Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 41


__ADS_3

Pengantin baru itu akhirnya tiba di sebuah hotel bintang 5. terletak di pinggir kota A. Pemandangannya terlihat sangat menyejukkan saat siang hari. Karena letaknya yang di tepi pantai. Membuat hotel itu menjadi pilihan favorit para pasangan yang baru menikah atau sekedar staycation.


Ran keluar mobil terlebih dahulu, disusul Luna dibelakangnya yang masih menggunakan gaun pengantinnya. Tak lupa Yao mengikuti dari belakang sambil membawa koper 2 bosnya itu.


Yao ikut serta karna suruhan dari Mama Ran. Yao tidak bisa menolak jika berurusan dengan Bos madamnya. Yao tidak hanya menemani atau sekedar membuntuti Ran ke hotel. Namun ada sebuah misi yang ia harus jalankan sesuai permintaan bu Ratna. Awalnya Yao sempat menolak karena kemungkinan resiko yang akan terjadi, namun berkat rayuan Bu Ratna, mau tak mau ia menuruti keinginan wanita paruh baya itu dengan iming iming imbalan yang sangat besar.


Mereka naik lift dan menuju lantai paling atas. Ya, Mamanya sudah membooking kamar presiden suite untuk anak bungsunya itu. Dilantai itu hanya ada 3 kamar. Dan ukuran kamar utamanya sangat luas. Kamar itu yang akan ditempati pasangan pengantin baru itu.


"Kau masuklah dulu!"


"Tuan mau kemana?"


"Aku mau kebawah sebentar dengan Yao."


"Em, okelah."


Luna pun membuka pintu kamarnya.



Ran menatap tubuh Luna sampai menghilang dibalik pintu kamar. Setelah memastikan istrinya benar benar masuk. Ia berlari menuju kamar Yao. Ia mengetuk ngetuk pintu Yao berulang.


"Yao! Yao! Hei, bukalah cepat!"


Mendengar suara bising di luar kamarnya. Yao langsung terlonjak kaget dari rebahannya.


"Duh, siapa sih? baru juga nyentuh tempat tidur!"


"Ran? ada apa lagi?, bukannya barang barangmu sudah ku masukan semua ke kamarmu?"


Ran tak menggubris laki laki didepannya, ia nyelonong masuk kekamar Yao tanpa menunggu persetujuan.


"Lah, kenapa masuk kamarku Ran!"


Ucap Yao setengah berteriak sambil menggaruk garuk tengkuknya.


Lalu Yao melihat Ran yang langsung merebahkan tubuhnya di ranjang tidur Yao.


"Aku akan tidur disini!" Dengan posisi tengkurap seraya menggesek gesekan tangannya ke sprei.


"Gila ya kau Ran, kau kan punya kamar sendiri! lagian ini kan seharusnya malam perta~" Yao menghentikan ucapannya seketika, melihat tatapan intimidasi dari Ran.


"Kau mau membantahku!"


"Bukannya membantahmu Ran, tapi seharusnya kau menemani istrimu sekarang. Dan lagipula disini single bed. Hanya untuk 1 orang, lalu aku tidur dimana?" Rengek Yao karena laki laki didepannya itu memaksa ingin tidur dikamarnya.


"Kau bisa tidur disana!" Sambil menunjuk kearah sofa di seberang tempat tidur.


"Ayolah Ran, kau jangan begini. Nanti kalau Bos Madam tau aku bis~"

__ADS_1


"Bisa apa?"


"Ah maksudku bisa menjawab apa kalau ternyata kau tidur denganku."


Hampir aja keceplosan. Mulut sialan!


"Jadi kau disini memata mataiku?"


"Ya sudah kalau kau tidur disini, tapi sekedar informasi, aku kalau tidur tidak pernah pakai baju, dan setiap malam aku punya kebiasaan mengigau berjalan untuk memeluk orang." Ucapnya berbohong mencari alasan konyol agar Ran pergi dari kamarnya.


Mendengar penuturan Yao, Ran membulatkan matanya. Ia membayangkan bagaimana ia bisa tidur sekamar dengan pria, apalagi tidak pakai baju. Mengigau pula. Bayangannya sudah diselimuti yang aneh aneh.


"Sudahlah, aku jijik tidur denganmu!"


Ran langsung bangkit dari rebahannya. Dan dengan langkah gontai ia menyeret paksa kakinya untuk kembali kekamarnya.


