Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 7


__ADS_3

"Ma, maaf Tuan sa, saya terlalu takjub ketika masuk ke ruangan tuan karena banyak piala, saya jadi nge fans sama tuan hehe"


Sudah gila ya aku ini!,kenapa jadi ngelantur gini sialan!, huhhh demi nyawaku!


"Siapa juga yang menyuruhmu mengambil jas di ruangan itu, padahal jas ku ada di atas kursi kerja ku, kau saja yang curi curi kesempatan melihat ruanganku kan" Sambil melirik Luna sekilas.


Tuhkan tuhkan. Kenapa jadi aku lagi yang dibilang curi curi kesempatan, dasar Tuan takur!.


Hari pertamanya menjadi asisten Ran saat itu cukup memusingkan bagi Luna, ditambah Tuan nya yang cerewet dan tidak ada ramah ramahnya membuat Luna sedikit menyesali keputusannya itu menerima tawaran bu Sinta.


Namun itu semua sudah menjadi tekad bulat Luna, melihat kehidupannya saat ini yang sangat membutuhkan penghasilan tambahan, untuk berobat ayahnya dan membiayai adiknya sekolah.


Briffing dimulai, Luna berdiri disamping Ran, selama Ran memberi instruksi kepada para staff dan sutradara, selain menjadi pimpinan agency Ran juga berperan sebagai eksekutif produser, menjadikan Ran sebagai seseorang yang berpengaruh dalam pembuatan salah satu film terbarunya di perusahaan entertaiment nya.


Pegel juga ni kaki berdiri mulu dari tadi, suruh duduk kek. Ni orang gapunya belas kasihan dikit gitu.


Tanpa sadar Luna juga menikmati pemandangan di depannya itu dengan mata berbinar, melihat tuannya yang sedang berdiskusi dengan penuh wibawa dan menunjukkan aura wajah tampannya yang menghipnotis semua orang yang melihatnya.


"Ehm, air liurmu mau menetes tuh" Ran melirik sekilas Luna yang dia dari tadi menatap lekat dirinya yang sedang memberikan arahan kepada timnya. Sontak perkataan Ran membuat para tim yang sebelumnya serius mendengarkan ran kini melihat bersamaan kearah Luna, seseorang yang dikejutkan Ran.


Luna yang merasa dirinya kelepasan saat memandang Ran kini wajahnya menjadi merah disaat mata semua orang di ruangan itu menatap dirinya dengan senyum yang sedikit meledek. aduh Luna emang baru ini ya lihat orang ganteng , sampe bengong begitu wkwk. Begitu kira kira isi pikiran semua orang yang ada di ruangan itu.


Luna menutupi wajahnya karena malu , apalagi melihat senyum tipis Ran yang penuh kemenangan yang berhasil membuat Luna tersipu.


Apaan sih ni orang, selain galak dia bisa kepedean juga ,ih!


Setelah briffing selesai, Ran keluar dari ruangan itu diikuti Luna dibelakangnya. Jam menunjukkan waktu makan siang perut Luna sudah kelaparan dari tadi, ditambah berdiri sepanjang briffing membuat Luna ingin merebahkan tubuhnya.


Laper banget lagi, ni orang jalan mulu ,mana kenceng banget langkahnya. huhh Tuan gapunya perasaan! tawarin makan gitu, diem aja .Hei kau itu punya mulut kan?!


"Kenapa kau diam saja dari tadi, tidak menawariku untuk makan siang?" Ran bertanya sambil terus berjalan, tidak memperhatikan seseorang dibelakangnya yang sedang tergopoh gopoh mengikuti langkah kakinya yang panjang itu.


Apa!! Kenapa jadi aku?, harusnya anda yang menyuruhku istirahat, dan aku bisa makan, kenapa jadi dia yang kesal sih! heran.

__ADS_1


"Em, saya kira tuan su-"


"Kau tidak baca peraturan ku seluruhnya?!"


Peraturan??,Gawat!, memang belum aku baca semua, lagipula sehari aja mana bisa langsung hafal untuk ukuran manusia normal dengan peraturan setumpuk dan aneh itu!.


"Eh,sudah saya baca Tuan, tapi belum semua, kan tadi saya dipanggil sama manajer Yao". Luna menjawab dengan jawaban yang logis baginya.


Iyakan,tadi juga anda menyuruh manajer Yao memanggilku kan,haha! untung aku nemu jawaban.


"Cih,alasan saja!"


Apa?! alasan kau bilang? jelas jelas kau memanggilku tadi!! ya walaupun aku sempat hampir ketiduran ketika baca peraturanmu yang ga masuk akal itu, tapikan seharusnya kau menerima kenyataan itu sialan!


