
Pernikahan Fika dengan Fiko akhirnya terlaksana juga. Mereka melakukan nya hanya ijab kabul saja untuk memenuhi syarat halalnya mereka untuk menjadi suami dan istri. Tidak ada pesta dan kabar pernikahan mereka tertutup untuk pihak luar. Ini hanya dari keluarga Fika saja. Bahkan keluarga Fiko sendiri tidak hadir di sana. Bukan tidak mengetahui, soal Fiko menikah kembali dengan wanita lain sudah sampai di telinga keluarga Fiko. Keluarga Fiko sudah tidak memperdulikan itu karena Fiko sudah berhasil membangun kerajaan bisnisnya, hingga kehidupan nya sudah bergelimang harta benda.
Di malam ini Fika dan Fiko sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Keduanya saat ini mulai menikmati masa-masa indah yang sudah tertunda lama. Cinta pertama mereka kini kembali bersemi. Keduanya sangat bahagia dengan situasi ini.
"Apakah kamu bahagia, akhirnya bisa menikah dengan aku?" tanya Fiko. Fika tersenyum malu.
"Bahagia! Namun aku tidak sepenuhnya bahagia. Karena kebahagiaan aku saat ini, ada cerita dari seorang istri atau wanita yang lain. Itu adalah istri kamu yang pertama," ucap Fika.
"Tapi Mariana sudah mengijinkan kita untuk menikah. Ini jangan membuat risau pada diri kamu, sayang! Aku sudah setia dengan Mariana selama ini. Dan aku juga butuh bahagia dengan wanita impian aku selama ini. Wanita yang aku cintai dari masa remaja aku. Akhirnya aku bertemu dengan kamu dan akhirnya kita bersatu. Aku sangat bersyukur sekali, Fika," ucap Fiko sambil merangkum kedua pipi Fika.
Fika tersenyum cerah. Kedua mata mereka beradu. Kini ada tersirat rasa yang ingin bersatu. Fiko mulai mengecup lembut bibir basah Fika. Fika mulai membalas kecupan lembut Fiko dengan ciuman. Fiko mulai terpancing dengan reaksi Fika yang mulai memanas.
" Kamu yakin ingin melakukan ini dengan ku Fika?" tanya Fiko berbisik pelan di telinga Fika.
__ADS_1
Kembali anggukan pelan di kepala Fika sebagai jawaban atas pertanyaan Fiko.
Tubuh Fika mulai di rebahkan pelan oleh Fiko. Fiko mulai membuka pakaian nya sendiri satu persatu di hadapan Fika. Fika menyaksikan tubuh Fiko yang kini sudah tak berbalut kain. Fika hanya tersenyum melihat badan seksi Fiko yang pernah ia lihat nya dulu. Tapi belum pernah melakukan hubungan sejauh ini.
Fiko mulai membuka pakaian Fika satu persatu. Fika semakin tajam menatap Fiko yang melakukan aksi itu. Sampai akhirnya tubuh seksi Fika terlihat bulat - bulat seperti anak bayi yang baru lahir tanpa sehelai kain.
Fiko perlahan memulai aksinya. Sedangkan Fika berusaha pasrah dan pasif dengan pergerakan Fiko. Mungkin saja kali ini, Fika menyerahkan dirinya untuk Fiko yang dulu belum sempat menyentuh nya.
" Aku akan pelan - pelan melakukan nya!" bisik Fiko sambil meraih kembali bibir seksi Fika.
" Lakukanlah! Sesungguhnya aku sangat merindukan ini bersama kamu. Aku sudah menjadi istri kamu, Fiko. Dan kamu sudah berhak atas semua yang aku miliki saat ini. Aku mencintai mu dari dulu dan sampai sekarang, Fiko,"sahut Fika.
" Benarkah?!" tanya Fiko.
__ADS_1
" Apakah kamu selalu membayangkan aku, ketika Berhubungan dengan Mariana?" tanya Fika akhirnya.
" Iya! Kadang - kadang jika aku teringat kamu!" jawab Fiko mulai menggeliat.
" Kamu sekarang jadi sangat nakal Fiko!" sahut Fika sambil tersenyum.
" Lakukan apa yang kamu mau! Malam ini semua akan ku serahkan ke kamu!" ujar Fika.
" Kamu tidak ingin menguasai aku?" tanya Fiko.
" Tidak!! Lain kali aku yang akan membuat kamu menderita karena tidak bisa melupakan aku." ucap Fika.
" Oh ya? Aku tunggu hari itu Fika!" sahut Fiko.
__ADS_1
Pasangan suami istri itu mulai menciptakan malam yang penuh warna bintang-bintang. Kebahagiaan keduanya sangat nyata. Dahulu mereka yang terpisah, akhirnya bisa di satukan dalam ikatan kasih suci sebuah pernikahan. Walaupun saat ini Fika harus menjadi istri yang kedua dari Fiko. Namun ini sudah membuat dirinya bahagia.
"Semoga kita selalu bersama, Fiko!" ucap lirih Fika.