
Sementara itu di dalam pesawat ran sedang asyik memainkan ponselnya,berbeda dengan gadis imut itu,
ia tak henti hentinya mulutnya komat kamit membaca doa, ran melirik gadis disampingnya itu, terlihat senyum tipis di bibir ran ketika melihat tingkah imut luna.
Setelah kurang lebih 20 menit menunggu, mereka akhirnya take off. Posisi duduk luna tepat berada di samping jendela, ia sangat senang namun juga takut ketika melihat pemandangan langit yang ada di depan matanya itu.
"Bagaimana pemandangannya?".
"Sangat bagus tuan, terimakasih telah mengajak saya , ini semua berkat anda"
Luna tersenyum ceria pada ran.
Kenapa hatiku juga ikut senang ketika melihatmu tertawa luna
"Tuan biasanya kalau di dalam perjalanan seperti ini ngapain aja di pesawat?"
"Makan dan tidur"
"Itu saja tuan ?"
"Lantas mau apa? lari keliling pesawat?"
Bisa gak sih kalau orang tanya gak usah sewot begitu, Ya tuhan apa aku tahan selama 20 jam di pesawat dengan orang seperti tuan ran ini? pasti sangat membosankan!
Tak terasa sudah 4 jam perjalanan mereka, luna memilih tidur daripada harus berkomunikasi dengan ran , baginya berbicara dengan tuannya itu hanya membuat tekanan darahnya naik, jadi ia memilih untuk tidur, karena perjalanan ini juga tidak sebentar.
Luna mengubah posisi kursinya menjadi tempat tidur, ia menarik bagian belakag kursi dan mendorongnya kedepan, dengan begitu kursi itu akan memanjang seperti tempat tidur , ia melakukannya sesuai yang ada di buku panduan.
Luna mengambil bantal kecil dan selimut yang sudah disiapkan pramugari dan menata nya.
Ran melihat tingkah luna yang seperti membuat rumah rumahan.
Tanpa disadari luna terlelap begitu lama ,ia nampak nyenyak menikmati tidurnya.
"Kuat sekali kau tidur, sudah hampir 13 jam kau tidak bangun juga"
Ran memandangi wajah luna yang semakin imut ketika tidur.
Ran sebenarnya tak menyangka dengan ajakannya untuk membawa serta luna dalam trip tahunan ini, dia bahkan tidak pernah membawa sabrina dulu, karena dalam trip tahunan ini 80% kegiatan nya hanya vacation dan staycation saja , baginya ia cukup untuk pergi sendiri tanpa asisten, toh ia juga tidak sendiri , ada tim kameramen dan tim pemandu yang menjadi temannya.
Dan mengajak sabrina ia bisa membayangkan betapa hebohnya mantan asisten nya itu, pasti akan repot nantinya.
Ran tega? ya memang seperti itu sifatnya, namun meski ia tak pernah membawa sabrina keluar negeri ran sering memberi jatah liburan sabrina untuk pergi sendiri keluar negeri kok! dia juga majikan yang baik.
Hanya saja ia tak mau repot ketika membawa sabrina bersamanya.
Akhirnya setelah 13 jam tertidur, luna terbangun, ia segera membuka ponselnya untuk melihat jam.
Apa? sudah 13 jam aku tidur? wahh, sepertinya baru kali ini aku tidur terlalu lama,
ah biarlah lagipula lebih baik aku tidur daripada harus diam diam an dengan orang ini , diajak ngobrol pastinya sewot!.
"Wah lama sekali tidurmu, punggung mu tidak panas ?"
Sebenarnya luna juga merasakan punggung dan bokongnya pegal dan panas karena saking lama nya ia tertidur.
"Panas sih tuan,tapi saya nyaman aja, alasnya juga empuk"
Kursi bussiness class yang ditumpangi ran dan luna adalah tempat duduk seperti sofa , tak heran luna langsung terlelap ketika meniduri tempat duduk itu karena memang sangat nyaman dan empuk.
"Tuan dari tadi ngapain aja?"
"Melihatmu"
Melihatku?
"Maksud anda tuan ?"
"Melihat kau tidur"
Ngapain dia liatin aku tidur
"Kenapa tuan"
"Aku hanya kasihan padamu, akhir akhir ini pasti kau kurang tidur karena mengurus persiapan ini"
__ADS_1
Ternyata dia perhatian juga
Tiba tiba pesawat yang mereka tumpangi mengalami turbulensi, dimana pesawat mengalami perubahan kecepatan aliran udara yang menyebabkan goncangan pada tubuh pesawat,namun juga bisa terjadi karena melewati awan.
Pramugari mengumumkan pada penumpang agar tetap tenang dan duduk ditempatnya masing masing.
Namun tidak dengan luna, ia panik dengan suasana itu, ia sempat berfikiran yang aneh aneh.
Ran melihat luna yang begitu ketakutan.
