
Sasa pergi ke kafe tempat kerja Lukit. Di sana Sasa berkenalan dengan Salsabila. Salsabila tentu saja menjadi sangat cemburu ketika mengetahui ada gadis kecil yang mencari laki-laki yang diam-diam dia sukai. Benar! Salsabila sejatinya menyukai Lukit dari lubuk hatinya yang terdalam. Tentu saja kebusukan Lukit yang menjadi laki-laki partner ranjang tante Mariana tidak diketahui oleh Salsabila. Di mata Salsabila, Lukit adalah laki-laki yang lurus-lurus saja dan tidak neko-neko. Sehingga sifat pekerja keras Lukit sangat disukai oleh Salsabila.
Salsabila sering ke rumah Lukit hanya ingin menjumpai ibu nya yang tinggal sendirian di rumah. Benar! Lukit adalah anak satu-satunya dari ibu nya yang sudah janda dan berusia sudah lanjut.
Di ujung itu Sasa sudah duduk sambil menikmati minuman dan camilan. Jus jeruk dan kentang goreng sudah tersaji di meja nya. Kini Sasa telah memesan pisang coklat keju juga di kafe itu. Kafe itu sebenarnya adalah kafe yang sarat akan kehidupan malam yang bebas. Berbagai jenis minuman beralkohol tersedia di sana. Namun Salsabila yang menjadi pelayan di kafe itu tidak terpengaruh sedikitpun. Berbeda dengan Lukit yang terkadang masih suka minum-minuman yang memabukkan itu. Apalagi kalau beberapa tamu meninggalkan botol minuman nya yang masih utuh dengan harga minuman yang super mahal.
"Kamu mau di sini atau aku akan mengantarkan kamu pulang, Sasa? Aku bekerja sampai pagi nanti. Aku tidak mau kamu kenapa-napa atau bahkan di cari mama kamu nanti," kata Lukit yang saat ini mendatangi Sasa sambil membawakan pisang coklat keju untuk Sasa.
__ADS_1
"Aku lagi malas pulang, kak! Aku mau di sini saja nungguin kamu bekerja," ucap Sasa keras kepala.
"Jangan Sasa! Di sini sangat berbahaya bagi gadis seusia kamu. Nanti semakin malam banyak pria-pria hidung belang mencari mangsa. Dan model kamu seperti ini akan menjadi incaran om-om kesepian seperti itu," kata Lukit.
"Tidak mau! Pokoknya aku maunya di sini bersama kak Lukit. Mau menemani kak Lukit bekerja," rengek Sasa keras kepala. Lukit akhirnya menarik nafasnya kasar dan meninggalkan Sasa duduk sendiri di kursinya. Lukit kembali bekerja dan berdiri di dekat Salsabila.
"Dia putri tante Mariana," jawab Lukit singkat saja. Salsabila menyipitkan matanya menatap tajam mata Lukit.
__ADS_1
"Kenapa kamu bisa sangat dekat dengan anaknya tante itu? Tante yang telah menolong kamu itu, Lukit?" tanya Salsabila mendesak Lukit untuk menjawabnya.
"Entahlah! Mungkin saja aku ini laki-laki yang suka anak kecil dan mengayomi. Jadi dia sampai suka dengan aku," Lukit asal jawab saja.
"Lukit! Yang aku lihat dari bola mata gadis kecil itu. Ini bukan masalah kamu laki-laki yang baik dan suka mengayomi. Namun gadis kecil ini seperti nya sudah jatuh hati dengan kamu. Dia lagi mendekati kamu atau istilahnya ingin mengejar kamu. Hayo! Apa yang sudah kamu lakukan kepada gadis kecil itu sehingga dia menjadi mengejar kamu ke kafe ini, Lukit?" ucap Salsabila. Lukit memikirkan apa yang dikatakan oleh Salsabila.
"Mungkin saja saat itu dia berusaha mencium ku. Dan bibir kami sudah menempel. Apa dia jadi minta dicium lagi dengan aku?" ucap Lukit.
__ADS_1
"Astaga! Kamu benar-benar konyol Lukit! Justru itulah, gadis itu merasa kalau kamu sudah memberikan harapan kepada nya dengan ciuman itu. Baginya ciuman itu adalah sebagai pertanda kalau kamu juga menyukai dirinya. Walaupun di lingkungan ini ciuman masih bentuk hal wajar ketika bertemu," terang Salsabila. Lukit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.