ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
Bab 13


__ADS_3

Bunda dan ayahnya Fika saat ini bertandang di kediaman rumah Fika. Saat ini ayah dan bunda Fika saat ini sedang duduk berbincang menikmati secangkir kopi dengan ditemani pisang goreng. Fika masih berkutat di dapur masih membuat kue kukus. Memang Fika sangat hobi membuat kue di saat hari libur seperti hari minggu seperti ini. Kesibukannya di kampus untuk mengajar dan menjadi dosen butuh merefresh pikiran nya dengan membuat berbagai cemilan baik kue kukus maupun bolu panggang.


"Bunda, aku mulai mengkhawatirkan Fika setelah menikah dengan Fiko. Bagaimana pun juga Fika ini termasuk wanita yang membuat rumah tangga Fiko menjadi rumit. Menjadi istri kedua Fiko akan membuat kehidupan anak kita akan semakin rumit. Belum lagi jika istri pertama Fiko bikin ulah," curhat ayah Fika yang bernama Pak Taufik. Bunda Fika yang bernama bu Zaenab hanya tersenyum simpul.


"Ayah jangan mengkhawatirkan masalah ini. Ini sudah menjadi pilihan anak kita, Fika. Fika sudah menentukan jalan dan takdir hidup nya menjadi istri Fiko, cinta pertama nya dulu. Lagipula Fika dan Fiko sudah lama saling mencari. Mereka sama-sama merasa kalau keduanya adalah cinta pertama. Fika anak kita rela menjadi istri yang kedua lantaran mencintai nak Fiko. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan kebahagiaan anak kita. Semoga bisa hidup berbahagia dengan pasangan hidup nya. Pahit manis harus dihadapi bersama," ucap bunda Salamah. Pak Taufik menghirup batang tembakau dan membuangnya dengan kasar.

__ADS_1


"Dari dulu sebenarnya aku sangat yakin jika Fika akan bersatu dengan Fiko. Namun menjadi istri kedua ini akan membuat cinta Fiko terbagi-bagi dengan dua keluarga nya. Baik dengan istri yang pertama maupun dengan Fika yang merupakan istri keduanya," kata pak Taufik. Bu Salamah tersenyum saja lalu mengambil pisang goreng yang tadi dirinya lah yang membuatnya untuk teman kopi suaminya.


"Makanya Fika menginginkan kita tinggal di rumahnya karena Fika terkadang kesepian ketika suaminya berada di rumah istri pertamanya. Dengan istri pertamanya, nak Fiko sudah memiliki tiga anak dan sepantasnya nak Fiko juga perhatian dengan keluarganya sebagai seorang figur ayah. Ibu jadi kebelet ingin segera menimang cucu. Semoga saja Fika secepatnya bisa mengandung. Rumah ini akan menjadi ramai dengan suara gaduh anak-anak. Dan mungkin saja Fika tidak lagi merasa kesepian jika kita sesekali pulang ke desa," ujar bu Salamah. Pak Taufik tersenyum. Sesaat wajah keduanya cerah jika membayangkan anak perempuan nya mengandung dan melahirkan. Mereka akan dipanggil nenek dan kakek dari anak Fika.


"Ayah, bunda! Ayo dicicipi hasil kreasi kue buatan aku!" ucap Fika yang datang dari arah dapur. Bu Zaenab dan pak Taufik seketika menghentikan obrolan nya mengenai Fika.

__ADS_1


"Bagaimana bunda? Enak tidak?" tanya Fika dengan melebarkan matanya. Bunda Salamah mengunggah kue itu sampai habis. Kini kembali bunda Salamah mengambil satu potong kembali kue brownies kukusnya.


"Bunda? Enak atau lapar bunda?" tanya Fika yang sudah tidak sabar menanti bundanya menilai hasil buatan kue brownies kukusnya.


"Ayah, ayo cicipi kue buatan aku!" kini Fika memberikan piring yang berisi potongan kue brownies itu ke dekat ayahnya. Pak Taufik mengambil satu lalu mulai mengunyah nya. Satu potong kue brownies itu habis. Dan kini Pak Taufik kembali mengambil satu potong kue brownies itu kembali. Fika masih menunggu ayah dan bundanya memberikan komentar.

__ADS_1


Akhirnya Fika mengambil potongan kue brownies satu untuk dimakannya sendiri.


"Ini enak sekali! Kenapa ayah dan bunda sangat susah sekali bilang kalau kue buatan aku, ternyata sangat enak," ucap Fika kini menatap bunda dan ayahnya secara bergantian. Bunda dan ayahnya terkekeh dan kembali mengambil kue brownies yang masih di ada di atas meja.


__ADS_2