Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 43


__ADS_3

Di depan lift. pasangan pengantin baru itu berpapasan dengan Yao yang sepertinya hendak sarapan juga. "Ran, Luna. Kalian mau sarapan?"


"Iya pak Yao, Anda juga?" Hanya Luna yang menjawab Yao. "Iya. Em ngomong ngomong. Mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan pak lagi. Kau bisa memanggilku Yao saja." Tersenyum tipis sambil berjalan menuju lift.


"Maaf pak Yao, sepertinya saya kurang nyaman kalau hanya memanggil nama anda. Bagaimana kalau saya memanggil kakak? Lagian umur anda lebih tua kan dari saya."


"Cih, kakak konon."


Pria disebelahnya berdecak mendengar ucapan Luna. 2 Orang itu serentak melirik Ran. "Kenapa? lanjutkan saja." Ucapnya acuh sambil memasukan tangannya ke saku celananya. "Dan mulai sekarang. Pakailah bahasa santai denganku. Kau sekarang istri sahabat ku." Senyum tipis. "Hei! aku boss mu." Seperti merasa tak terima.


Kenapa lagi orang ini?


Pintu lift terbuka. Ran meninggalkan dua orang dibelakangnya. Berjalan duluan. Sampai di depan meja prasmanan. Luna menghampiri suaminya. "Tuan mau makan apa?" Seraya memegang piring. "Aku bisa ambil sendiri!" Luna terlihat manyun.


Di meja seberang. Yao menyiapkan misinya. Ia mencampurkan sesuatu ke minuman Ran. Sambil mengawasi dua orang yang masih berdiri didepan meja prasmanan. Sebenarnya Yao merasa sedikit khawatir dengan ide gila Bu Ratna. Namun berkat iming iming yang akan diberikan padanya. Yao akhirnya setuju dengan ide Bos madamnya itu.


Ran dan Luna pun berjalan menuju meja, dimana Yao berada. Kini giliran Yao yang mengambil sarapannya. Ran melihat ada 3 gelas susu dimejanya. "Siapa yang menyiapkan ini?" Mengangkat gelasnya. "Mungkin kak Yao Tuan." Melirik istrinya. Risih dengan panggilan baru istrinya untuk Yao. "Ganti! aku tidak suka susu. Ambilkan aku kopi!" Menyerahkan gelasnya pada Luna. "Eh jangan dibalikin Tuan. Biar saya saja yang minum. Saya suka susu kok." Mengambil gelas dari tangan Ran dan meletakkan di depannya.


Luna memanggil pelayan untuk mengambilkan kopi untuk Ran. pasangan itu pun menikmati makananya. Luna dengan lahap menghabiskan 2 gelas susu miliknya. Termasuk milik Ran sebelumnya. Yao memperhatikan Luna. Membulatkan matanya melihat Luna meminum susu milik Ran. "Luna! ka,kau meminum susu milik Ran?" Yao gelagapan karena sasarannya meleset. "Iya kak, emang kenapa?. Tuan tidak mau susu. Dan sudah aku pesankan kopi tadi." Bicara dengan nada santai.


Mati aku. Kenapa aku lupa kalau Ran lebih suka kopi. Haish aku salah sasaran kali ini. Yao terlihat gelisah. Ran memperhatikan tingkah Yao yang wajahnya dipenuhi keringat.


"Kau kenapa?"


"Ah, sepertinya aku lupa sesuatu. Aku mau balik ke kamar dulu!" Tanpa basa basi langsung meninggalkan mereka berdua . Kaborrrr....


Kenapa dia. seperti salah tingkah begitu. Luna.


"Tuan, setelah ini anda mau kemana?"


"Ke kamar lah. Mau kemana lagi."


Sial. Kenapa tidak keluar aja sih. Masa aku harus canggung canggung an lagi. Aaaaa aku ingin ke pantai saja rasanya.


"Tuan apa boleh saya ke pantai?"


"Hemm"


"Hemm apa Tuan? boleh atau tidak?"


"Terserah"


Sesampainya dikamar. Luna segera menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian yang cocok untuk bersantai di pinggiran pantai. Ia memakai tank top berwarna biru muda dan juga hotpants jeans. Tak lupa juga dengan topi pantai.

__ADS_1


"Tuan saya keluar dulu ya."


"Hemm" Menjawab tapi tidak melihat istrinya.


Langkah Luna terhentu saat akan membuka handle pintu. Tiba tiba tubuhnya merasa panas dan gerah.


Owh kenapa ini. Kenapa badanku gerah sekali. Ah kenapa seperti tersengat listrik.


A, aku kenapa.


Sadar dengan Luna yang mencak mencak di samping pintu dengan mengibas ngibaskan tangannya. Ran terlonjak dan menghampiri Luna.


"Luna! kau kenapa?" Hendak menyentuh bahu istrinya namun.


"Jangan! jangan sentuh Tuan! Ah panas sekali!" Tak henti hentinya Luna merintih kepanasan. Ran makin dibuat bingung dengan tingkah gadis didepannya.


