
Hubungan Mariana dan pria yang masih muda itu berawal saat Mariana dalam keadaan mabok di kafe tempat kerja laki-laki itu. Laki-laki itu bernama Lukit. Dan pada akhirnya berlanjut hingga sekarang dan sama-sama saling menguntungkan.
Flashback.
Mariana mengajak Lukit keluar dari kafe itu dan masuk ke dalam mobilnya. Saat datang ke kafe tadi Lukit di perintah kan oleh Mariana untuk tidak membawa motornya. Akhirnya Lukit mengikuti perintah Mariana dengan memesan ojek online.
"Maduku itu mengajar di kampus tidak jauh dari sini. Aku akan membiayai kamu kuliah dan belajarlah di kampus itu. Kampus di mana wanita itu mengajar mahasiswanya. Aku ingin kamu mendekati wanita. Kejar lah wanita itu sampai dia jatuh cinta kepada mu. Beri setiap hari perhatian baik dengan mengirimi dia bunga, coklat, boneka. Pokok nya buat wanita itu seperti putri dan kamu tergila-gila dengan dosen kamu sendiri. Ketika wanita itu tiba-tiba memiliki rasa dengan kamu, kamu baru meninggalkan dia. Aku ingin dia merasakan sakit seperti yang aku rasakan," ucap Mariana.
"Dengan wajah kamu yang tampan dan seperti Riko, aku yakin Fika akan mudah jatuh cinta untuk yang kedua," Mariana percaya diri sekali.
"Tapi jangan malah kamu yang menjadi suka dan benar-benar jatuh cinta dengan Fika. Ini akan membuat kamu semakin memiliki wanita itu," ucap Mariana dengan tersenyum ketika Lukit menyimak apa yang menjadi rencananya.
"Ah mana mungkin aku akan jatuh cinta dengan wanita yang bersuami tante! Jika wanita itu tante, mungkin saja itu aku akan jatuh cinta dan tergila-gila beneran dengan tante," sahut Lukit menggoda. Mariana terkekeh.
"Baiklah, dengan kemampuan kamu yang bisa merayu dan menggoda seperti itu, aku yakin si Fika itu akan memperhatikan kamu dan akhirnya kamu akan menggangu pikiran dia. Ambil foto-foto saat kamu bisa dekat dengan Fika, lalu kirimkan ke aku. Aku akan pelan-pelan menjauhkan Fika dari Fiko. Aku ingin secepatnya melihat Fiko cemburu dan merasa di khianati oleh istri keduanya itu. Lalu perceraian mereka lah yang ingin aku saksikan," ucap Mariana sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
"Tante seperti nya benar-benar sudah sakit hati yah, dengan wanita itu?" tanya Lukit.
"Benar! Dia seolah benar-benar merebut Fiko, suamiku dari aku. Dia tidak perduli kalau Fiko telah memiliki istri dan anak. Yang dipikirkan hanyalah perasaan dan rasa cinta nya yang dalam terhadap Fiko. Demikian juga dengan Fiko. Suamiku itu benar-benar dibutakan oleh wanita itu. Dia tergoda dengan semua yang manis-manis itu. Soal Fiko aku sendiri yang akan membuat jauh dengan Fika," kata Mariana dengan segudang rencana jahatnya. Rasa kecewa dan sakit hatinya terhadap Fika membuat dirinya ingin membalas semuanya.
Lukit dengan berani meraih tangan Mariana dengan lembut. Sorot mata Lukit seperti menggoda Mariana. Bahkan tangan itu dikecup lembut punggung nya.
"Apakah tante jarang mendapatkan nafkah batin dari suami tante?" ucap Lukit dengan kedua mata tajam menatap bola mata Mariana. Mariana menundukkan kepala nya. Detak jantung nya tiba-tiba aneh ketika Lukit menggodanya. Di dalam mobil Mariana itu, bahkan Lukit berani mengangkat dagu Mariana dengan telunjuknya. Mariana menatap Lukit dengan sayu. Dengan berani Lukit mendekati wajah Mariana. Serta merta menempelkan bibir nya ke bibir tante yang masih cantik itu. Mariana terkejut dengan tindakan nekat Lukit.
"Jika tante mau, aku akan memberikan semua yang tante inginkan. Nafkah batin yang tidak tante dapatkan dari suami, tante!" ucap Lukit dengan mata yang menggoda. Tangan tante Mariana masih digenggam Lukit dan diciumnya. Mariana serta merta menariknya. Wajah keduanya memerah seperti kepiting, malu-malu dan mulai ada tuntutan yang lebih dari sekedar partner untuk menjalankan misi karena dendam nya terhadap seseorang.
Lukit tersenyum melihat Mariana akan menuntut lebih terhadap dirinya. Selain Mariana minta Lukit untuk mendekati Fika, Mariana akan menjadikan Lukit kekasihnya.
"Kita mau ke mana tante?" tanya Lukit pura-pura tidak tahu.
"Hanya bersenang-senang saja. Kamu mau kan?" sahut Mariana.
__ADS_1
"Jadi? Setelah ini apakah tante mengurungkan niatnya untuk membalas sakit hati tante terhadap madu tante?" tanya Lukit dengan tersenyum. Sebenarnya Lukit tidak tertarik dengan segala balas dendam dengan semua yang direncanakan oleh Mariana. Mariana melebar matanya.
"Kenapa? Apa kamu takut mendekati wanita itu?" sahut Mariana.
"Benar! Takut jika aku jatuh cinta dengan madu tante! Aku tipe laki-laki yang mudah jatuh hati dengan wanita yang bersuami. Dia lebih menggoda, tante," ucap Lukit tanpa sopan santun.
"Baiklah, sedikit dirubah saja rencananya. Kita akan menjebak wanita itu dan kita akan mendapatkan foto-foto kebersamaan kamu dengan maduku itu. Lalu foto itu akan aku berikan ke Fiko. Aku akan membuat huru hara dalam pernikahan mereka," ucap Mariana kembali memikirkan rencana liciknya terhadap madu nya itu.
"Baiklah, itu lebih cepat prosesnya. Dari pada aku harus berkuliah lagi. Ini akan memakan waktu lama. Dan belum tentu berhasil. Mana tahu Fika atau madu tante itu bukanlah wanita murahan yang mudah jatuh hati dengan orang dan bukan tipe wanita yang suka berkhianat serta berselingkuh," kata Lukit.
"Kamu benar! Sebenarnya istri kedua suamiku itu adalah tipe wanita yang setia dan sederhana," sahut Mariana.
"Bagaimana dengan tante sendiri?" tanya Lukit. Mariana telah memarkirkan mobilnya di suatu tempat. Dengan berani Lukit mendekati Mariana dengan mengikis jarak di antara keduanya. Mariana gelagapan dan terkejut dengan aksi nakal Lukit.
"A.. aku.. aku aku juga istri yang setia, Lukit!" ujar Mariana dengan gugup. Namun Lukit serta merta menikmati setiap inci wajah cantik Mariana. Detak jantung itu tidak beraturan. Di dalam mobil itu Lukit menikmati bibir tante kesepian itu dengan gemetaran.
__ADS_1
"Lukit! Kamu?" Mariana tidak akan sanggup menolaknya. Karena dia sudah sangat lama tidak mendapatkan sentuhan seperti itu. Lukit tersenyum seringai tanpa mempedulikan tante Mariana yang berkata 'jangan lakukan' kepada Lukit. Namun tubuh nya menerima nya dengan sangat senang hati.