Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 13


__ADS_3

Disisi lain di ruang HRD,


Bu Sinta dan Bu Ratna sedang mendiskusikan sesuatu mengenai Ran dan Luna, mereka sedang merencanakan sesuatu untuk mereka berdua, melihat Bu Ratna yang telah mengetahui siapa Luna, berharap Luna bisa menjadi penolong Ran, dan merubah sifat tempramen yang sudah melekat dalam kepribadian putranya itu.


"Sinta, Apa kamu yakin Luna akan menyutujuinya?, aku tidak yakin dia bisa menerima tawaranku ini "


Bu Ratna yang terlihat menunduk sedikit cemas dengan rencananya itu.


"Mungkin dia setuju kalau kamu yang berbicara perihal hubungan ibunya dan kita Atna." Ujar Bu Sinta meyakinkan sambil memegang tangan sahabat kecilnya itu.


***


Flasback on (3 bulan yang lalu)


" Apa?!!, kau sudah gila ya Yao! Kau pikir anakku tidak punya trauma atas kejadian itu, lantas kenapa kau bisa muncul ide konyol ini ?, " Ratna terlihat sangat marah karena mendengar Yao yang meminta persetujuannya untuk mencari asisten pengganti Sabrina.


"Tapi ini bukan sepenuhnya ide saya bos, ini semua juga karna permintaan Ran".


"Sudah gila anak itu!, kenapa bisa berfikir kesitu, jelas jelas karena asisten pribadi itu dia sampai depresi mengurung diri dikamarnya, tapi kenapa dia malah ingin mencari asisten lagi!".


Lagi lagi Ratna dibuat kesal oleh permintaan anaknya, ia mondar mandir didepan sofa sambil memijat dahinya memikirkan cara bagaimana untuk bisa menggagalkan rencana anak bungsu nya itu.


Melihat nyonya bos nya mondar mandir tak tentu arah Yao pun ikut bingung, Yao ingin mencoba menjelaskan maksud dari Ran juga ada maksud tertentu,yaitu setidaknya bisa menghindar dari gangguan Sabrina.


"Bos bos, coba anda tenang dulu, saya akan coba jelasin inti dari maksud rencana ini semua." Yao menghampiri Bu Ratna dan perlahan mendudukannya di sofa.


"Jadi maksud Ran sebenarnya tak lain hanya untuk mengelabui Sabrina, dan membuat Sabrina tak bisa berbuat apa apa lagi karena Ran sudah mendapatkan penggantinya, dan setidaknya Sabrina tidak mencoba memaksakan diri lagi untuk mendekati Ran"

__ADS_1


Mendengar alasan dari Yao, Ratna menangkap sesuatu yang ganjal sebuah maksud dari Yao.


"Maksudmu ini rencana mencari asisten sekaligus jadi pacar anakku?"


Ratna memandang Yao bingung.


Yao mengangguk pelan.


"Hhh apa Ran mau di combalangin seperti itu, kau seperti tidak tau sifat Ran saja Yao!"


Maki Bu Ratna pada yao sambil memukul bahu Yao, reflek yao sampai meringis karena mendapat serangan mendadak dari Bu Ratna.


"Bos, sebenarnya kalau niat comblagin Ran itu niat saya, kalau rencana dari Ran hanya mencari pengganti Sabrina saja" Yao membisik pada Ratna.


"Apa?!, jadi kau memanfaatkan rencana Ran untuk mencari kekasih?."


Lagi lagi Bu Ratna tak percaya dengan aksi konyol Yao itu.


Yao menjelaskan maksud dan tujuannya secara perlahan pada Ratna, memang Ran tidak pernah sekalipun menjalani hubungan special dengan seorang wanita, bahkan Ran sangat risih melihat para wanita yang terlalu memaksa mencari perhatian padanya.


Ran tidak bisa mengerti apa itu perasaan suka pada wanita ditambah watak Ran yang tempramen membuat Ran takut kelak ia akan menyakiti hati para wanita yang hanya karna tidak bisa memahami ego nya.