"Harusnya tadi sambil membaca peraturanku saat ikut briffing, daripada berdiri sambil menatap ku seperti itu, ternyata kau tidak begitu cekatan" Ran sambil memicingkan bibirnya memberi balasan telak yang tidak bisa dibantah siapapun.


Orang ini benar benar!


Membayangkannya saja sudah membuat Luna tergelak apalagi sungguhan, walaupun itu mustahil.


"Maafkan saya Tuan, setelah ini saya akan membaca peraturan yang anda berikan semuanya". Hmm minta maaf saja dulu kan?


"Hemm"


Lagi lagi kalimat yang paling aku benci itu terdengar di telingaku lagi!


"Disaat jam makan siang, kau harus menawarkan makan siang untukku, menu, tempat makan semua kau yang mengatur" Ran terhenti sejenak sambil melihat sekilas wanita dibelakangnya dan memberitahukan secuil fakta yang ada di buku peraturan luna tentang makan siang Ran yang belum dibaca Luna.


Tapikan aku belum tau selera makanmu seperti apa.


"Dan kau harus tau makanan yang aku sukai dan, yang tidak aku sukai dan untuk kali ini aku memaafkan kecerobohan mu, sekarang ikut aku!"


Apa?!!

__ADS_1


Ran berjalan menuju lift diikuti Luna dibelakangnya yang sedang memikirkan cara bagaimana bisa mengetahui semua makanan yang disukai dan yang tidak disukai tuannya. Sambil mengepalkan tangannya Luna mengikuti Ran menaiki lift.


Keheningan tercipta di dalam lift, Luna melirik sekilas tubuh pria disampingnya itu, akan mengasyikan kalau Luna bisa menghajar pria itu untuk meluapkan kekesalannya. Namun lagi lagi fakta yang mengejutkan pikiran Luna lagi yaitu Mustahil. Kalau tidak mau kehilangan pekerjaan nya yang bisa membantu kelangsungan hidupnya ini jangan coba-coba Luna!.


Setelah lift terbuka, Ran melangkahkan kakinya lagi dan berjalan menuju parkiran, disaat keluar lift semua staff dan karyawan yang berpapasan menundukkan kepalanya hormat kepada pimpinan menyebalkan itu.


"Selamat siang pak, nona !"


Apa?! nona ? siapa nona??


Luna clingukan mencari sosok nona yang disebut oleh para pegawai yang menunduk hormat pada tuannya itu.Namun Luna tidak menemukan seorang wanita lagi selain dirinya disebelah Ran.


Bukan aku kan? haha mana mungkin seorang asisten saja di perlakukan hampir sama begitu, ini juga bukan profesi yang agung juga kan, toh kerjaannya hanya disuruh suruh.


Luna menghentikan langkahnya melihat Ran dihampiri seorang sopir yang menjemputnya menuju mobil. lagi lagi sopir itu juga menghampiri Luna dan mempersilahkan Luna untuk memasuki mobil bersama Tuannya.


"Silahkan masuk Tuan,Nona" sopir itu berkata sopan sambil mengadahkan tangannya mempersilahkan tuannya dan luna untuk masuk kedalam mobil.


Nona lagi?! jadi yang dimaksud dari tadi beneran aku, hahaha semulia itu kah menjadi asisten Tuan Ran bedebah ini. hei Luna jangan besar kepala dulu ini juga kau diperlakukan begini hanya saat disamping Tuan agung inikan? dan kau pak sopir panggil saja namaku toh kerjaan kita ga jauh beda.


Setelah pimpinan bersama asisten pribadinya itu masuk, kemudian sopir itu juga menyusul masuk mobil dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Tuan mau makan siang dimana ?"


"Kita ke store baju wanita sebentar pak"


"Baik tuan".


Ngapain ke toko baju wanita?, ohh mungkin mau beliin baju buat pacarnya kali haha..eh tapi menurut kabar yang tersebar pimpinan rawn entertaiment ini tidak pernah kepergok pacaran apalagi memiliki pasangan..hmm jelas..orangnya aja gampang sensi gitu mana ada yang mau hihi..


Tanpa sadar Luna tergelak kecil membuat Ran melirik gadis itu sekilas. Keheningan di dalam mobil akhirnya terpecahkan dengan pertanyaan Luna yang penasaran kenapa tujuannya kali ini ke toko baju wanita bukannya makan siang.


"Lihat saja nanti" Kata Ran singkat . Menyandarkan kepalanya ke kursi mobil sambil menutup mata.

__ADS_1


__ADS_2