Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 19


__ADS_3

Dari rumah, sam duduk di sofa menghadap jendela rumahnya, menatap langit pagi yang cerah dan sinar matahari yang hangat menembus kulitnya, dibalik semu wajahnya yang menunjukkan senyum tipis, ia mendoakan luna di dalam hati, ia berharap putri kesayangannya itu selamat sampai tujuan.


Dan berharap luna diberikan kebahagiaan yang tiada tara, melihat kepribadian luna yang begitu tangguh ,sam percaya luna bisa menghadapi semua masalahnya.


"Ayah, kak una berapa hari di luar negeri?".


"Kurang lebih 7 hari nak".


"Lama sekali ya yah, beberapa hari ini bahkan aku jarang bertemu kak una karena dia selalu pulang malam terus".


Sang adik merasa rindu pada kakaknya yang biasanya selalu ceria setiap pagi menyapa semua orang yang ada dirumah dan selalu membawa jajanan ketika pulang disaat luna masih menjadi kurir dulu. Namun kini karena kesibukan luna , luca jarang melihat suasana itu.


Sam mengelus kepala anak laki lakinya itu.


"Nak ,kakakmu sudah bekerja keras, dia sekarang bekerja di tempat yang diimpikan semua orang di kota ini, kakakmu juga berjuang demi kita dan sekolahmu, apa lagi kau tidak lama lagi mulai masuk sekolah menengah".


Luca mendengarkan nasihat ayahnya itu.


"Jadi belajarlah yang tekun, dan jangan kecewakan kakakmu ya ? dan suatu saat ayah harap kau bisa menjaga kakakmu dengan baik". Sam kembali menatap langit setelah memberi wejangan kepada luca.


"Ayah kenapa bicara seperti itu, kita bisa sama sama menjaga kak una, aku dan ayah!". Sam tersenyum mendengar ucapan putranya itu.


..


Sabrina sedang duduk di sebuah tempat duduk kayu yang melingkar di pohon seberang gedung tinggi itu, ia sambil meminum minuman yang dibelinya di cafe depan gedung, ia jadi teringat disaat ia masih bekerja dengan ran , ia selalu menawarkan minuman itu pada ran namun ran selalu menolaknya dengan alasan minumannya ada batu nya. Padahal itu salah satu topping minuman yang lagi hits saat ini. Sabrina tersenyum ketika mengingatnya.


Dari dalam gedung keluar sosok nia yang sedang menuju gerai makanan di seberang gedung, posisinya tepat ada di sebelah sabrina, melihat nia sabrina pun menghampirinya.


"Nia!"


Sabrina memanggil nama itu dengan menyilangkan tangannya, sifat angkuh nya tidak pernah hilang walau ia tidak bekerja lagi di agency itu.


Nia melirik sekilas orang yang memanggilnya itu.


"Kenapa lagi nona".


"Aku penasaran dengan penggantiku itu, apa dia bisa dipercaya , dari tampilannya yang sedikit kampungan itu aku tidak yakin".


"Nona luna tidak seperti yang anda pikirkan nona, dia bekerja dengan baik, dan dia juga ramah pada para pekerja, dia sering mentraktir minuman pada staff yang tidak sempat istirahat".


"Itu namanya caper nia!".


"Saya rasa anda yang caper selama ini pada tuan".


Sabrina melotot pada gadis itu karena sudah menghinanya tanpa rasa bersalah.


"Hei jaga mulutmu! kalaupun aku caper ya wajar lah, selama ini aku yang mengurusnya".


" Ya kalau begitu seharusnya nona luna juga wajar dong, kan sekarang dia yang mengurus tuan, bukan anda". Mendapat balasan telak.


Sabrina sangat geram dengan wanita didepannya itu, namun ia hanya bisa menahan amarah karena ia juga butuh informasi luna dari nia.


"Kali ini aku memaafkan kelancangan mu itu". Nia menengok sekilas wajah sabrina dan memilih tak menggubrisnya.


"Nia ! antar aku masuk, aku mau bertemu luna".


."Untuk apa nona?". Tanya nia mengintimidasi.

__ADS_1


"Sekedar memberinya sedikit wejangan saja, takutnya dia membuat tuan ran marah, dia mungkin belum tidak tau karakter ran seperti apa, aku hanya merasa kasihan padanya."


"Tidak perlu nona, lagipula nona luna sekarang ikut dengan tuan ran di trip tahunan di luar negeri".


Sabrina membelalakkan matanya tak percaya, karena selama ini ia bahkan tak pernah ikut untuk trip itu.


"Apa?! trip luar negeri?! kau jangan mengada ngada ya nia, aku saja selama menjadi asistennya tidak pernah diajak untuk trip itu, selama ini ran hanya mengajakku keluar hanya untuk live para artis dan di momen penghargaan saja ". Sabrina masih tak percaya dengan ucapan nia.



"namun untuk trip itu ran tidak mungkin membawa asisten baru itu bersamanya, ran juga tidak suka berpergian dengan wanita selain aku!". Sabrina masih tak terima.