Spontan ran menenangkan luna dan memegang tangannya, luna yang masih dengan keadaan takut tanpa ragu langsung memeluk tangan ran.
"Tuan saya takut!"
"Jangan takut, kita tidak akan kenapa napa"
Terlihat senyum diwajah ran ketika luna memeluk erat tangannya, ia tak menolak , ia membiarkan gadis itu memeluk lengannya.
Setelah 5 menit guncangan itu pun reda, luna masih tidak berkutik dengan masih memeluk tangan ran, dan seketika ia tersadar dengan apa yang ia lakukan, sontak luna melepaskan pelukannya itu.
"Maaf tuan"
Sudah gila aku, dari tadi aku memeluk tangannya. Eh kenapa dia senyum begitu.
"Tak apa, aku memafkan kelancangan mu kali ini".
Luna melirik wajah ran
Dia marah tidak sih ? tapi mukanya senang begitu.
Akhirnya setelah 20 jam mereka di pesawat akhirnya mereka tiba di
honolulu international airport.
Para member dan tim mulai keluar dari pesawat dan menunggu barang barang mereka.
"Tuan saya lapar"
Ran melihat wajah luna memelas karna luna melewatkan makan terakhirnya di pesawat karena tertidur lagi.
Ran menatap lekat gadis itu.
Luna cemberut mendengar ucapan ran.
"Ya sudah ikut aku!"
Luna mengikuti ran ketika keluar dari bandara, ran pergi ke sebuah cafe yang ada diseberang airport.
"Kau makanlah roti dulu buat mengganjal perutmu, nanti kita makan di restoran bersama sama"
Luna mengangguk cepat.
Luna duduk menunggu ran yang sedang memesan di meja order.
"Can i help you?"
Penjaga toko roti itu menghampiri ran dan menyodorkan menu.
Ran melihat lihat menu ditangannya.
" I want 2 chiken burger, 1 egg mozarella toast and 2 strawbery juice"
Ia memesan 2 burger ayam, toast mozarella dan 2 jus stroberi kesukaannya.
"you want to eat in or take away?" Tanya pelayan itu.
"Take away"
"the name ?"
"Oh you can write nalexa"
Ran selalu memakai nama depannya ketika ia sedang memesan sesuatu diluar negeri.
"Okey,please wait"
__ADS_1
Ran menganggukkan kepala dan menuju meja dimana luna sedang duduk dan bersimpuh diatas meja itu.
"Kau kenapa?"
"Saya mual tuan "
Luna menatap ran lesu sambil memegang perutnya
"Kau mabuk ?"
Luna mengangguk pelan.
Tanpa basa basi ran segera berlari menuju meja order itu lagi.
"Excuse me! Can you make some warm tea for me now?"
Ran memesan teh hangat untuk luna.
"Sure, we will make it for you!"
Pelayan itu membuatkan teh hangat untuk ran.
"Thank you!"
Ran segera membawa cup teh hangat itu dan memberikannya pada luna.
"Minumlah"
Luna mengangkat kepalanya, ia melihat ran membawa sebuah teh hangat untuknya, dan luna pun meminumnya.
Terlihat raut muka ran yang khawatir melihat wajah luna yang sedikit pucat itu.
Aku baru pertama kali ini melihat tuan ran khawatir pada seseorang, dan kali ini dia benar menghawatirkanku?
"Terimakasih tuan"
"Aku akan menghubungi tim pemandu untuk meminta obat pereda mual"
Ran mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya.
"Ah tidak usah tuan , saya sudah mendingan kok, saya juga membawa ini"
Menunjukkan botol kecil yang berupa minyak angin.
"Minyak angin?". Ran tak kuasa menahan tawanya ketika melihat luna memperlihatkan botol minyak angin itu pada ran dengan wajah yang imut.
Melihat ran tertawa kecil luna menundukkan kepalanya dan merapatkan bibirnya karna malu.
Tak lama kemudian pesanan ran sudah selesai.
"Mr.Nalexa!"
"Yes, me!"
Ran menghampiri meja order dan membayar pesanannya.
Nalexa ?
Sepertinya nama itu tidak asing.
Ran menyodorkan 1 burger,dan roti toast pada luna.
" Kau makanlah ini dulu, dan minumlah jus ini nanti ketika badanmu sudah fit lagi"
Luna memanyunkan bibirnya karena padahal sebenarnya ia tergiur ketika melihat jus stroberi yang ada di tangan ran.
Mereka pun keluar dari cafe itu.
Luna tampak imut dan cantik dengan wajah naturalnya meski ia tidak mandi seharian dan tanpa make up. Apalagi luna yang selama perjalanan hanya tidur, ia tak lagi memikirkan wajahnya.
melihat luna yang begitu menggemaskan, lagi lagi jiwa iseng ran keluar. Ia diam diam memotret luna yang sedang membawa makanan itu dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Lucunya...
Terlihat wajah wajah habis mabuk udara..hahaha