
"Kamu suka kucing?" Luna mengangguk cepat. "Kalau begitu kapan kapan mampirlah, di tempatku banyak jenis jenis kucing dari yang lokal sampai luar negeri."
"Boleh boleh.
Ah tapi ponselku ada di tas, boleh aku minta alamat petshop kamu?."
"Oh, sebentar." Merogoh sakunya, dan mengeluarkan kartu nama. Disitu tertera alamat petshop milik Haikal.
Baru saja Luna akan meraih kartu nama itu, sebuah tangan melesat mengambil kartu itu duluan. Dan betapa terkejutnya Luna ketika tahu siapa yang merampas kartu nama dari tangan Haikal.
Tuan Ran.
Kenapa dia muncul tiba tiba begini.
"Haikal saputra. Siapa kau berani beraninya menggoda istriku.?" Menatap kartu nama itu seraya merangkul bahu Luna.
"Tu,tuan Zhuran?." Haikal merasa tak asing dengan wajah laki laki yang disamping Luna.
Bukannya dia bos Rawn Entertaiment.
Kenapa Luna bisa terikat dengan laki laki berkuasa ini. Apa yang terjadi?.
"Kau mengenalku ya rupanya."
"I,iya Tuan. Siapa sih yang tidak mengenal anda. Bahkan anda adalah idola nenek saya."
"Pffttt." Luna tergelak mendengar ucapan Haikal. Ran melirik Luna sinis. Gadis itu lalu menutup mulutnya rapat.
"Mau apa kau memberi kartu namamu pada istriku?." Bicara dengan tatapan membunuh.
Eh, kenapa dia? kok terlihat kesal begitu.
Dia marah?.
Aku kan hanya mengobrol santai dengan Haikal.
Aku kangen bicara dengan laki laki normal tanpa nada ketus dan sorotan mata tajam seperti bicara denganmu tau.
"Sa,saya hanya mengobrol dengan Luna kebetulan dia adalah ma..."
"Mantanmu kan?. Huh apa perlu diperjelas begitu?." Ucap Ran menyeringai.
Apa?
Jadi dia tau kalau Haikal mantanku.
Eh, tapi tetep yang jadi pertanyaan kenapa dia terlihat marah begitu?.
Dia cemburu. Eh hahaha mikir apa si aku ini. Mana mungkin laki laki ini cemburu. Padaku lagi hahaha.
Wajah Haikal terlihat pias. Ia sendiri tau rumor diluar sana yang mengatakan bahwa kepribadian laki laki didepannya itu sangat dingin di luar kamera. Dan benar saja, disaat bertemu dengannya sekarang tatapan matanya saja sangat mencekam.
Ternyata benar. Dia sangat menyeramkan aslinya. Padahal di media dia sangat mengagumkan.
Cih, nenek ku kenapa nge fans sama orang seperti ini.
__ADS_1
"Maaf Tuan, saya tidak tau kalau Luna sudah menikah. Saya hanya mengobrol santai saja dan memberi alamat petshop saya. Karena Luna sendiri sangat suka kucing. Siapa tau mau melihat lihat." Ujarnya menjelaskan, sambil merapatkan tangannya dibelakang tubuhnya. Haikal takut salah kata.
Ran tidak menggubris perkataan Haikal. Ia lantas menarik lengan istrinya dan menuju mobil.
"Eh mbak, pesanannya!." Pedagang itu meneriaki Luna karena pesanan tahu bulatnya sudah selesai.
"Berikan saja pada laki laki itu!." Memberi tahu dengan sorot mata yang tajam. "Dan kau! Jangan coba coba mengganggu istriku lagi. Walaupun kalian bertemu aku tidak ingin kau bertebar sapa pada istriku!." Berjalan meninggalkan Haikal.
Dia ini kenapa sih. Sakit tau! Main seret aja.
Dan Haikal kumohon jangan hiraukan ucapan lagi lagi gila ini. Begitu arti tatapan mata Luna pada Haikal.
"Masuk!"
"Tapi tuan."
"Tuan lagi." Nadanya sudah menekan.
"Sepertinya aku terlalu baik padamu akhir akhir ini, jadi kau mulai kurang ajar padaku begini."
Kurang ajar apa si.
Ran mendorong pelan tubuh Luna untuk masuk kedalam mobil. Yao pun yang paham akan suasana itu langsung tancap gas dan meninggalkan hotel. Mobil pun berjalan, menembus keramaian kota A saat itu.
Suasana di mobil cukup hening dan mencekam, ditambah dengan wajah datar Ran yang sangat dingin. Membuat penghuni mobil tak ada yang berani bersuara.
Kenapa aura nya jadi berbeda begini sih.
Dan dia juga. Dia itu kenapa sih.
