ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
Bab 12


__ADS_3

Lukit kini baru masuk ke kafe itu. Dengan cepat, Lukit melepas jaketnya dan mulai dengan kerjaan nya. Kebetulan tamu dan pengunjung di kafe itu belum banyak yang datang. Lukit berdiri di dekat Salsabila yang berada di tempat kasir.


"Lukit, ini ada titipan dari tante itu! Dia memberikan untuk kamu sebagai tips atau imbalan karena kamu sudah memindahkan tante itu ke kamar belakang lantaran mabok semalam. Dan juga kamu di suruh menghubungi tante itu," ucap Salsabila dengan suara pelan. Lukit menerima beberapa lembar uang kertas dan juga kartu nama tante itu. Lukit membaca kartu nama itu yang bertuliskan nama Mariana.


"Tante itu namanya, Marina," ucap Lukit.


"Benar! Mungkin saja dia akan menjadikan kamu brondong nya," canda Salsabila. Lukit menjulurkan lidahnya.


"Kamu cemburu yah, dengan tante itu?" tuduh Lukit.


"Tidak ya! Mana ada seperti itu!" sahut Salsabila namun wajahnya kini bersemu merah lantaran malu.

__ADS_1


"Cemburu juga tidak apa-apa! Itu artinya kamu benar-benar menyukai aku, loh!" goda Lukit.


"Tidak akan! Aku tidak akan menyukai kamu," sahut Salsabila. Walaupun bibir nya berkata tidak menyukai namun wajahnya terlihat bersemu merah. Mungkin saja malu yang di rasakan oleh Salsabila.


Lukit diam-diam menyimpan nomor WA Mariana di ponsel nya. Lukit mulai mengirimkan pesan di sana. Ucapan terimakasih karena sudah memberikan tips pada dirinya.


@@@@@@@


"Kamu baru pulang yah, Fiko?" tanya pak Tomas dengan nada dingin. Fiko segera menghampiri Pak Tomas dan segera bersalaman dengannya.


"Papa! Iya, pa ada sedikit urusan di anak cabang di luar kota," ucap Fiko. Pak Tomas tersenyum sinis.

__ADS_1


"Sudah semalam aku tiba di rumah ini, Fiko. Kamu pergi kemana dan Mariana pun juga pergi entah kemana. Yang pasti jawaban kalian berdua berbeda-beda. Papa menjadi curiga dengan kalian berdua. Sebenarnya kalian ini masih suami istri atau bukan sih?" ucap pak Tomas dengan nada yang keras. Fiko mengerutkan dahinya.


"Memangnya Mariana bilang apa dengan papa?" tanya Fiko.


"Mariana bilang kalau pergi ke acara pesta temannya dan bersama dengan kamu juga. Tapi ketika aku tanya kepada Mariana, kenapa tidak pulang bersama dengan kamu, Mariana bilang kamu dijemput sopir pribadi kamu, dan langsung ke kantor," ucap Pak Tomas. Fiko menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebenarnya apa yang Mariana katakan benar adanya, pa! Namun sebelum acara selesai, aku sudah pamit duluan dan dijemput sopir pribadi ku," bohong Fiko. Padahal Fiko dari semalam di rumah Fika, istri keduanya.


Pak Tomas belum mengetahui kalau Fiko sudah menikah lagi dengan Fika. Pernikahan Fiko dengan Fika tentu saja tidak diketahui dengan papa mama Mariana. Fiko yang menikah lagi dengan Fika hanya orang tua Fiko dan Fika yang mengetahuinya. Orang tua Fika sebenarnya sangat keberatan jika Fika diperistri oleh Fiko yang notabene adalah sudah beristri. Posisi Fika adalah menjadi istri kedua dari Fiko. Namun lantaran Fika sudah berumur, dan Fika mencintai Fiko, mau tidak mau kedua orang tua Fika merestui Fika menikah dengan Fiko dan menjadi istri keduanya Fiko.


"Jika ada masalah keluarga di selesai kan dan dibicarakan bersama," ucap Pak Tomas.

__ADS_1


__ADS_2