
Acara barbeque malam ini masih berlangsung. Teman-teman sosialita Mariana masih berada di sana. Mereka menikmati segala minuman dan cemilan serta berbagai jenis makanan yang di panggang yang disiapkan di acara kumpul bersama malam itu. Lukit kini mulai mencari keberadaan Fika. Lukit ingin menjalankan aksinya sesuai dengan rencana licik dan jahatnya bersama Mariana. Minuman itu sudah diberi obat perangsang. Dua gelas itu telah dibawa oleh Lukit. Tentu saja Lukit tahu gelas mana yang diberi obat itu.
"Hai!" sapa Lukit saat dekat dengan Fika yang saat ini duduk bersama dengan Adel, sahabat nya. Adel tentu saja sudah waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi. Adel selalu mengawasi teman-teman Mariana yang bersikap mencurigakan. Apalagi kalau sudah ingin mendekati Fika.
Seolah mata detektif Adel mulai membaca setiap gerak-gerik dan modus dari laki-laki yang saat ini mendekati Fika.
"Hai juga!" sahut Fika dengan Adel bersamaan. Saat ini Fika sedang menikmati daging yang dibakar dengan bumbu kacang. Di piring Fika ada juga sosis yang sudah dibakar dengan bumbu saos manis pedas. Sedangkan Adel masih menikmati jagung bakar yang dibumbui dengan saos pedas manis.
"Boleh gabung di sini kan?" ucap Lukit sambil memberikan satu gelas minuman nya kepada Fika. Fika menerimanya gelas minuman pemberian Lukit. Namun serta merta Adel merebut gelas minuman yang diambil oleh Fika.
__ADS_1
"Fika, kamu tidak boleh minum minuman yang bersoda. Kamu tahu kan? Asam lambung kamu bisa naik," ucap Adel yang berusaha mencegah segala kemungkinan yang terjadi.
"Eh?" Fika sontak melebar matanya dengan sempurna. Lukit tidak kalah terkejutnya dengan sikap Adel.
"Tapi Fika, aku juga ingin minum minuman itu! Haus tahu!" protes Fika. Adel lalu memberikan gelas minuman yang diberikan oleh Lukit dan menukarnya dengan gelas minuman di tangan Lukit yang satunya. Lukit melotot matanya.
"Enggak mau! Aku pilih minuman yang tadi," protes Fika sembari merebut kembali gelas minuman yang kini sudah di tangan Lukit. Lukit tersenyum lebar. Dengan pasrah memberikannya kembali gelas minuman itu. Kini minuman yang telah diberi obat perangsang itu sudah di tangan Fika. Lukit bernafas lega.
"Sekali-kali tidak apa kan?" ucap Lukit. Adel mulai melotot ke arah Fika supaya minuman yang ditangannya jangan diminum oleh nya. Fika kini mulai paham dan menurut dengan semua kode yang diberikan oleh Adel. Walaupun ditangannya masih menggenggam gelas minuman itu.
__ADS_1
Tiba-tiba Sasa dan Sisi datang mendatangi Fika, Adel dan juga Lukit. Sedari tadi Sasa memang berusaha mendekati Lukit yang memang membuat tertarik Dua gadis remaja itu.
"Tante Fika, aku kepedesan! Boleh aku minum dulu minuman tante Fika kan?" ucap Sasa sembari mengambil minuman Fika ditangannya. Dengan cepat Sasa meminum minuman di gelas yang berada di genggaman Fika. Adel tersenyum puas ketika minuman itu sudah terminum oleh Sasa, putri dari Mariana sendiri. Adel sempat menangkap ekspresi terkejut yang timbul dari wajah Lukit saat minuman itu tiba-tiba diminum oleh Sasa anak Mariana.
"Waduh sial! Kenapa Sasa yang meminumnya? Bagaimana ini?" batin Lukit. Wajah Lukit terlihat panik dan khawatir. Pada akhirnya Lukit permisi meninggalkan mereka dan mendekati Mariana. Lukit seperti membisikkan sesuatu di telinga Mariana. Terlihat Mariana melotot matanya. Bukan Adel namanya kalau tidak memperhatikan setiap gerak-gerik yang aneh dan mencurigakan. Adel mendekati Fika dan membisikkan sesuatu di telinga Fika.
"Sebentar lagi kita akan lihat! Bagaimana reaksi Sasa setelah meminum minuman dari gelas kamu. Gelas minuman yang tadi dari laki-laki itu. Laki-laki brondong istri pertama Fiko," bisik Adel. Fika mengerutkan dahinya. Tentu saja Fika terkejut dengan analisa Adel.
"Apa? Laki-laki brondong selingkuhan mbak Mariana?" sahut Fika ikut berbisik di telinga Adel. Adel membenarkan dan mengangguk pelan. Kini Fika mulai memperhatikan Mariana yang kini dekat dengan laki-laki itu. Walaupun diantara mereka ada teman-teman sosialita Mariana bergerombol di tempat duduk di sana sambil minum-minuman yang tersedia di deretan meja hidangan.
__ADS_1