Dan jajanan kesukaanku. Aku gagal memakanmu huhu. Ini semua gara gara laki laki sialan ini. Melirik Ran sekilas dengan tatapan kesal
Sepertinya benar. Ran sudah mulai merasakan panas nya api cemburu.
Apa sudah ada tanda tanda jatuh cinta pada istrinya?.
Hahaha aku penasaran sekali.
Bagaimana ya kalau dia jatuh cinta.
Kalau itu terjadi aku bahkan melihat secara langsung sejarah langka ini. Terlihat senyum tipis dari bibir Yao. Sambil sesekali melirik kearah 2 orang dibelakang yang terdiam membisu.
Bisa bisanya dia santai bicara dengan laki laki lain. Bahkan sampai berani pegang pegang lagi.
Padahal kepadaku saja masih seperti atasannya. Tuan, tuan. Mana ada istri yang memanggil suaminya begitu. Ran bergumam sendiri. Masih kesal dengan kejadian tadi.
"Suamiku. Apa boleh saya nanti main ke petshop milik Haikal?." Akhirnya berani memecah keheningan.
"Kau masih membahasnya sekarang?." Seperti biasa. Menjawab dengan nada ketus.
"Saya hanya ingin melihat lihat saja kok. Saya ingin mengadopsi kucing atau anak anjing, boleh ya suamiku."
Cih,bahkan aku sudah pintar merayunya sekarang.
"Tidak perlu!. Kalau kau ingin. Aku akan membelikanmu dari luar negeri."
__ADS_1
Dasar orang kaya. Enteng banget bilangnya.
Tapi tak apalah. Setidaknya aku mempunyai teman ketika tinggal dengannya.
Jadi aku bisa terhibur dari kesepian yang hakiki nantinya.
Akhirnya mereka sampai di apartemen. Ran tadi sudah mengubungi salah satu pelayan yang ada di apartemennya. Di apartemennya Ran ditemani oleh 2 pelayan.
Andi dari 20 menit sebelum Ran datang sudah stay didepan Lift untuk menyambut Tuannya.
"Selamat pagi Tuan. Selamat datang kembali." Ucap Andi ketika pintu lift terbuka. Keluarlah Ran dan istrinya dibelakangnya.
Dari suaranya sepertinya tidak asing.
Aku pernah mendengarnya dimana ya. Luna.
"Bagaimana keadaan di apartemen selama aku di hotel?." Bicara sambil terus berjalan.
"Semuanya berjalan semestinya Tuan."
"Baiklah, tolong bilangkan pada Tika untuk membawakanku buah di ruang kerjaku setelah ini."
Tika adalah pelayan yang bertugas di dapur. Usia Tika sepantaran dengan Luna, hanya terpaut 1 taun. Lebih muda Luna. Tika bekerja sebagai koki dirumah Ran semenjak dia masih ikut di mansion bu Ratna. Tika ditugaskan bu Ratna untuk tinggal di apartemen Ran untuk bertugas di bagian dapur. Pelayan yang membantu Ran di apartemennya yakni Andi sebagai pelayan yang tugas nya menyambut Ran ketika pulang, mempersiapkan pakaian sampai mengurus semua tagihan pengeluaran apartemen. Sedangkan Tika yang mengurus perdapuran dan kebersihan di apartemen.
"Baik Tuan akan saya beritahu."
Mereka pun masuk kedalam apartemen. Ketika Ran masuk kehadirannya disambut oleh makhluk kecil yang menggemaskan yang sudah menggonggong kegirangan karena kedatangannya.
"Helo timmy, i miss you boy." Berjongkok dan mengelus elus anjingnya itu.
Eh, ternyata dia punya anjing.
Aaa lihat dia. Lucu sekali.
Ketika anjing itu melihat seseorang dibelakang Ran. Dia lantas berlari dan seperti meminta gendong pada Luna.
Luna yang melihat tingkah lucu timmy pun langsung mengangkatnya.
"aaa sayang. Kamu lucu sekali." Timmy pun menjilati wajah Luna.
"Sepertinya dia senang denganmu. Karena Timmy jarang bisa mendekati orang asing."
Luna menurunkan Timmy dan mengelusnya sekarang. Anjing itupun duduk diam tak berkutik ketika mendapat sentuhan dari Luna.
Senyum muncul dari bibir Ran. Melihat anjingnya yang kini akrab dengan istrinya. Padahal Timmy terkenal galak ketika bertemu orang asing. Bahkan sampai sekarang ketika Yao sedang berkunjung dia sering menggigit Yao dan menggonggong seperti mengusir kehadiran Yao.
"Tumben anjingmu nurut. Biasanya juga garang padaku." Ucap Yao.
"Karena aura mu jahat, jadi si Timmy terus menggigitmu."
Sialan. Bukannya anjingmu itu mirip denganmu. Sangat galak.
Bersambung ..
__ADS_1