ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
BAB 47


__ADS_3

Sementara itu Mariana sudah menunggu di apartemen Lukit. Dia ingin melepaskan kerinduan nya bersama dengan Lukit dan juga ingin meminta penjelasan pada Lukit beberapa hal.Namun orang yang dinanti nya juga belum pulang dari pekerjaan nya. Sengaja Mariana tidak memberitahukan pada Lukit kalau dirinya berada di apartemen nya. Memang Lukit dan Mariana memiliki kartu elektronik untuk masuk ke apartemen tempat mereka selalu melakukan pertemuan dan melakukan hubungan suami istri. Tentu saja semua itu terjadi ketika Mariana menginginkan dan datang ke apartemen itu.


Mariana sudah sangat jenuh menunggu Lukit yang belum juga kembali. Untuk mengusir kejenuhan nya, Mariana kini mulai sibuk membuat makanan dengan bahan-bahan yang ada di lemari es.


"Sekali-kali aku memasak buat Lukit. Siapa tahu nanti kalau Lukit pulang dia belum makan dan merasa lapar," gumam Mariana yang kini mulai menggoreng ayam crispy yang tinggal di goreng saja.


Hampir setengah jam sibuk memasak di dapur, Mariana mendengar pintu utama apartemen dibuka. Siapa lagi kalau bukan Lukit karena yang memiliki kartu duplikat apartemen hanya Lukit. Mariana segera menghambur ke ruangan depan.

__ADS_1


"Mariana! Kamu di sini?" Tanya Lukit dengan bola mata membulat lantaran terkejut. Mariana tersenyum manis dan melupakan permasalahan yang mengganjal dihatinya. Mariana melingkarkan kedua tangannya ke leher Lukit dan mulai manja.


"Aku kangen kamu, sayang! Aku sudah menunggu kamu sejak tadi di sini," ucap Mariana dengan lebih menempelkan bagian dada nya ke dada Lukit. Itu membuat Lukit merasakan nyaman dan kelembutan nya.


"Kamu tidak marah dengan aku, Mariana?" tanya Lukit. Mariana dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Syukur lah kalau kamu bisa berpikiran seperti itu. Ya sudah, aku ingin membersihkan tubuh ku dulu, Mariana! Seharian ini aku bekerja di kafe dan banyak pengunjung yang berdatangan. Lengket semua badanku dengan keringat," kata Lukit.

__ADS_1


"Tapi aku menyukai itu, sayang!" sahut Mariana menggoda. Lukit kembali pasrah ketika Mariana bergerak dengan cepat.


Mariana segera turun dan menurunkan Celana panjang yang dikenakan oleh Lukit. Mariana kini mulai memainkan peranan nya hingga membuat Lukit tidak bisa menolak. Bahkan Lukit kini menikmati segala peranan Mariana dalam memainkan adik kecilnya yang semakin lama semakin mengembang dan berdiri.


Karena sudah tidak sabar, Lukit akhirnya menggendong Mariana menuju ke kamar utama apartemen itu. Dengan pelan-pelan Lukit mulai mendominasi permainan seperti sebelum nya. Tante Mariana selalu menghendaki Lukit memuaskan dirinya. Lukit sangat tahu jika tante Mariana tidak mendapatkan kebutuhan biologis dari suami nya. Walaupun secara hukum mereka masih berstatus suami isteri, namun antara tante Mariana dengan Fiko sudah pisah ranjang dan tidak ada lagi nafkah batin itu. Hal itulah mengapa hubungan antara tante Mariana dengan Lukit akhirnya terjalin lantaran tante Mariana membutuhkan Lukit untuk membuat dirinya senang dan bahagia karena terpenuhi nya tante Mariana dalam urusan ranjang.


Dengan hubungan itu, Lukit memang mendapatkan apartemen itu dari tante Mariana dan mendapatkan uang jajan dari tante Mariana. Namun karena Lukit terkadang juga mengalami kejenuhan, Lukit tetap memilih bekerja di kafe di mana di sana juga ada Salsabila yang selalu memperhatikan dirinya dan sangat menyayangi orang tua Lukit jika Lukit tidak pulang ke rumah ibu nya.

__ADS_1


__ADS_2