ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
Bab 28


__ADS_3

Setelah makan bersama di kafe itu, mereka berpisah dan kembali ke kediamannya masing-masing. Fika pulang bersama dengan Adel, sahabat nya dari sejak duduk di bangku sekolah menengah. Bahkan Fiko, pun juga sudah sangat mengenal Adel.


Masih di dalam mobil Fika, Adel memperhatikan ibu hamil muda itu yang masih fokus menyetir mobilnya.


"Anak-anak tiri kamu ternyata sudah gedhe-gedhe yah, Fika!" ucap Adel sambil tersenyum melihat Fika, si istri kedua dari Fiko.


"Iya, aku juga baru bertemu mereka, Del! Pernikahan aku dengan mas Fiko, masih kita rahasiakan di keluarganya. Hanya keluarga besar Fiko dan juga Mariana saja yang masih mengetahui Fiko telah beristri dua dan istri keduanya itu adalah aku," sahut Fika. Adel tersenyum saja mendengar penuturan dari Fika.


"Soal kehamilan aku ini, Mariana belum mengetahuinya. Jadi ketika Mariana mendatangi kita saat membeli baju longgar dan juga daster, aku bilang membelikan dan memilihkan untuk kamu, Del. Aku hanya takut dan waspada saja, Del. Kita kan tidak tahu isi hati dan pikiran orang. Mana tahu istri pertama Fiko ini tidak suka jika aku hamil anak Fiko dan mana tahu jika mengetahui kalau aku hamil saat ini, dia akan mencelakai aku," ucap Fika. Adel menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Benar! Aku melihat tatapan mata istri pertama Fiko terhadap kamu, menyimpan dendam. Dan hanya saja aku tidak bisa menjelaskan itu semua. Namun mulai sekarang kamu harus hati-hati dan selalu waspada saja dengan gerak-gerik Mariana itu. Apalagi dia akan mengundang kamu weekend nanti ke rumahnya. Bicarakan semua itu kepada Fiko, jika kamu tidak ingin mendapatkan masalah dengan kebaikan yang diberikan oleh Mariana kepada mu. Siapa tahu dia diam-diam sudah merencanakan semuanya untuk menjebak kamu," ujar Adel. Fika menjadi mengerutkan dahinya mendengar sangkaan dari Adel terhadap Mariana.


"Yah, semoga saja ini hanya prasangka buruk kita saja," sahut Fika.


"Semoga saja, Fika! Namun aku akan di samping kamu kalau kamu hendak keluar rumah dan memenuhi undangan Mariana di rumahnya. Aku pastikan aku akan menggagalkan semua rencana jahat Mariana terhadap kamu," ucap Adel. Fika menyipitkan matanya memandang Adel. Adel tersenyum saja.


Kini mobil Fika sudah masuk ke dalam halaman rumah setelah satpam rumah itu telah membukakan pintu gerbang rumah itu. Mobil itu berhenti setelah memasuki garasi mobil rumah bak istana milik Fika dan Fiko.


"Kamu dari dulu selalu bisa menebak isi hati seseorang. Termasuk isi hati Fiko saat itu yang sebenarnya menaruh hati dengan aku sejak lama. Dan pada akhirnya Fiko memang mengungkapkan semua nya kepada ku. Kali ini aku harap dugaan kamu tidak salah atas niat jahat Mariana terhadap aku. Namun sejujurnya aku juga berharap, antara aku dengan istri pertama Fiko itu tetap rukun dan saling pengertian," ucap Fika sambil turun dari mobilnya. Fika dan Adel kini berjalan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Tidak bisa, sahabat ku! Bagaimana pun juga kalian itu bersaing untuk mendapatkan perhatian dari Fiko. Kamu tidak bisa memungkiri hal itu, sayang!" sahut Adel. Kembali Fika masuk ke dalam rumahnya.


"Benar! Aku lah yang salah dalam hal ini. Masuk dalam rumah tangga orang dan merebut suaminya. Sebenarnya akulah yang pantas di salah kan," kata Fika. Kini Adel merangkul pundak Fika.


"Sudahlah! Ini sudah takdir dan jalan hidup kamu, sayang! Yang penting Fiko sangat menyayangi kamu," sahut Adel.


"Fiko sangat menyayangi aku, dan pada akhirnya Fiko sangat jarang pulang ke rumah Mariana. Ini yang membuat aku menjadi sangat merasa bersalah," kata Fika. Adel nyengir kuda mendengar semua kata-kata dari Fika.


"Fiko biasanya pulang jam berapa?" tanya Adel.


"Kalau tidak ada perjalanan bisnis ke luar kota, Fiko sebentar lagi nyampai rumah. Oh iya, kamu mau makan malam apa? Aku mau hubungi Fiko mau sate padang dengan bumbu kacang saja," kata Fika dengan senyuman yang lebar jika sudah bicara soal Fiko.


"Nanti agak malam dikit. Ayo mandi-mandi dulu di rumahku sambil menunggu pesanan sate padang dengan bumbu kacangnya tiba. Lagi pula kamu sudah lama tidak ketemu Fiko," kata Fika.


"Pasti suami kamu itu tambah ganteng yah?" tanya Adel.


"Tentu saja! Dia lebih seksi dan maco habis. Walaupun usianya sudah empat puluhan, namun tetap perkasa dalam," sahut Fika sambil cekikikan.


"Dasar ibu hamil, pasti sukanya minta terus kan?" ujar Adel.

__ADS_1


"Hehehe, entah kenapa setelah aku hamil ini semakin minta terus dengan Fiko. Fiko merasa sangat beruntung dengan keadaan ini," kata Fika. Adel menjadi cekikikan mendengar cerita dari Fika.


"Oh Iya, nanti kamu akan melahirkan secara normal atau sesar Fika?" tanya Adel.


"Aku maunya dengan cara normal. Aku ingin merasakan sakitnya saat melahirkan anakku ini. Namun Fiko menginginkan kalau aku harus Sesar saat melahirkan adik bayi ini. Mengingat usia aku yang sudah tidak lagi muda. Fiko dan juga ayah dan Bunda ku juga menginginkan aku ambil operasi saja saat melahirkan adik bayi ini. Mereka semua mengkhawatirkan aku," jelas Fika.


"Benar! Lebih baik ikuti saja apa kata Fiko dan juga ayah bunda kamu, Fika," kata Adel.


"Seperti nya aku harus mengikuti apa kata mereka saja deh!" sahut Fika.


Suara langkah kaki tiba-tiba mendekat ke arahnya.


"Mas Fiko! Astaga sampai tidak mendengar suara mobil masuk ke dalam pekarangan dan juga bunyi bel masuk. Maaf yah, mas!" ucap Fika sambil menghampiri Fiko yang tiba dengan membawa tas plastik belanjaan. Sepertinya tas plastik itu adalah makanan yang dipesan oleh mama muda yang baru hamil itu.


"Halo Fiko, bagaimana kabar nya?" sapa Adel.


"Baik dan sehat! Kalau sudah ada Adel, pokoknya suaminya jadi dilupakan," sahut Fiko yang pura-pura cemberut. Fika dan Adel saling pandang akhirnya hanya tersenyum saja ketika Fiko memprotes semuanya.


"Yo wes, ayo kita makan dulu atau mandi dulu?" kata Fika akhirnya.

__ADS_1


"Aku pulang saja deh, sate padang dengan rasa kacang aku bawa pulang saja," sahut Adel. Fika dan Fiko memutar bola matanya mendengar ucapan Adel.


__ADS_2