ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
Bab 20


__ADS_3

Fika terjaga dari tidurnya ketika fajar telah hadir menutup malam. Fika membangunkan Fiko untuk menemani nya mandi. Benar! Tiba-tiba Fika jadi takut sendirian di dalam kamar mandi mewah nya itu. Padahal letaknya menjadi satu di kamar utamanya.. Namun begitu Fika tetap takut di dalam kamar mandi itu.


Fiko mengucek matanya berusaha melek dan terjaga. Namun Fiko masih enggan bangkit dari pembaringannya. Sebelum tidur keduanya melakukan ritual rutin bagi suami istri. Sehingga badannya terasa letih karena energi yang terkuras. Kembali Fika Menggoyang-goyangkan badan Fiko supaya secepatnya bangun dan tegak dalam berbaring nya.


"Mas Fiko, ayo bangun dong sayang! Sebentar lagi mau subuh. Aku mau mandi. Kamu juga harus mandi sayang," ucap Fika sambil tetap Menggoyang-goyangkan tubuh Fiko.


"Hoams!! Jam berapa sekarang sayang?" tanya Fiko kini mulai duduk namun dia masih belum membuka matanya dengan lebar.


"Hem, jam setengah empat, mas! Aku mau mandi dan juga kebelet pipis. Ayo mas, temani aku," rengek Fika.


"Ya sudah! Kita mandi bersama saja yah, sayang!" sahut Fiko. Fika menyipitkan matanya. Fiko tersenyum sambil mengusap kepala Fika. Fiko tahu dalam pikiran Fika mulai berprasangka kalau dirinya saat ini modus dan akan menginginkan kegiatan suami istri itu.

__ADS_1


"Jangan khawatir, sayang! Ini benar-benar hanya mandi kok. Kita sholat jamaah bersama yah setelah bersih dan suci," kata Fiko lalu turun dari kamar tidur yang super lebar dan mewah itu.


Fika dan Fiko masuk ke kamar mandi. Mereka mulai membersihkan diri. Setelah selesai mereka melakukan sholat subuh berjamaah.


🍀🍀🍀🍀🍀


Matahari mulai mengintip di balik awan. Sinarnya mulai menyeruak menyinari dunia. Dunia yang fana dan sementara. Namun di sana ada keindahan dan perhiasan yang menggoda manusia.


"Ingat yah, sayang! Jangan capek-capek! Nanti ketika menyampaikan materi kuliah tidak perlu full power yah, sayang! Pakai pengeras suara dan besarkan saja volume nya," pesan Fiko. Fika menjadi tersenyum lebar.


"Oke, oke! Biar seperti konser yah, mas? Masak mic nya di full kan volume nya. Itu akan menggangu kelas yang lainnya dong, sayang!" protes Fika.

__ADS_1


"Pokoknya kamu yang atur saja, sayang! Supaya tidak terlalu menguras energi kamu. Ingat, saat ini di dalam perut kamu ada anak kita, sayang!" kata Fiko sambil mengusap perut Fika yang masih datar.


"Iya, mas!" sahut Fika. Kini keduanya mulai turun ke anak tangga.


Bu Salamah dan Pak Taufik kini sudah duduk di ruang makan. Beberapa makanan sudah tersaji di atas meja. Mereka memang sudah terbiasa sarapan pagi. Hari ini asisten rumah tangga di rumah itu membuatkan nasi kuning sesuai permintaan dari Fika. Dengan lauk-pauknya yang lengkap nasi kuning yang berada di atas meja itu seperti ada perayaan saja. Namun sebenarnya itu hanyalah permintaan dari Fika yang lagi ngidam.


"Ayo Fika, nak Fiko kita sarapan bersama-sama! Ini ada nasi kuning lengkap dengan lauk-pauknya. Atau mau nasi putih dengan pecel nya," kata bu Salamah. Fika dan Fiko duduk di kursi yang saling berdekatan. Kedua nya mulai ber sarapan dengan semangat.


"Aku akan membawa bekal di kampus, bun!" kata Fika dalam mode masih mengunyah makanan. Fiko tersenyum melihat istrinya kini terlihat sangat rakus ketika makan. Porsi makannya kini sudah hampir dua kali lipat dari biasanya.


"Baiklah, biar ibu yang menyiapkan nya yah," sahut bu Salamah lalu berdiri dan berjalan ke belakang untuk mengambilkan tupperware sebagai tempat bekal yang akan diisi dengan Nasi kuning beserta lauk-pauknya.

__ADS_1


__ADS_2