ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
Bab 29


__ADS_3

Saat di dalam kamar mereka, Fika dan Fiko.


"Tadi aku ketemu dengan mbak Mariana dan juga ketiga anak-anak kamu, mas!" ucap Fika. Fiko mengernyitkan dahinya. Fiko kini memeluk pinggang istrinya lalu mendekatkan tubuh nya hingga mengikis jarak. Dikecupnya dengan lembut dahi istrinya itu lalu turun berjongkok mengecup perut Fika yang terasa membuncit jika diraba.


"Mas, aku lagi cerita dengan kamu loh, mas! Kenapa malah cium-cium aku dengan adik bayi," kata Fika sambil memanyunkan bibir nya. Fiko kini kembali berdiri lalu memeluk pinggang istrinya.


"Iya, sayang! Aku kan kangen sama kamu dan juga adik bayi kita ini. Bagaimana, adik bayi nakal tidak di dalam perut bundanya?" kata Fiko dengan kelembutan.


"Tidak! Adik bayi masih anteng saja tidak nakal, kok! Mual dan pusingnya sudah tidak lagi aku rasakan. Oh iya, mas! Dafa minta dibimbing aku, soal skripsinya," kata Fika. Fiko mengernyitkan dahinya.


"Ada apa lagi anak itu? Tidak usah dituruti anak manja itu, sayang! Biar saja, dia bisa menyelesaikan skripsinya dengan baik. Itu hanya modus saja," sahut Fiko. Fika menyipitkan matanya.


"Kenapa mas? Dafa kan anak kamu, dan anak kamu anak aku juga sayang!" ucap Fika. Fiko tersenyum saja jika membahas watak Dafa. Dafa seperti halnya duplikat dirinya. Fiko pasti sudah paham apa dan mau apa jalan pikiran dari Dafa, anak laki-laki nya yang menginjak dewasa tersebut.


"Kenapa sih, mas Fiko malah senyum-senyum sendiri?" tanya Fika. Fiko kini melepaskan pelukan nya lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Fika kini melepaskan sepatu Fiko yang sejak tadi belum dia lepaskan. Fika berjongkok melepas sepatu dan kaos kaki di kedua kaki Fiko. Lalu Fika mulai naik ke atas peraduan di sebelah Fiko.

__ADS_1


"Aku hanya takut, jika Dafa mengagumimu, sayang! Walaupun usia kamu terpaut sangat jauh dengan Dafa, namun Dafa tipe laki-laki yang wataknya seperti aku. Dia tidak mudah menyerah jika menginginkan sesuatu apalagi menyukai nya. Tidak perduli terpaut usia yang sangat jauh jika Dafa sudah suka, dia akan kejar wanita itu. Kamu tahu, Dafa dulu menyukai wanita yang sangat jauh usianya dengan Dafa. Akulah papa nya yang menentang nya. Apalagi Dafa tidak tahu kalau kamu adalah ibu tirinya, nanti kalau dia suka dengan kamu bagaimana? Sulit aku akan menjelaskan nya," kata Fiko. Fika malah terkekeh-kekeh dengan cerita Fiko.


"Apakah Dafa memiliki kelainan menyukai wanita yang lebih tua daripada dirinya?" tanya Fika.


"Entahlah! Namun dia baru satu kali saja kok jatuh cinta dengan wanita yang jauh usianya dari Dafa. Yah, mungkin saja saat itu Dafa memang lagi sedang masa-masa mengenal lawan jenisnya. Dan kebetulan wanita yang dia sukai lebih tua usianya dari pada Dafa," cerita Fiko.


"Apakah dulu, kamu juga begitu mas?" sahut Fika.


"Eh, tidak dong! Cinta pertama ku adalah kamu," jawab Fiko.


"Hem, oh iya mas! Weekend nanti mbak Mariana mengundang aku ke rumahnya untuk acara barbeque," kata Fika. Fiko menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.


"Tapi mas! Mbak Mariana sebenarnya menginginkan aku bisa dekat dengan anak-anak kamu dan juga bisa menjadi keluarga besar kamu tanpa dititipin," sahut Fika.


"Lagi pula, bunda dan juga ayah sudah pulang di kampung. Baru saja mereka kembali di kampung beberapa hari yang lalu. Mana mau kembali lagi ke kota ini?" tambah Fika. Fiko mengusap rambut Fika dengan lembut.

__ADS_1


"Sebenarnya aku juga senang, kamu bisa dekat dan akrab dengan anak-anak aku. Namun mereka belum mengetahui kalau papa nya itu sudah menikah lagi dengan wanita lain dan itu kamu, sayang. Aku tidak ingin terjadi masalah jika diam-diam Mariana merencanakan niat jahat menyerang kamu dengan cara memberitahu anak-anaknya kalau kamulah wanita yang menjadi pelakor atau apalah yang menyakiti mamanya. Kamu jangan terlalu polos dalam menanggapi masalah ini sayang! Kamu belum mengenal Mariana secara jauh. Dia memang terlihat baik. Namun dengan kekuasaannya dia bisa melakukan apa pun yang ia mau. Termasuk ingin mencelakai kamu nanti. Itu yang aku takutkan dan waspadai," terang Fiko. Fika mengernyitkan dahinya.


"Kok, mas Fiko malah berprasangka buruk dengan mbak Mariana sih?" sahut Fika.


"Sayang! Tidak semua yang terlihat baik di hatinya juga baik juga sayang. Kamu harus selalu ingat itu," kata Fiko.


"Tapi, mas! Nanti aku akan didampingi Adel ke rumah mbak Mariana mas," kata Fika.


"Ya sudahlah, kalau kamu mendesak ingin ke rumah Mariana itu. Tapi nanti kamu jangan menjadi cemburu loh yah, kalau Mariana dempel- dempel kepadaku saat aku berada di rumah itu. Ini semua lantaran kamu mau datang ke rumah Mariana. Kalau tidak aku malas pulang ke rumah itu, sayang. Aku lebih suka dan nyaman pulang di rumah ini. Bersama kamu," ucap Fiko.


" Kenapa mas, kenapa kamu tidak bisa adil dengan mbak Mariana?" sahut Fika.


"Sayang! Antara aku dengan Mariana sebenarnya sudah pisah ranjang. Hanya status pernikahan kita saja yang masih berlaku. Aku hanya milik kamu seutuhnya. Serius!" kata Fiko. Fika mengernyitkan dahinya.


"Ini belum waktu nya aku dan Mariana bercerai sayang! Ini hanya soal waktu. Aku tidak ingin anak-anak ku mengetahui hal ini. Sasa, Sisi maupun Dafa jangan tahu soal masalah mama papa nya. Sampai tiba waktu nya, mereka akan kami berita tahu sendiri soal masalah ini," kata Fiko.

__ADS_1


"Ya sudah. Pokoknya nanti kamu pulang ke rumah mbak Mariana yah, jika aku memenuhi acara barbeque itu di weekend nanti," ucap Fika.


"Baiklah! Semoga tidak ada rencana jahat dari Mariana terhadap kamu," kata Fiko akhirnya.


__ADS_2