
Tiba-tiba Fika mual-mual dan kepalanya pusing. Beberapa kali Fika keluar masuk kamar mandi mengeluarkan isi di perutnya. Wajah Fika kini memucat dan badannya menjadi lemas. Fiko yang melihat istrinya seperti mulai mencemaskan keadaan nya.
"Kita periksa ke dokter dulu yuk, sayang?" ajak Fiko. Fika menggelengkan kepalanya.
"Enggak mau! Mau asinan nanas, mas!" ucap Fika manja. Fiko mengusap keringat dingin di dahi istrinya.
"Iya, sayang! Kita beli asinan nanas sekaligus periksa ke bidan atau dokter praktek dekat sini saja. Bagaimana?" kata Fiko berusaha merayu Fika. Dengan sabar dan kelembutan akhirnya Fiko berhasil merayu Fika untuk periksa ke bidan tidak jauh dari rumah itu. Fiko mengambilkan Kardigan dan memasangkan ke badan Fika.
"Nah, ini akan membuat hangat tubuh kamu, sayang," ucap Fiko sambil tersenyum menunjukkan kasih sayangnya terhadap Fika. Fika dipeluk pinggangnya dan diajaknya keluar dari kamar itu. Setibanya melangkah ke ruang tengah masih ada pak Taufik beserta bu Salamah duduk santai di sana.
"Kalian mau kemana, nak?" tanya bu Salamah.
__ADS_1
"Ke luar sebentar bun! Ini Fika sedari tadi kepalanya pening, perutnya terasa mual dan beberapa kali Muntah-muntah terus," sahut Fiko. Bu Salamah dan Pak Taufik saling berpandangan lalu akhirnya tersenyum lebar.
"Fika? Kamu hamil yah?" tebak bu Salamah dengan berbinar bola matanya. Fika menggeleng pelan. Fiko ikut berbinar matanya.
"Mungkin benar kata bunda, kalau kamu hamil dan saat ini kamu sedang ngidam, sayang," kata Fiko ikut menebak kalau saat ini Fika telah berbadan dua.
"Hem, terakhir kali aku dapat dua bulan yang lalu, mas! Apa aku hamil yah, mas?" kata Fika kini mulai memastikan kalau dirinya terakhir menstruasi sudah dua bulan yang lalu.
"Ya sudah! Untuk memastikannya lebih baik kalian periksalah di bidan sebelah atau sekalian ke rumah sakit untuk memastikan bahwa di dalam perut Fika sudah ada janin," sahut Pak Taufik.
"Baik, pak! Saya akan segera membawa Fika periksa ke rumah sakit untuk membuktikan kalau tebakan kita semua adalah benar kalau saat ini Fika telah berbadan dua," ucap Fiko. Fika masih saja lemah kondisi badanku. Fika menurut saja ketika digandeng tangannya oleh Fiko keluar rumah.
__ADS_1
Fiko membawa Fika menuju rumah sakit dengan mengendarai motor sport nya. Dengan kecepatan yang sedang, Fiko menuju ke tempat praktek dokter spesialis kandungan tersebut.
"Masih pusing kah, sayang? Tahan dulu yah! Sebentar lagi kita sampai kok! Setelah kita periksa ke dokter spesialis, kita beli asinan nanas yang kamu inginkan yah! Tapi sebelum itu, kamu harus makan dulu yang banyak," kata Fiko. Sesaat Fiko seperti ibu-ibu yang rempong dengan anaknya. Fika tersenyum melihat suaminya sangat perhatian terhadap dirinya.
@@@@@@@
Sementara di rumah kediaman Fika dan Fiko, pak Taufik dan juga bunda Salamah sangat bahagia. Apalagi bu Salamah sangat yakin kalau saat ini putrinya sedang hamil. Kini bu Salamah telah membuat kan bubur merah dan putih serta rujak buah untuk Fika. Melihat kehebohan istrinya, Pak Taufik hanya geleng-geleng kepalanya.
"Rasanya sudah tidak sabar, ingin mendengar kabar dari Fika dan Fiko kalau Fika benar-benar telah hamil. Kita akan segera menggendong cucu kita, pak," ucap Bu Salamah dengan mata yang berbinar penuh kebahagiaan.
"Iya, aamiin! Semoga Fika anak kita benar-benar mendapatkan rejeki itu. Amanah dari Tuhan untuk mendapatkan anak," sahut Pak Taufik. Bu Salamah tersenyum lebar sambil mengupas beberapa buah-buahan untuk dibuat rujak buah untuk Fika.
__ADS_1