ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
Bab 34


__ADS_3

Sasa mulai merasakan tidak nyaman setelah meminum minuman dari gelas Fika. Sasa mulai mendekati mama nya, Maimunah yang saat ini telah bergabung bersama dengan teman-teman sosialita nya. Di sana ada Lukit yang duduk menyendiri membiarkan Mariana menikmati kebersamaannya dengan teman-teman nya. Di saat Mariana asyik mengobrol sembari minum bersama teman-teman nya, Sasa menarik tangan Lukit menjauh dari taman belakang itu. Dari jauh Fiko yang mengamati dan memantau pesta itu dengan cepat mengikuti Sasa putrinya. Tentu saja Fiko tidak ingin terjadi sesuatu dengan anak perempuan nya.


Dengan cepat Sasa mengajak Lukit ke arah pintu belakang rumahnya. Di gudang rumah itulah yang menjadi tujuan Sasa mengajak Lukit di sana.


"Sasa! Kenapa kamu mengajakku di tempat ini?" tanya Lukit. Lukit sangat tahu kalau Sasa lah yang sudah meminum minuman yang telah diberi nya obat perangsang.


"Kak Lukit! Bantu aku! Sepertinya aku sangat sulit menahan diri," ucap Sasa seraya melepaskan baju atasannya. Hingga saat ini terlihat bra hitam sebagai penyangga dua gundukan kembar miliknya yang berukuran tidak terlalu besar. Lukit menelan saliva nya melihat pemandangan itu. Matanya membulat sempurna dan jakunnya mulai naik turun melihat pemandangan gratis di depan mata. Bahkan dengan mudahnya Lukit akan mendapatkan mahkota perawan dari gadis di depannya. Sasa seperti dengan kerelaan hati akan menyerahkan nya pada Lukit. Dia ingin minta pertolongan kepada Lukit untuk menghilangkan rasa ketidaknyamanannya yang doa rasakan.

__ADS_1


Sasa mendekatkan wajahnya ke wajah Lukit lalu bibir mereka mulai bersentuhan. Ketika Lukit sedang asyik-asyiknya dan membalas dengan liar ciuman dari Sasa, Fiko menghentikan aksi mereka. Ditariknya Sasa dari tangan liar Lukit.


"Apa yang kamu lakukan, laki-laki bin@tang!?" Ucap Fiko seraya menjauhkan anak perempuan nya dari perbuatan jahat Lukit. Tentu saja Sasa terkejut dan kecewa. Baru saja Sasa akan menikmati segala sentuhan dari tangan Lukit, dihentikan oleh papa nya.


"Ini untuk kamu!" teriak Fiko seraya memberikan bogem ke arah wajah Lukit. Serta merta hidung Lukit keluar darah.


"Papa! Dingin!" ucap Sasa yang kini masih dalam kesadaran nya. Namun apa yang dirasakan nya yang masih tidak nyaman masih sedikit Sasa rasakan.

__ADS_1


Setelah mengguyur badan anak perempuan nya itu, Fiko segera membawa lari Sasa keluar dari rumahnya. Fiko ingin membawa Sasa ke dokter pribadinya yang saat ini sedang praktek di tempat nya. Dengan menaiki mobilnya Fiko sudah membawa Sasa menuju ke tempat praktek dokter pribadinya.


"Fika! Cepat pulang ke rumah! Aku saat ini sedang membawa Sasa ke dokter Tamrin! Nanti setelah dari dokter, aku akan membawa Sasa ke rumah kamu, Fika," ucap Fiko kepada Fika melalui handphone nya. Fika di seberang sana sudah bersiap meninggalkan rumah Mariana dan meninggalkan pesta barbeque itu. Bersama Adel, Fika segera pulang kembali ke rumahnya.


" Fiko sudah melarikan Sasa ke dokter Tamrin! Minuman yang sudah diberi obat perangsang itu masih berpengaruh terhadap tubuh Sasa. Reaksinya benar-benar membahayakan sarafnya. Jika tidak melakukan hubungan badan," ucap Fika. Adel menyipitkan matanya.


"Mariana dan Lukit benar-benar keterlaluan!" sahut Adel dengan geram.

__ADS_1


__ADS_2