
Setelah makan siang bersama, Mariana bersama ketiga anak-anaknya yang beranjak dewasa itu berbelanja bersama-sama. Tujuan mereka adalah mencari kado untuk ulang tahun papa nya. Dafa, Sisi dan Sasa sangat heboh ketika berbelanja di pusat perbelanjaan kota itu. Hingga sore menjelang malam mereka masih berbelanja di mall pusat kota tersebut.
Mariana beserta ketiga anaknya masih berjalan-jalan ke mall terbesar di kota itu. Tiba-tiba mata Mariana melihat keberadaan Fika yang sedang memilih-milih baju hamil bersama seorang wanita yang seumuran dengan Fika. Mariana menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar. Mariana ingin mengetahui kenapa Fika sedang memilih dan mencoba baju longgar ibu hamil itu. Jiwa ingin tahu Mariana mulai muncul. Dia ingin memastikan jika Fika memilih baju itu bukan untuk dirinya melainkan untuk temannya yang berada di dekatnya.
Mariana mulai menjauh dari ketiga anaknya yang saat ini sedang mencoba dan memilih jam tangan yang bermerk. Mariana melangkah mendekati Fika yang saat ini asik memilih baju bermodel longgar itu bersama dengan temannya.
"Halo, Fika! Kamu sedang apa di sini?" tanya Mariana lalu bersikap sok manis dengan madunya itu. Fika terkejut bertemu dengan istri pertama suami nya itu.
__ADS_1
"Eh, ini mbak Mariana! Aku mau membelikan beberapa baju ibu hamil untuk temanku ini, Adel. Dia saat ini lagi hamil satu bulan, jadi buat persiapan kalau perutnya membuncit bisa pakai baju yang longgar supaya adik bayinya yang masih di dalam perut nyaman," terang Fika panjang lebar. Mariana manggut-manggut saja mendengar penjelasan Fika. Namun mata Mariana kini melihat perut rata antara Fika dengan temannya secara bergantian.
"Oh, iya itu! Kalau sedang hamil harus pakai baju longgar supaya pergerakan bayi di dalam perut lebih bisa bernafas. Oh iya, hari ini tidak ngajar di kampus, kamu Fika?" kata Mariana.
"Sudah pulang mbak! Tadi dari jam delapan sampai jam satu ngajar dan kasih materi ke mahasiswa di kampus jurusan. Pulang sore, langsung kemari bersama Adel teman aku ini. Dia juga salah satu dosen di kampus itu. Kami dari dulu sering bersama dari waktu sekolah menengah pertama seperti Fiko," terang Fika panjang lebar.
"Oh iya, mbak Mariana berbelanja dengan siapa, mbak?" tanya Fika. Adel menjadi pendengar yang baik di sana sambil tersenyum saja mendengar perbincangan antara istri pertama dengan istri kedua dari suami yang sama.
__ADS_1
"Aku sama anak-anaknya Fiko! Ada Dafa, Sasa, dan Sisi. Oh iya kalau kamu sudah selesai berbelanja, bagaimana kalau kita makan bersama-sama dulu dengan anak-anak ku. Anak-anak Fiko, anak-anak kamu juga kan, Fika. Walaupun mereka saat ini belum mengetahui kalau papa nya saat ini direbut oleh kamu," ucap Mariana kini membuat Fika sontak membulat matanya mendengar ucapan Mariana yang terakhir.
"Eh, maaf! Aku keceplosan! Bagaimana Fika! Ayo aku kenalkan dengan ketiga anak-anak Fiko yang semuanya sudah menginjak usia dewasa. Kamu pasti akan menyukainya. anak-anak ku dan anak-anak Fiko sangat baik dan sopan kok," kata Mariana. Fika kini memandang Adel seolah meminta pendapatnya.
"Ya sudahlah! Ayo Fika tidak apa aku temani kamu," sahut Adel yang mengikuti ajakan Mariana untuk makan bersama-sama dengan keluarga nya.
Mariana bersama-sama dengan Fika dan Adel kini mendekat ketiga anak-anak nya yang sedang membayar barang belanja nya. Beberapa jam tangan bermerek yang akan dihadiahkan untuk Fiko sebagai kado ulang tahun Fiko. Setelah itu Mariana mengajak ketiga anak-anak nya untuk makan bersama dengan Fika dan juga Adel.
__ADS_1
Di sebuah kafe yang masih di pusat kota yang terdapat di dalam mall itu, Mariana memperkenalkan ketiga anak-anak nya kepada Fika dan juga Adel. Demikian juga halnya Dafa, Sisi dan Sasa pun dikenalkan Fika sebagai teman Mariana dan bukan sebagai istri kedua papa mereka. Soal status Fika yang menjadi istri kedua bagi papa mereka, sengaja masih dirahasiakan oleh Mariana dan juga Fiko karena kesepakatan mereka. Sehingga dari keluarga Mariana masih belum mengetahui kalau Fiko sejatinya sudah menikah lagi dan memiliki istri kedua yaitu Fika.