
Beberapa kali Lukit menghujani segala ciuman di setiap inci tubuh seksi Mariana. Mariana menggeliat seperti penari yang menawarkan bentuk molek tubuh nya. Dalam permainan panas mereka saling mengungkung dan ingin mendominasi permainan. Suara yang keluar dari kedua mulut mereka mengisyaratkan bahwa mereka saat ini Sama-sama menikmati segala permainan di lantai kamar Mariana.
🍀🍀🍀🍀🍀
Sementara kini Sasa sudah di kamar tamu di rumah kediaman Fika. Adel sudah kembali ke rumahnya setelah dikiranya semua urusan sudah terselesaikan. Dirinya sudah menghalangi tujuan licik dari Mariana dengan laki-laki selingkuhan nya itu. Dengan demikian, Adel sedikit lega sahabat dekatnya sudah terbebas dari rencana buruk Mariana untuk menjebaknya.
Kini Fika dan Fiko sudah masuk di kamar utama mereka setelah melihat kondisi Sasa sudah aman dan dalam kondisi tertidur pulas. Saat ini Fika dalam pelukan Fiko sambil tiduran.
"Kamu yakin membawa Sasa ke rumah ini, mas? Bagaimana kalau nanti Sasa mengetahui kalau aku adalah mama tirinya dan istri kamu? Atau yang lebih parahnya lagi Sasa mengira kalau papa nya telah berselingkuh dengan wanita lain, m" ujar Fika.
"Sayang!? Kamu jangan khawatir! Besok pagi aku akan mengantarkan Sasa ke rumah. Dan aku pastikan Sasa belum bangun dari tidurnya. Aku akan membawa Sasa pulang dalam kondisi masih tertidur. Eh, atau sekarang saja bagaimana?" kata Fiko mulai menimbang-nimbang.
__ADS_1
"Terserah, mas Fiko deh!" sahut Fika. Fiko tersenyum Seringai.
"Tetapi, aku boleh tidak melakukan itu dengan cepat sama kamu sekarang?" tanya Fiko dengan mata memohon. Fika melebar matanya dengan senyuman.
"No, sayang! Jangan sekarang! Aku tidak suka segala sesuatu dikerjakan dengan terburu-buru. Kamu sudah tahu itu kan, mas?" tolak Fika. Fiko tersendiri lebar.
"Pasti kamu juga lagi ingin kan, sayang?" goda Fiko. Fika turun dari tempat tidur itu lalu mengambilkan jaket untuk Fiko.
"Setelah aku mengantarkan Sasa ke rumah. Aku secepatnya kembali lagi ke rumah ini. Oke? Kamu bersiap lah dengan serangan fajar ku nanti," kata Fiko tanpa filter. Fika tersenyum saja.
"Tidak usah dipaksakan. Besok juga masih ada waktu dan kesempatan. Istirahat dulu di rumah mbak Mariana. Dan beri nafkah batin pada mbak Mariana, mas," kata Fika akhirnya.
__ADS_1
Fika mengantar kepergian Fiko keluar dari kamar utama mereka. Kini keduanya berjalan menuju kamar tamu di mana Sasa saat ini sudah tidur. Fiko mulai mengangkat Sasa dan membawa menuju mobilnya. Sedari tadi mobil Fiko masih di depan halaman rumah itu. Fika membantu membuka pintu mobil itu dan Fiko memasukkan Sasa ke dalam mobilnya.
"Aku mengantarkan pulang Sasa dulu yah, sayang! Tunggu aku kembali kemari," kata Fiko sambil masuk ke tempat duduk di depan bagian stir. Mobil itu mulai keluar dari rumah itu setelah gerbang depan dibuka dengan lebar oleh penjaga rumah. Fika kembali masuk ke dalam rumah dan mulai masuk ke dalam kamarnya. Setelah nya, Fika menjatuhkan tubuh nya dan mulai berangkat tidur menjemputnya mimpi indah nya.
Namun sudah berusaha memejamkan mata, Fika belum juga bisa terlelap dari tidur nya.
"Aduh kalau sudah jam dua belas lewat seperti ini, menjadi susah tidur. Semoga mas Fiko selamat sampai di rumah. Aku menjadi mengkhawatirkan keluarga mas Fiko. Adel tadi menebak kalau mbak Mariana diam-diam telah berselingkuh dengan laki-laki itu. Adel menilai gestur dan sikap antara Mariana dengan Lukit tadi seperti aneh. Namun kenapa dari kemarin Lukit berusaha mendekati aku? Apakah ini rencana mereka hendak merusak hubungan ku dengan Fiko. Apa untung nya coba?" pikir Fika.
"Ini semua berawal dari kesalahan ku. Jika aku tidak menikah dengan Fiko,keluarga mas Fiko tidak menjadi seperti ini. Fiko sudah tidak adil dan tidak pernah lagi memberikan nafkah batin lagi kepada Mariana. Sehingga Mbak Mariana mencari berondong dan laki-laki muda untuk menyalurkan hasratnya. Dan Lukit bukan lah laki-laki mapan. Dia hanya mendapatkan sumber dana dari mbak Mariana. Kenapa rumah tangga Fiko menjadi seperti ini sih? Dan apalagi Sasa tadi hampir saja melakukan perbuatan yang tidak seharusnya ia lakukan pada Lukit. Ini benar-benar berbahaya,"pikir Fika.
"Apakah Mbak Mariana diam-diam membenci aku dan menaruh dendam kepada ku lantaran sakit hati? Tetapi akulah yang menyebabkan munculnya sakit hati yang dialami oleh mbak Mariana. Akulah yang salah," ucap Fika.
__ADS_1
"Semoga Fiko dan mbak Mariana tidak bertikai dengan masalah yang dihadapi sekarang. Gara-gara Mbak Mariana lah Sasa hampir melalui tindakan yang tidak benar dengan Lukit. Semoga, Fiko tidak mempertanyakan lagi pada mbak Mariana soal ini," gumam Fika. Fika kini memejamkan matanya. Mencoba tidur lantaran pagi hari dia harus mengisi mata kuliah di kampus tempat mengajar nya.