Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 18


__ADS_3

Disisi lain..


"Aku harus mencari tau semua tentang luna itu, aku benar benar tidak terima kalau posisi ku di ditempati begitu saja, bahkan aku tidak dapat apa apa setelah 4 tahun ikut berjuang di agency itu, aku akan membuatmu mengundurkan diri luna!!"


Sabrina yang masih kesal karena dirinya diperlakukan tidak adil oleh ran, dia yang selama 4 tahun ikut berkontribusi membesarkan artis artis nya dan nama agency , tetapi ia harus ditendang dari gedung itu tanpa diberi tunjangan apapun.


Sebenarnya sabrina tak berharap lebih pada uang , tapi yang ia inginkan adalah Ceo dari rawn entertaiment itu.


Sebelum agency itu sesukses sekarang ia yang menjadi orang yang selalu menemani ran,ia yang berusaha mengikuti ran dan ia tergila gila pada ran sebelum ia bekerja bersamanya, berkat segala macam cara yang ia lakukan untuk bisa bekerja dengan ran dan sampai akhirnya dia bisa di titik yang ia harapkan yaitu menjadi asisten pribadinya.


Meski hanya asisten sabrina sudah cukup puas karena bisa bersama ran setiap waktu, dia percaya suatu saat ran akan menaruh hati pada dirinya, namun realitanya sampai sekarang ini ran masih dengan sifat nya yang tidak peka dan terlalu cuek untuk menjalin hubungan, sabrina masih digantungkan dengan harapannya.


Aku harus mengganggunya sampai ia mengundurkan diri, kalau perlu dia dipecat secara lebih tidak terhormat daripada aku,


susah payah aku berusaha untuk bisa bekerja dengannya, aku tidak akan tinggal diam disaat tiba tiba ada yang menggantikanku begitu saja.


..


Hari silih berganti, tiba disaat hari dimana trip tahunan itu akan dimulai.


Sebelum berangkat , pagi harinya yao menjemput member yang akan berangkat trip taun ini di dorm nya masing masing. Dorm adalah sebuah tempat tinggal yang sudah disediakan oleh agency untuk artis nya. Dan dorm yang ran sediakan tentunya bukan main main, segala fasilitas yang ada di tempat itu sangat mewah, tidak perlu diragukan lagi.


Setelah yao menjemput para member ,mereka berkumpul di auditorium gedung untuk persiapan dan pengecekan.


Disisi lain luna sedang merapikan isi koper ran yang sedikit berantakan.


Duh, ni orang kenapa berantakan begini sih, lagian cuman pergi seminggu kenapa kopernya banyak banget kayak orang mau pindahan aja!.


Setelah serasa semua beres luna membawa koper nya dan koper ran dibantu oleh yao.


"Terimakasih pak yao"


Mereka menuju mobil khusus barang. Sementara itu di auditorium.


"Baik untuk semua, tolong diperhatikan! ". Ran berdiri di depan tim dan member yang sedang berkumpul. "Cek kembali semua persiapan yang akan kalian bawa, dan pastikan passport kalian tidak tertinggal, dan pastikan lagi kalian membawa suplemen dan vitamin karena awal dari trip kita nanti adalah berkemah di hutan".


Semua orang yang ada di auditorium itu mendengarkan dengan saksama.


"Jaga kesehatan kalian, dan bersenang senanglah di vacation nanti!". Sambutan ran diakhiri dengan tepuk tangan meriah para member dan tim yang akan ikut dalam trip kali ini.


"Baik, sebelum kita berangkat mari kita berdoa dahulu , dan berdoa menurut kepercayaan nya masing masing".


..

__ADS_1


Setelah berdoa selesai mereka satu persatu meninggalkan auditorium menuju parkiran dan masuk ke mobilnya masing masing sesuai grup nya.


"Luna , passport mu sudah siap kan ?". Tanya ran dengan nada yang sangat datar.


Karena ini penerbangan pertama kali bagi luna, ia bahkan belum memiliki passport.


"Sudah tuan, kemarin lusa sudah jadi".