Ratna berfikir sejenak, ia tidak membantah perkataan Yao, karena fakta yang sedang terjadi adalah benar adanya, sampai sampai ada media yang memberitakan bahwa selama ini pimpinan agency ternama itu tidak pernah terlibat asmara terhadap perempuan karena ia adalah seorang homo. Hal itu membuat nama baik Ran dan keluarganya menjadi buruk dimata semua orang saat itu.


Untungnya Yao bertindak cepat untuk menghapus pemberitaan itu dari media baik dari media sosial maupun media cetak, untuk mencegah pemberitaan semakin beredar.


Keesokan harinya Ratna menemui Sinta di kantornya, ia ingin mendiskusikan perihal rencana anaknya yang ingin merekrut seorang asisten lagi, dan memberitahukan perihal ide konyol yao itu.

__ADS_1


"Apa?, Yao yang memberi ide itu?"


Ratna mengangguk pelan.


"Sebenarnya ada benarnya juga Yao, kamu memang tidak ingin melihat Ran menjalin asmara dengan wanita?"


Sinta meyakinkan Ratna yang sedang dilanda gelisah.


"Itu masalahnya Sinta, Yao memberi ide itu tanpa memikirkan siapa yang akan dijadikan target wanitanya, aku gak mau disaat Ran menjalin hubungan dia semakin tak bisa mengatur ego nya, aku ingin wanita yang sabar menghadapi sikap anakku dan bisa merubah sifat tempramennya."


Memikirkan hal itu sinta jadi teringat luna, iya. Luna seseorang yang sangat ingin ia ceritakan pada Ratna dari dulu, tetapi karena amanat ibunya yang membuat Sinta mengurungkan niatnya itu, namun saat ini Sinta berfikir sudah waktunya Ratna mengetahui semuanya.


"Atna.. selagi membahas ini, aku ingin menceritakan satu rahasia padamu, aku rasa ini waktu yang tepat untuk memberitahumu". Sinta memegang tangan Ratna dan mulai menceritakan masalah Risa, satu sahabat kecil nya yang beberapa tahun tidak pernah ada kabar dan tidak pernah mau bertemu lagi.


Sinta menceritakan tentang pertemuannya dengan Risa di rumah sakit, disitu ia menemui risa tengah kontrol bulanan, Risa mengidap penyakit Tubercolosis. Risa mulai di diagnosa penyakit itu tak lama setelah perusahaan suaminya bangkrut.


Risa memberi alasan kenapa ia selalu tak hadir dalam reuni beberapa tahun terakhir dan menghilang dari kedua sahabatnya itu. Saat itu Risa memperkenalkan Luna yang sudah beranjak dewasa dan Risa menitipkan Luna jika ia tidak bisa menemani Luna sampai Luna menikah. Risa merasa bahwa dengan penyakitnya ini usia nya sudah tidak lama lagi. Dan benar selang 3 minggu kemudian Risa menghembuskan nafasnya dirumah sakit sejak itu Sinta lah yang menemani Luna dan merawat Luna seperti anak sendiri.


"Kenapa kamu tidak bilang padaku selama ini Sinta, kenapa? " Mendengar cerita Sinta, tak terasa air mata mengucur di dari matanya, ia sangat tak menyangka sahabat yang selama ini ia rindukan sudah tidak ada lagi di dunia ini.


"Aku hanya menuruti amanat dari Almh.Risa Atna, dia mau aku menceritakan semua ketika anak anak sudah dewasa, ia mau Ran yang bisa menjaga Luna, karena selama ini Risa diam diam sering mengunjungi gedung ini untuk melihat Ran".


"Tapi kau tetap saja tega Sinta, bahkan aku tidak tau kondisi Risa disaat terakhir hidupnya." Sambil bercucuran air mata Ratna memeluk Sinta yang hanyut dalam kesedihan.


"Sekarang mana gadis itu Sinta, aku ingin menemuinya". Sambil menyeka air matanya Ratna kini kembali membuat ekspresi berbinar karena penasaran dengan anak sahabatnya itu.


"Tunggu dulu Atna, sebenarnya aku punya rencana, jangan terburu-buru kau ikuti saja rencanaku."

__ADS_1


..


Hai sahabat readers, jangan lupa like ,komen dan vote nya yah, karena author juga butuh support kalian juga nih buat semangat up❤️


__ADS_2