ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
Bab 9


__ADS_3

Mariana kini lagi bersenang-senang bersama dengan kawan-kawan sosialitanya. Hatinya sengat kecewa ketika suaminya Fiko benar-benar menikah kembali dengan wanita yang notabene adalah cinta pertamanya dahulu. Bersama dengan Fika, Fiko kini menjadikan Fika sebagai istri keduanya.


Pernikahan dengan Mariana adalah perjodohan dari orang tua mereka berdua. Pernikahan bisnis itu membuat perusahaan mereka semakin berkembang dan besar. Mariana adalah putri tinggal dari pemilik perusahaan konstruksi ternama dan terbesar di negeri.


"Ayolah Mariana! Untuk apa memikirkan laki-laki yang mungkin saja malam ini dia telah bersenang-senang dengan istri keduanya. Kamu jangan sedih dong! Ayo kita nikmati malam panjang kita dengan minum yang sebanyak-banyaknya," ajak Suli sambil berjoget dengan seorang laki-laki muda. Tangan kirinya saat ini masih memegang gelas yang berisi minuman beralkohol.


Suli adalah salah satu istri dari pengusaha ekspor impor di negri ini. Suami Suli juga sangat jarang pulang ke rumah. Namun untuk urusan uang dan segala kemewahan hidup, Suli sudah mendapatkan semua nya dari suaminya tersebut. Laki-laki brondong yang menari bersama Suli memeluk pinggang Suli sambil tersenyum nakal.


Mariana masih duduk di kursi sudut sofa sembari meminum wine yang banyak di atas meja. Kini Suli bersama dengan brondongnya mulai melipir keluar dari ruangan itu. Mungkin saja keduanya akan cek in di hotel dekat kafe malam itu.


Kini menyisakan Mariana dan juga kelima kawan-kawan nya yang masih menenggak minuman dan juga menari dengan alunan musik yang menggetarkan. Karena sudah banyak minuman diminum oleh Mariana, Mariana mulai ambruk di atas meja itu. Kawan-kawan nya yang lain cekikikan melihat Mariana sudah teler duluan.

__ADS_1


"Kita belum apa-apa, Mariana sudah mabok duluan!" ucap Zaza sambil berjingkrak mengikuti musik.


"Dia lagi kacau dan banyak masalah. Suaminya telah menikah lagi, Padahal sudah bertahun-tahun, Mariana tidak pernah seperti ini. Mariana bahkan tidak mau kalau kita ajak minum-minum di kafe malam seperti ini. Mariana istri yang baik juga ibu yang baik. Tidak pernah berulah dan juga berkhidmat. Apalagi menyukai brondong," kata Dewi.


"Oh benarkah? Aku menjadi sangat penasaran untuk menghibur nya," sahut Joni sambil tersenyum menyeringai.


"Hai! Kamu jangan bermain-main yah! Kamu sudah aku kontrak bersama aku selama beberapa tahun ini," protes Dewi.


"Tidak boleh yah, tante?" sahut Joni.


"Baiklah! Tapi aku mau tambah bonusnya dong, tante!" sahut Joni mulai mencari kesempatan.

__ADS_1


"Kamu mau apa, hem?" tanya Dewi sambil mengusap bibir Joni. Joni tersenyum seringai.


"Mau mobil spot putih yang kemarin kita lihat di pameran itu loh, tante!" jawab Joni.


"Oh itu, oke nanti aku akan belikan untuk kamu, sayang!" ucap Dewi.


"Terimakasih tante!" sahut Joni dengan tersenyum lebar.


"Dewi! Tolong kondisikan Mariana supaya dipindahkan di kamar sebelah!" kata Zaza.


"Ah, biarkan saja di sana! Lagi pula siapa suruh Mariana mabok," sahut Dewi.

__ADS_1


Satu persatu kawan-kawan Mariana melipir keluar dari ruangan itu. Gemerlapnya lampu menyorot tubuh lunglai Mariana yang meringkuk di atas meja itu. Kafe malam itu sudah sepi. Menyisakan Mariana sendiri di sana. Pelayan kafe itu mulai membersihkan tempat dan ruangan itu. Seorang pria muda yang bekerja di kafe itu mulai memindahkan Mariana ke ruangan kamar penginapan sebelah.


Pemuda itu sebut saja Lukit. Iya dia bernama Lukit.


__ADS_2