"Kata siapa nona, kenyataannya tuan sekarang selalu membawa nona luna kemanapun dia pergi". Perkataan nia seperti tamparan bagi sabrina.


Ketika pesanannya sudah ditangannya, nia segera beranjak meninggalkan sabrina yang masih tidak terima dengan kenyataan yang baru saja didengarnya.


"Permisi nona, saya masih ada pekerjaan".


"Hei ! aku masih belum selesai denganmu!". Sabrina hanya bisa menghentakkan kakinya melihat langkah nia yang dengan cepat meninggalkannya.


Sialan, se istimewa apa wanita itu sampai sampai ran membawanya ke luar negeri. Awas saja kau luna, aku semakin dendam padamu!...


..


Nia kembali ke gedung untuk makan siang di mejanya, ketika nia memencet tombol lift, seseorang menahan pintu lift dan ikut masuk bersama nia.


"Pak rama!".


Nia spontan menundukkan kepalanya sopan.


"Kau istirahat sendiri ?".


"Iya pak , ada apa ya?".


"Dimana luna? biasanya kau selalu bersamanya ?".


Pak rama tidak tau, kalau pacarnya itu sedang ke luar negeri sama adiknya?. Apa luna memang sengaja tidak memberitahunya.


"Pak rama tidak tau?"


"Tau soal apa?"


"Nona Luna ikut trip tahunan ke luar negeri bersama tuan ran"


"Trip tahunan ?". Nia mengangguk cepat.


Hhh tidak biasanya ran membawa wanita keluar negeri, apalagi dia adalah orang yang baru bekerja dengannya. Apa mungkin ran suka padanya?.


"Kapan mereka berangkat?"


"Tadi pagi pak"


Nia melihat raut wajah rama yang seperti tidak suka mendengar ucapannya tentang luna.


Semoga aku tidak salah ngomong memberi tau pak rama tentang perginya nona luna.


Setelah lift terbuka, rama dengan cepat meninggalkan nia yang masih belum melangkahkan kakinya keluar lift.

__ADS_1


Dia kenapa? cemburu? atau pengen ikut? ah gatau deh , aku gak mau tau.


Nia menggelengkan kepala cepat dan menghentikan lamunannya, ia menuju tempatnya untuk memakan jajanan nya yang ia beli di gerai depan gedung tadi, nia makan dengan sangat lahap karena disamping lapar ia juga doyan dengan jajanan itu.


Ditengah tengah nia melahap jajananya, ia melihat yao sedang melewatinya, ia pun berniat memberi tahu yao mengenai sabrina yang menemuinya tadi.


"Pak yao,tunggu!" Nia mengelap bibirnya cepat dan menghampiri yao.


Yao yang merasa dirinya dipanggil ,menghentikan langkahnya.


"Eh nia , ada apa ?"


"Pak saya mau memberi tahu bapak sesuatu nih"


Nia sedikit berbisik pada yao.


Melihat nia sedikit berjinjit ke telinganya , yao sedikit menurunkan badannya.


"Tentang apa?".


"Nona sabrina"


Seketika wajah antusias yao berubah muram mendengar nama itu.


"Ada apa lagi dengan perempuan itu nia?".


Nia menarik lengan jas yao ke mejanya.


"Tadi nona sabrina ada di depan gedung sambil duduk duduk". Ia memulai ceritanya.


"Terus?".


"Ketika nona sabrina tau saya keluar , dia menghampiri saya di depan gerai baso aci".


"Terus ? sabrina mau dibelikan juga atau memalakmu ?".


Ditengah keseriusan yao masih sempat bercanda.


"Ih bukan begitu pak!" Nia memukul pelan lengan yao.


Yao tertawa kecil.. "iya iya, lanjutkan!".


"Nona sabrina ingin saya mempertemukannya dengan nona luna". Nia lanjut menjelaskan.


Dari situ wajah yao sudah menunjukkan rasa tidak suka , tapi ia menahannya dan terus mendengarkan cerita nia.


"Dia sangat marah ketika saya mengatakan bahwa nona luna pergi trip tahunan bersama tuan ran, dan saya lihat dari ekspresi wajah nona sabrina saya takut dia menyimpan dendam pada nona luna dan merencanakan sesuatu untuk mencelakai nona luna". Yao menatap wajah nia.


"Karena yang saya tau nona sabrina orang yang licik, dia melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau, dan ambisi nona sabrina untuk kembali pada tuan ran masih sangat besar pak" Nia masih melanjutkan ceritanya.


"Saya hanya takut terjadi apa apa dengan nona luna ".


Melihat raut wajah nia yang cemas, yao merasa nia berbicara apa adanya dan merasa nia memang benar benar peduli pada luna.


"Tenanglah, tidak akan terjadi apa apa dengan luna, saya yang akan mengatasi ini semua". Yao meyakinkan nia


Rencana apalagi yang akan kau buat sabrina...

__ADS_1


__ADS_2