ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
Bab 31


__ADS_3

Sementara di tempat lain, di malam itu, di atas peraduan dengan mengikis jarak diantara pasangan yang haram namun saling membutuhkan.


"Bagaimana, siapa yang mengangkat panggilan telepon kamu, Lukit?" tanya Mariana Sembari mengusap dada bidang dan lebar tanpa baju atau kaos di sana. Saat ini mereka masih di atas tempat tidur saling bercengkrama menepis kedinginan malam.


"Tadi sih yang mengangkat handphone dosen cantik itu suami kamu, say!" ucap Lukit seraya menaikkan dagu Mariana supaya bisa dijangkau untuk dikecup nya. Mariana kembali melotot matanya jika Lukit selalu mengulang-ulang menyebut nama Fika dengan dosen cantik. Lukit tersenyum lebar saat melihat ekspresi Mariana yang tiba-tiba cemberut.


"Kamu tahu kan tante, tetapi kamulah yang paling cantik daripada madu kamu itu," tambah Lukit yang dengan pantainya merayu. Mariana kembali tersenyum mendengar pujian dari mulut Lukit.


"Fiko pasti akan cemburu dan akan timbul rasa curiga terhadap Fika. Akhirnya mereka akan bertengkar dan rusak lah hubungan suami istri itu. Setelah mereka bercerai, aku akan sangat puas. Karena Fika lah kehidupan rumah tangga ku menjadi hancur. Gara-gara wanita itulah, Fiko tidak mau menyentuh aku," ucap Mariana.


"Tante, tapi kalau tidak ada masalah yang ditimbulkan dari madu tante kamu itu, kita tidak akan berhubungan mesra seperti ini tante," sahut Lukit. Mariana menatap bola mata Lukit.

__ADS_1


"Benar juga yah!" sahut Mariana akhirnya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Kembali fajar mengintip peraduan. Pasangan suami istri itu menjalankan ibadah bersama setelah mandi junub berdua. Fika sangat bersyukur bisa menjadi istri dari Fiko. Cinta pertama nya dengan Fiko akhirnya bisa bersatu dalam ikatan pernikahan. Walaupun Fika menjadi istri yang kedua bagi Fiko. Namun Fika sudah sangat beruntung berjumpa dan bersatu dengan Fiko.


"Aku bahagia menjadi istri kamu, mas!" ucap Fika.


"Fika, semalam handphone kamu berbunyi terus. Ada pesan chat masuk dan juga panggilan masuk dari seseorang laki-laki bernama Lukit. Siapa Lukit itu?" tanya Fiko namun tidak ada wajah curiga dan cemburu di sana.


"Lukit? Laki-laki itu masih saja suka menggangu. Dia laki-laki aneh yang tiba-tiba menabrak aku ketika di kampus. Setelah itu dia mengejar-ngejar aku seperti ada modus gitu. Aku sudah bilang kalau aku sudah punya suami, namun dia masih saja tidak perduli. Ada apa mas? Apakah kamu mengangkat telepon nya? Lalu apa yang dia katakan mas?" kata Fika panjang lebar.

__ADS_1


"Pakai manggil kamu sayang-sayang segala," sahut Fiko dengan manyun bibir nya. Fika terkekeh saja.


"Asyik, ada yang cemburu!" kata Fika. Fiko kini mencubit pelan pipi Fika dengan gemas.


"Aku percaya dengan kamu, sayang! Tapi berhati-hati dalam hubungan seperti ini. Mana tahu ini adalah jebakan yang akan dilakukan dari seseorang yang tidak menyukai kamu," kata Fiko. Fika mengernyitkan dahinya.


"Pikiran kamu dengan Adel hampir sama, mas! Dia curiga nya besar sekali seperti kamu, mas. Bahkan dia sangat mencurigai Mbak Mariana. Jika mbak Mariana akan bisa nekat untuk merusak hubungan aku dengan kamu, mas! Ini kamu juga begitu," kata Fika.


"Benar! Cuma aku kan tidak menyebutkan nama atau seseorang yang berbuat jahat kepada kamu. Aku hanya memperingatkan kamu bahwa yang terlihat baik belum tentu baik juga, sayang," kata Fiko.


"Baik mas, aku akan selalu mengingat nasihat kamu," sahut Fika.

__ADS_1


__ADS_2