Yes, akhirnya berhasil juga, tak apalah menjatuhkan harga diriku didepan Ran, daripada harus tidur sekamar dengannya. Aku harus menjalankan misiku besok!


Cukup lama Ran berdiri didepan kamarnya. Menggigit kuku, menghentakkan sepatu dan mondar mandir sudah lebih dari 20 menit. Akhirnya dengan helaan nafas panjang akhirnya ia memberanikan membuka pintu kamarnya.


Berjalan perlahan sambil mengedarkan pandangan, kini ia memasuki ruang tempat tidur. Dan Ran melihat Luna sudah ternyata tergeletak diatas ranjang.


Luna yang langsung menjatuhkan tubuhnya ketika melihat tempat tidur sedari tadi. Ia tak tahan dengan rasa lelahnya seharian berdiri menyalami tamu. Ia pun memutuskan untuk meluruskan punggungnya sebentar dan masih memakai gaunnya.


Bangun. Bangunlah! Suara itu muncul berulang, terasa suara mimpi yang telah memekik telinganya. Ia pun membuka matanya, dan benar saja. Ran sudah berdiri didepannya. Dengan baju yang sudah berganti ke baju tidur. Sambil melipat kedua tangannya didada.


"Kenapa malah tiduran bukannya mandi!"


"Cepat bersihkan badanmu!"


"Baik!"


Kenapa kembali sih, aku pikir dia tidur dengan pak Yao. Bagaimana setelah ini?


apa aku tidur di sofa aja ya?


Luna keluar kamar mandi dan berjalan perlahan menuju sofa yang akan ia tiduri. Ia melihat Ran yang sedang memainkan ponselnya, sambil menyandar di bahu tempat tidur.


Ran melirik sekilas istrinya yang mulai merebahkan tubuhnya di sofa sebelahnya.


Aku harus meminta bantal padanya. Kepalaku bisa pusing kalau tidur tanpa bantal. Tak apalah kalau harus tidur disini. Lagian sofa nya juga empuk.


Luna berjalan perlahan menghampiri sisi kanan Ran untuk mengambil sebuah bantal.


"Mau apa kau?"


"Minta bantalnya Tuan"


"Untuk apa?"

__ADS_1


Untuk tidur lah sialan!


"Untuk tidur hehe."


"Aku tau kalau itu, maksudku kenapa kau sampai meminta padaku segala."


"Saya akan tidur disofa Tuan, mungkin anda tidak akan nyaman tidur dengan saya."


Luna mengingat kejadian waktu Camping di Hawaii beberapa minggu yang lalu. Dimana tanpa sadar kakinya tiba tiba sudah diatas dada bidang Tuannya ketika tidur bersamanya. Ia takut nanti tingkahnya makin ekstrim ketika ia tidur dengannya lagi.


"Jangan membuat aku terlihat jahat karna membiarkanmu tidur disofa!"


Lantas kau mau apa Tuan raja?


Kau mau aku tidur seranjang denganmu?


"Lalu saya akan tidur dimana Tuan?"


"Kau tidak lihat didepanmu ada ranjang sebesar ini?"


Apa?! jadi aku benar benar tidur seranjang dengan laki laki gila ini? aaaaa.


"Ah, Tuan, mungkin lebih baik saya tidur di sofa saja karna le~" Ran menatap tajam istrinya.


"Mau membantahku?"


"Ti, tidak Tuan. Baiklah saya akan tidur disini. Bersama anda."


Apa apaan ini. Kenapa aku malah bicara seolah olah aku mengharap tidur dengannya.


"Bagus, mulai sekarang kau harus jadi istri yang patuh!"


Iya iya, kau rajanya. Aku harus mematuhi semua peraturan mu.


Luna perlahan naik ke atas tempat tidur. Ia memposisikan tubuhnya sejauh mungkin dari Ran. Ia menepi sampai sisi ujung tempat tidur dengan posisi membelakangi Ran.


"Kau yakin tidak jatuh dengan posisimu disitu?"


Luna membulatkan matanya." Tidak Tuan, posisi ini sangat nyaman kok hehe. Anda tidurlah, pasti sudah lelah."


Tolong anda cepatlah tidur Tuan.


Jangan membuat hidupku seperti terpojokkan begini.


"Sudahlah lebih baik kau agak menengah. Jangan lebay begitu. Aku juga tidak akan menyentuhmu!"


Mulut sialan! Kenapa jadinya aku yang terlalu berlebihan kalau begini.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa vote nya ya.. komen dan like juga untuk mendukung novel IAP❤️🤗


__ADS_2