ISTRI YANG KE DUA

ISTRI YANG KE DUA
BAB 46


__ADS_3

"Ah masa bodoh dengan mereka! Aku lebih baik kembali ke kafe! Aku sudah malas berhubungan dengan Mariana lagi," gumam Lukit sambil menjalankan motornya.


Sementara itu di kafe tempat kerja Kulit, Salsabila sudah sangat kerepotan dengan banyak nya pengunjung kafe yang mulai ramai berdatangan. Di kafe itu hanya Hendri yang membantu Salsabila melayani tamu dan pengunjung kafe. Sedangkan Kulit belum juga datang kembali ke kafe itu.


Setengah jam perjalanan dari rumah Mariana menuju ke kafe, akhirnya Lukit tiba. Salsabila sudah memasang wajah cemberut. Namun Lukit dengan cepat dan gesit membantu melayani pengunjung kafe itu.


"Kamu ngapain saja sih? Kamu kan tahu kalau jam-jam segini pengunjung kafe mulai berdatangan. Kamu malah datang terlambat," protes Hendri. Lukit hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Namun Lukit segera menebus kesalahannya dengan bergerak cepat dan lebih gesit. Salsabila masih terlihat cuek dengan kedatangan Lukit. Tentu saja Salsabila sebal dan menduga yang tidak-tidak terhadap Lukit karena Salsabila tahu benar kenapa Lukit baru tiba kembali ke kafe tempat kerjanya itu.


🦋🦋🦋🦋🦋


Setelah mengkondisikan pengunjung dengan pelayanan yang baik, Lukit segera mendekati Salsabila yang duduk di tempat kasir.

__ADS_1


"Tadi itu Sasa menahan aku untuk tidak ke kafe," kata Lukit akhirnya. Salsabila membulat matanya dengan sempurna.


"Lalu Sasa mengajakku melihat film di rumahnya. Aku semakin tidak bisa pergi dari rumah itu,"cerita Lukit lagi.


" Lalu?" sahut Salsabila dengan mata yang melotot. Lukit mengalihkan pandangannya ke depan ke arah pengunjung kafe yang saat ini sudah menikmati minuman serta cemilan nya di setiap ruangan.


"Lalu? Mariana memergoki aku ada di sana bersama dengan Sasa. Tentu saja Mariana menjadi salah paham dan cemburu melihat aku dekat dengan Sasa," cerita Lukit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak! Bukan seperti itu maksudnya! Aku sebenarnya sudah malas dengan tante Mariana. Demikian juga dengan Sasa. Kehidupan orang kaya itu sangat aneh. Aku ingin lepas dari tante Mariana. Sungguh! Tolong aku Salsabila! Berpura-pura lah kamu menjadi kekasihku. Tolonglah! Ini supaya tante Mariana tidak mengikat aku dengan hubungan yang membuat aku semakin gila," kata Lukit. Salsabila melebarkan matanya mendengar ucapan Lukit.


"Maksudnya apa, Lukit? Tante Mariana membuat kamu gila? Memang nya apa yang sudah kalian lakukan? Apakah selama ini kamu sudah menjadi selingkuhan tante Mariana? Astaga, Lukit! Tante Mariana adalah wanita yang sudah bersuami. Apakah kamu tidak menyadari hal itu?" ucap Salsabila.

__ADS_1


"Aku tahu, Salsabila! Aku tahu kalau tante Mariana sudah bersuami. Namun hubungan mereka tidak harmonis. Aku hanya kasihan saja terhadap tante Mariana. Tante Mariana memberikan aku banyak uang untuk membantu nya. Suaminya saat ini telah menikah lagi," cerita Lukit.


"Seharusnya itu bukan urusan kamu, Lukit! Hubungan mereka yang kurang harmonis atau tidak itu seharusnya kamu tidak perlu ikut campur didalamnya. Jangan-jangan kamu sudah dijadikan pacar tante Mariana untuk memenuhi hasrat nya karena sekian lama kesepian tidak mendapatkan jatah nafkah batin dari suaminya?" tuduh Salsabila. Dengan cepat Lukit membenarkan dan itu diakuinya tanpa rasa malu sedikitpun.


"Astaga, Lukit!" sahut Salsabila. Lukit hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil meringis saja.


"Sebenarnya aku tidak menginginkan semua ini terjadi dengan aku. Tante Mariana selama membuat aku tergoda. Tante Mariana selalu memancing aku," Lukit tidak mau disalahkan.


"Dan sekarang kamu mau bilang kalau Sasa, anaknya tante Mariana juga telah menggoda kamu?" sahut Salsabila.


"Benar!" sahut Lukit sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Salsabila rasanya ingin muntah mendengar pengakuan dari Lukit.

__ADS_1


__ADS_2