"Baiklah ! ayo berangkat". Mereka berangkat beriringan.


Luna yang sepanjang jalan gugup karena ini pertama kalinya ia menaiki pesawat,ia tak menyangka bisa ke luar negeri apalagi dengan seorang ran.


"Kau kenapa ?". Ran melihat raut wajah luna yang sepanjang jalan terlihat gelisah.


"Saya takut tuan".


"Takut kenapa?".


"Ini pertama kalinya saya naik pesawat".


Menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Hahaha, jadi sejak lahir kau tidak pernah merasakan naik pesawat ?".


Kan kan ? bisa tidak sih jangan selalu mengejekku begitu. Memangnya kau, yang kapan aja bisa mondar mandir naik pesawat bahkan keluar negeri?.


"Sungguh kurang asik menjadi dirimu!". Memainkan lidahnya.


Ran berkata tanpa rasa bersalah, luna yang mendengarkan perkataan ran melirik kearah ran, ingin rasanya ia menarik bibir lemes tuannya yang selalu mengejeknya itu.


"Pak yao tidak ikut tuan ?".


"Kalau dia ikut siapa yang mengurus gedung itu!".


Menjawab sambil melirik luna dingin.


Ya gak usah ketus juga kali, aku kan cuman nanyak!.


"Hehe iya deng tuan!". Cengengesan.


ran melirik sekilas wajah luna.


Mereka pun memasuki mobil dan berangkat menuju bandara.

__ADS_1


Setelah 30 menit akhirnya mereka sampai di bandara , para member dan tim sedang check in , sedangkan luna masih mematung di depan pintu masuk terminal bandara.


"Kenapa kau berdiri disitu? mau ku tinggal". Ran melihat luna yang tidak bergeming dari tempatnya sambil memegang kopernya.



"Saya tidak tau caranya check in tuan".


Ran memutar bola matanya dan menarik tangan luna, mereka melakukan pengecekan barang yang mereka bawa sebelumnya.


"Kau ini! jangan mempermalukanku ,ikuti saja aku!". " Baik tuan".


"Ambil ktp mu". Luna mengikuti langkah ran dan mengikuti cara check in online yang ada di mesin check in yang sudah disediakan.


Melihat ran dengan cepat menyelesaikan check in nya ,luna kebingungan karena ia tertinggal langkah selanjutnya. Melihat luna yang tampak bingung ran menghampiri luna dan membantunya check in online.


"Sini! biar kuajari".


Setelah check in , mereka mendapat boarding pass masing masing dan masuk ke boarding room yang dipisahkan oleh gate.Di boarding room mereka menunggu pesawat untuk mengetahui status kedatangan pesawat.


"Tuan, anda sudah berapa kali naik pesawat?".


"Tak terhingga".


Ran menjawab sambil memainkan ponselnya tanpa melihat luna.


Lebih baik aku diam saja daripada tensiku naik.


Setelah menunggu selama 30 menit mereka pun masuk kedalam pesawat, dan kelas yang dipesan ran adalah bussiness class. Luna yang masuk ke dalam pesawat itu pun langsung mengambil foto di depan deretan kursi bussiness class itu.


Melihat tingkah luna , ran memegang dahinya.


"Luna, sebaiknya kau duduk sekarang". Ucap ran berbisik ke telinga luna.


"Sebentar tuan ,nanggung, saya mau mengirimkan pada ayah dan adik saya!". Luna masih tetap dengan posisinya yang mengambil angle dari segala arah.


"Tapi kau terlihat norak!". Lagi lagi luna langsung terdiam dengan wajah cemberut mendengar ucapan ran dan memilih duduk di tempat duduk sesuai nomor kursinya.


"Kalau anteng begitu kan bagus!".


Terserahmu saja!.


..

__ADS_1


**Hai semuanya , jangan lupa like ,komen dan vote nya yah kalau kalian suka dengan cerita ran dan luna❤️..


Staytune terus ya, setelah ini ada kejadian apa ya yang menimpa ran dan luna ??? ***


__ADS_2