"Ah Tuan! tolong! panas huhh gerah!"


"I,iya kau kenapa?" Ran kebingungan.


"Ti,tidak tau Tuan. Badan saya gerah sekali. Seperti tersengat listrik!"


"Kau habis darimana?"


"Kan daritadi saya bersama anda."


"Tunggu! apa kau punya alergi? Atau kau tadi makan apa?"


"Duuhh Tuan. Saya tidak punya alergi apa apa. Dan saya juga tadi makan roti sama telur aja kok.!" Berlari dan duduk di tempat tidur.


"Terus apalagi?"


"Susu! Iya susu. Tadi kan saya minum 2 gelas!"


"Ah panas banget gak tahan!"


Sejenak Ran mengingat ingat. Ia teringat ketika Luna meminum susu yang disiapkan oleh Yao.


"Damn! Dia ingin memberiku obat perangsang lagi rupanya!"


Ran paham akan reaksi obat perangsang. Karena sebelumnya ia pernah coba coba meminum obat itu dulu. Dan reaksinya sama persis dengan apa yang dialami Luna.


"Luna kau tenanglah!" Hendak menyentuh Luna. Namun tangannya ditepis lagi. "Jangan pegang pegang Tuan!."

__ADS_1


"Sial bagaimana ini?" Ran mengacak ngacak rambutnya kasar. Ia tak tau harus berbuat apa.


Tanpa sadar Luna hampir menyingkapkan tank top nya. Namun Ran cepat menyadari itu dan menghentikannya.


"Hei! Kau mau apa?"


"Akh saya tidak tahan lagi Tuan. Ini panas banget!"


Tanpa pikir panjang. Ran langsung menggendong tubuh mungil istrinya. Luna tidak lagi sadar akan perlakuan Ran karena tidak tahan dengan suhu badannya. Ran Menuju kamar mandi. Dan meletakkan tubuh itu kedalam bathtub. Lalu mengucurkan keran, membasahi tubuh Luna.


"Bagaimana?" Ran berjongkok di pinggiran bathtub. Memandang wajah istrinya yang masih panik.


"Tuan masih panas! Akh gak tahan lagi!"


Akhirnya Luna dengan cepat membuka semua pakaiannya. Sekarang tubuhnya pun tidak terbalut sehelai benang pun. Ran terkejut dan terpaku melihat tubuh istrinya tanpa busana didepannya. Seketika Ran kembali merasakan ketegangan di dalam ****** ********.


Ran langsung memalingkan wajahnya. Ia seperti menolak pemandangan didepannya. Namun apa daya. Rangsangan yang ia alami justru ingin menyalurkan hasratnya.


Oh my god Luna!


"Hei! Apa apaan kau! Kenapa melucuti semua bajumu!"


"Saya gak tahan lagi Tuan. Ini masih panas. Ah gimana ini. Apa yang terjadi dengan tubuhku!"


"Brengsek. Dia memberi dosis tinggi.


Akhirnya tanpa pilihan lain. Ran kembali menggendong tubuh istrinya yang tanpa terbalut busana itu. Menggendongnya ke tempat tidur. Seiring dengan reaksi barang miliknya dibalik celana. Seperti meronta ronta.


Menidurkan Luna perlahan. Luna merasakan perasaan aneh ketika Ran menidurkannya. Apalagi melihat dengan dekat wajah tampan suaminya. Tanpa sadar Luna mengalungkan tangannya ke leher Ran. Dan mencium bibir Ran yang sedari tadi menggodanya. Ran terkejut dengan aksi spontan Luna. Namun tidak ada penolakan dari Ran. Ia membiarkan Luna menyalurkan rangsangannya. Ia seperti tak punya pilihan lagi.


Gila! Kenapa aku jadi deg deg an gini!


Oh my jerry tahan!! Kau bereaksi lagi rupanya. Tahan. Aku tidak boleh menidurinya sesuai perjanjianku.


Luna melanjutkan aktivitasnya. Setelah 2 menit ia mencium bibir tipis Ran. Ia menjauhkan wajahnya. Dan menarik napas dalam dalam. Posisi Ran sekarang berada diatas Luna. Gadis itu masih mengalungkan tangannya ke leher Ran. Tatapannya mulai sayu. Menyadari itu. Ran cepat cepat beralih dari posisinya. Dan menyingkap tubuh polos istrinya dengan selimut. Gadis itu perlahan terlelap.


Berani sekali kau mengambil first kiss ku. Aku ingin tau. Reaksimu nanti setelah kau menyadari apa yang kau perbuat ini. Seraya tersenyum miring.


"Dan kau! Siap siap berurusan denganku Yao! Apa lagi rencanamu sekarang?" Menatap lurus kearah pintu, dengan tatapan tajam.


Oh sorry my J. Urusan kita belum selesai. Kita selesaikan dikamar mandi saja okey.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan komen Ya🤗❤️ Untuk terus support Novel IAP❤️


__ADS_2