
Salsabila sudah membuka kafe itu. Malam ini Salsabila yang bertugas bersama dengan lima teman kerja nya yang lain. Kulit sudah kembali pulang ke rumahnya dan setelah isya Lukit baru kembali ke kafe itu. Mariana di dalam kamar saat ini sudah merapihkan penampilannya dan bergegas hendak meninggalkan kafe itu. Mariana mendekati Salsabila yang sudah stay di bagian kasir.
"Terimakasih yah dik, kamu sudah memindahkan aku ke dalam kamar itu disaat aku mabok," ucap Mariana sambil mengeluarkan dompetnya. Salsabila menyipitkan matanya.
"Oh, bukan saya tante yang semalam memindahkan tante adalah teman saya yang bernama Lukit," ucap Salsabila. Mariana mengernyitkan dahinya.
"Lukit yah? Di mana orangnya sekarang?" tanya Mariana.
"Lukit, saat ini sudah kembali pulang. Nanti sekitar jam 8 malam baru kembali ke kafe ini, tante!" terang Salsabila.
"Oh, kalau begitu titip ini buat Lukit saja yah. Ini ada tips dan kartu nama saya. Sampaikan pada Lukit saya berterimakasih banyak dan jangan lupa menghubungi saya," pesan Mariana. Salsabila menerima lembaran uang kertas beberapa lembar beserta kartu nama Mariana.
"Kalau begitu saya permisi dulu. Oh iya, siapa nama kamu?" ucap Mariana.
"Saya Salsabila, tante!" sahut Salsabila.
__ADS_1
"Oke, Salsabila saya cabut dulu yah! Terimakasih banyak," kata Mariana. Mariana melangkah keluar pintu kafe itu dan mencari mobilnya yang diparkir tidak jauh dari tempat kafe itu.
Salsabila menatap kepergian Mariana dengan mulut yang menganga.
"Apakah wanita kaya begitu yah? Gampang sekali keluarin uang," gumam Salsabila.
@@@@@@@@
Mariana tiba di rumahnya. Keadaan di rumahnya saat ini tidak ada Fiko. Mariana langsung masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian nya. Setelah mengganti pakaian nya dengan pakaian santai, Mariana menuju ke ruangan keluarga.
"Papa! Papa kapan tiba di sini? Mama mana pa?" ucap Mariana langsung memberondong banyak pertanyaan.
"Dari semalam mama papa ke rumah kamu, tapi kamu dan Fiko tidak pulang juga. Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian? Dan kenapa kamu baru pulang? Kamu tidur di mana, hah?" ucap papa Mariana yang bernama pak Tomas. Kali ini gantian pak Tomas memberondong banyak pertanyaan untuk Mariana. Mariana menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Saya menginap di rumah Suli, pa! Semalam Suli buat acara pesta barbeque di rumahnya. Karena sudah kemalaman saya tidur di kamar tamu beserta Zaza di sana," bohong Mariana. Pak Tomas mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Lalu apakah Fiko juga ikut bersama dengan kamu di pesta itu? Lalu kenapa kamu pulang sendiri sekarang ini?" tanya pak Tomas tidak percaya begitu saja.
"Fiko langsung ke kantor tadi pagi, papa! Aku masih di rumah Suli bersama teman-teman yang lain," sahut Mariana berusaha menyakinkan papa nya.
"Jadi kalian datang ke acara barbeque di rumah Suli dengan mobil sendiri-sendiri? Fiko naik mobil sendiri, gitu?" tanya pak Tomas masih ingin bertanya.
"Itu... itu... Fiko dijemput asisten pribadinya pakai mobil Fiko. Aduh papa ini tidak percaya sekali dengan anaknya," ucap Mariana. Mariana kini duduk di ruang makan dan mulai membuka tudung saji yang di atas meja makan.
"Mama di mana, pa?" tanya Mariana.
"Mama kamu sedang keluar bersama si kembar, Sisi dan Sasa. Katanya mau belanja kebutuhan rumah," jawab Pak Tomas.
Pernikahan Fiko dengan Fika tentu saja tidak diketahui dengan papa mama Mariana. Fiko yang menikah lagi dengan Fika hanya orang tua Fiko dan Fika yang mengetahuinya. Orang tua Fika sebenarnya sangat keberatan jika Fika diperistri oleh Fiko yang notabene adalah sudah beristri. Posisi Fika adalah menjadi istri kedua dari Fiko. Namun lantaran Fika sudah berumur, dan Fika mencintai Fiko, mau tidak mau kedua orang tua Fika merestui Fika menikah dengan Fiko dan menjadi istri keduanya Fiko.
Mariana memiliki anak tiga dari Fiko. Satu laki-laki dan yang dua perempuan. Dua anak perempuan Fiko adalah kembar. Sebenarnya kehidupan rumah tangga Fiko dengan Mariana terlihat cukup bahagia dan harmonis selama ini. Dalam setiap acara Fiko dan Mariana selalu bersama. Namun karena masa puber kedua, Fiko dirinya berjumpa dengan Fika. Dan pada akhirnya cinta pertama nya akhirnya tumbuh kembali dan Fiko tidak ingin lepaskan Fika.
__ADS_1
Fika akhirnya menikah dengan Fiko dengan ijin Mariana. Walaupun saat ini Fiko harus membagi perhatian nya dengan Mariana dan Fika.