
Fajar mulai mengintip di balik awan. Sinarnya masih malu-malu memancar jingganya. Sedangkan dingin masih memeluk pori-pori kulit bagi orang yang masih tertidur tersingkap selimutnya. Selimut hangat bagi sepasang kekasih maupun pasangan suami istri yang masih bercengkrama di atas peraduan. Seperti pasangan suami istri itu yang kini masih enggan bangkit dari atas tempat tidur. Masing saling mendekap untuk memberikan rasa nyaman dan hangat. Kedua pasang mata mereka masih tertutup lantaran lelah seharian penat.
pelan-pelan mulai membuka mata pelan sambil mengucek mata. Di tatapnya wajah tampan yang masih mendekapnya. Wajah itu walau pun masih dalam lelap tidurnya keliatan gagah nya. Sifat mengayomi nya masih terlihat jelas. Fika mengusap pipinya yang putih bersih. Mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya. Menghirup nafas hangat dengan aroma bau tembakau masih tercium di sana. Fika memberanikan dirinya mencium mata laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya. Lalu berpindah ke hidung lalu bibir nya. Kapan lagi, Fika bisa menciumnya dalam keadaan pasrah dan tanpa balas sambutan seperti itu. Kalau tidak, dirinya akan kena serangan yang lebih jika Fika memulainya duluan.
__ADS_1
Benar saja Fika telah membangunkan singa yang sudah tidur. Setelah Fika mencium bibir tebal nan seksi milik. Fiko tersebut. Fiko terbangun dan membuka matanya. Apa lagi Fika memainkan bibir Fiko sangat lama. Ini seperti memainkannya. Bagi Fika suka saja jika dirinya melakukan itu ketika Fiko pasrah dan keadaan tidak berdaya. Karena Fiko sudah terbangun, akhirnya Fika lah yang siap-siap akan mendapatkan serangan bertubi-tubi dari suaminya yang tidak lagi muda seperti saat sekolah dulu.
"Sayang! Kamu sudah bangun yah?" ucap Fiko dengan suara serak khas bangun tidur. Fika tersenyum lebar. Kedua pipi Fika dirangkum oleh Fiko hingga sangat dekat ke wajah Fiko. Tidak mau membuang-buang waktu kembali, Fiko seger meraup habis bibir kecil Fika. Bahkan mereka belum gosok gigi. Tentu saja ibu hamil muda itu ingin menolak nya. Dengan pelan Fika mendorong Fiko supaya menghentikan aksinya.
__ADS_1
"Mas, ayo kita mandi dan sholat subuh! Sebentar lagi azan subuh akan terdengar," ajak Fika. Fiko terlihat kecewa namun dipaksakan untuk menuruti nasihat istrinya.
Fajar semakin di penghujung. Sebentar lagi subuh akan hadir membangunkan alam. Namun kini pasangan suami istri itu sudah di bawah guyuran air shower. Keduanya melakukan penyatuan dalam irama pelan yang menggoncang dinding-dinding pembatas. Dalam setiap alunan suara merdu yang keluar dari mulut mereka semakin membangkitkan semangat untuk memacu rasa. Mereka saling mencintai dan mengasihi sejak lama. Mereka ingin memberi dan menerima dalam cinta kasih itu. Saling mengerti dan menepiskan ego masing-masing.
__ADS_1
"Fiko!" ucap pelan Fika ketika Fiko mulai menghujani serangan yang membuat Fika lunglai dalam gerakan indah Fiko.
Suara gemericik air shower semakin menambah irama di sana. Suara itu semakin keras ketika beradu diantara penyatuan. Itu benar-benar indah didengar. Apalagi suara manja Fika keluar dari mulutnya. Suara itu semakin keras dan meracau ketika tiba dititik *******. Keduanya tersenyum dalam ucapan saling menyampaikan terimakasih. Sampai akhirnya kini mereka saling membersihkan diri masing-masing dan setelah nya mengambil air wudhu untuk membersihkan diri.
__ADS_1