga tiba ke kafe itu. Ponselnya kini berdering dan Mariana segera menerima panggilan masuk nya itu.
📱📲 "Oh, iya masuk saja! Aku sudah menunggu d dalam," ucap Mariana lalu menutup panggilan telepon di ponselnya.
"Tante!" panggil seorang laki-laki muda lalu duduk di dekat Mariana. Mariana tersenyum lebar dengan kedatangan laki-laki muda itu.
"Halo Lukit! Bagaimana kabar kamu? Kamu sehat kan?" tanya Mariana basa-basi. Lukit tersenyum ramah dan sopan dengan Mariana.
"Sehat dan baik, tante!" sahut Lukit.
__ADS_1
"Oh, iya kamu mau pesan apa? Kamu bisa memanggil pelayan di sana itu," ujar Mariana. Segera pelayan itu menghampiri tempat duduk Mariana dan Lukit setelah Lukit melambaikan tangannya ke arah pelayan itu.
"Mau pesan apa, kak?" tanya pelayan itu dengan ramah. Lukit segera menyebutkan menu sesuai daftar menu di kafe itu.
"Ok, tunggu sebentar yah, kak! Pesanan kakak akan segera diantar," ucap pelayan itu sambil berlalu dari tempat duduk mereka.
"Lukit, aku ada sedikit kerjaan buat kamu! Sesuai pembicaraan kemarin itu, namun aku akan menjelaskan secara detail tugas apa yang akan kamu kerjakan. Ini kalau kamu mau yah. Aku tidak akan memaksa kamu jika kamu tidak mau melakukannya," kata Mariana. Lukit serius menyimak apa yang akan dijelaskan oleh Mariana.
"Pelan-pelan saja makannya! Tidak perlu terburu-buru, Lukit! Aku masih sabar kok," ucap Mariana kini mulai menunjukkan senyumnya. Lukit tersenyum lebar melihat Mariana mulai terlihat ramah.
__ADS_1
Setelah Lukit menyelesaikan makannya kini Mariana mulai berbicara dengan serius dengan Lukit.
"Jadi begini, Lukit! Aku ingin kamu melakukan sesuatu," ucap Mariana. Lukit menyimak semua yang dikatakan oleh Mariana. Mariana menjelaskan apa saja yang akan dilakukan Lukit untuk nya. Lukit manggut-manggut mengerti apa yang akan menjadi tugasnya.
"Aku akan memberikan imbalan yang besar kepada mu jika kamu bisa menjalankan misi ini dengan baik dan berhasil," ucap Mariana. Lukit tersenyum membayangkan dirinya akan mendapatkan pundi- pundi yang banyak dari wanita dewasa yang cantik ini.
"Suami tante itu benar-benar tidak bisa melihat kebaikan dan kecantikan tante. Padahal tante sudah cantik dan baik. Tapi suami tante masih saja kurang bersyukur dan mencari istri muda lagi," kata Lukit. Mariana tersenyum saja.
"Istri muda dari suami saya tentu saja lebih cantik dari aku. Lihat lah ini!" kata Mariana sambil menunjukkan foto Fika kepada Lukit. Lukit kembali melebar matanya melihat wajah istri kedua dari suami Mariana.
__ADS_1
"Lebih cantik dan muda dari aku, bukan? Nama nya Fika. Dia adalah cinta pertama suami aku. Aku dengan suami aku menikah karena perjodohan. Namun kami menikah sampai sekarang bisa menjalani dengan enjoy walaupun awalnya kita tidak saling mencintai. Akhirnya pernikahan kami dikaruniai tiga orang anak. Namun setelah suami aku bertemu dengan wanita itu, akhirnya cinta lama bersemi kembali. Bahkan keduanya akhirnya mendatangi aku untuk meminta ijinku untuk menikah dan berpoligami," cerita singkat Mariana. Lukit menyimak nya dengan serius.