
Hari yang dinanti para penggemar, para selebriti papan atas, kini telah tiba. Sejatinya Pernikahan impian para wanita adalah menikah dengan laki laki yang dicintai dan juga mencintai dirinya. Bukan hanya karena menggelar pesta mewah dan juga meriah. Bukan melihat dari gedung mewah mana yang akan dilaksanakan. Makanan berkelas ataupun para tamu tamu penting dan pejabat. Yang terpenting baginya adalah siapa yang akan berada disampingnya di pelaminan dan yang akan bersamanya selama dihidupnya.
Para penghuni mansion sudah ada di gedung tempat prosesi pernikahan anak bungsunya. Kecuali 1 orang. Dia adalah Rama. Ia bersikeras untuk menolak ajakan Mamanya. Rama masih sakit hati pada adiknya.
Hubungan adik kakak itu sedari dulu memang kurang dekat, ditambah perbedaan sifat yang sangat berbeda jauh membuat keduanya kadang sering tidak se frekuensi. Apalagi sekarang disaat Rama benar benar menyukai seorang gadis, malah adiknya yang menikahinya.
Di ruang make up, Luna membisu sambil memandangi wajahnya. Ia hanya bisa pasrah karena akhirnya moment ini benar benar terjadi. Dari belakang, muncul Nia sedang membawakan beberapa makanan dan vitamin untuk Luna sebelum ia melakukan sesi pemberkatan. Itung itung mengisi energinya dalam acara ini.
"Na, makan dulu yuk, terus minum vitamin. Biar fit"
"Eh, Nia. Kamu ada disini juga?"
"Ialah Na, aku kan jadi bridesmaid juga hahaha."
Luna sudah berdiri dengan menggandeng Ayahnya. Bagi Sam, momen ini adalah momen dimana ia yang terakhir kalinya ia mengantar putrinya, sebelum melepas tanggung jawabnya pada anak gadis semata wayangnya itu. Menyerahkan kebahagiaan, hidup dan mati anaknya pada laki laki yang akan menggantikan tugasnya menjaga sang putri.
Luna menggandeng lengan Ayahnya. Dan setelah menunggu lama, pintu pun perlahan terbuka. Saat itu pandangan Luna langsung tertuju dengan mata yang ada didepan altar sekarang. Dimana diujung, seorang laki laki berbalut jas putih, dengan rambut rapi juga wajah tampannya.
Hari ini Luna terlihat sangat cantik nan anggun dalam balutan gaun pernikahan berwarna putih. Tak lupa ia berusaha menunjukkan senyuman yang cerah diwajahnya, Walau tau bagaimana kehidupan selanjutnya yang akan dijalaninya nanti. Sungguh Luna sangat pandai berakting. Siapapun tolong berikan apresiasi pada gadis itu.
Saat Luna berjalan semakin dekat, ia melihat tubuh Ran sedikit bergetar dan sedikit gugup. Terlihat Ran seperti sedang menahan tangis, namun percuma, Laki laki itu tak terasa meneteskan buliran bening diujung pelupuk matanya. Melihat Luna yang begitu anggun dan cantik dihadapannya. Perasaannya sekarang campur aduk. Kenapa aku menangis? ya karna aku terharu. Ada seorang gadis yang mau menikah denganku walau sifatku tidak seperti pria normal lainnya. Ya, aku yakin hanya itu saja. Apalagi melihat dia berjalan dengan dituntun Ayahnya. Itu sangat mengharukan bukan. Gumamannya dalam hati, menepis dugaan dugaan aneh di otaknya.
Para tamu undangan wanita tidak berhenti takjub melihat momen dihadapannya. Mereka tak henti hentinya memuji kecantikan Luna. Mungkin mereka tersenyum seperti memberikan tanda selamat pada pasangan didepannya, namun didalam hati mereka juga mengutuki mempelai wanita, kenapa bukan dirinya, dan berharap Ran yang menjadi suaminya.
Akhirnya prosesi suci pernikahan telah usai. Saat ini Luna sudah sah menjadi istri dari seorang Nalexa Zhuran. Pernikahan mereka ini adalah pernikahan yang membuat iri seluruh wanita di negeri ini.
kini mereka duduk diatas pelaminan. Para tamu undangan mulai dari para petinggi perusahaan, artis artis papan atas, bahkan tamu dari luar negeri datang untuk mengucapkan selamat pada pengantin baru itu.
Luna tertunduk selama ia menyalami para tamu. Ia merasa tak percaya diri ketika bersalaman dengan orang orang hebat. Ran melirik istrinya itu.
"Tegakkan kepalamu! kau tidak perlu menunduk pada mereka, seakan kau terpaksa menikah denganku." Ran bicara di telinga Luna, saat istrinya itu berulang kali menundukkan kepala saat menyalami tamu.
"I,iya Tuan" Kembali mendongak.
Belum sehari menjadi istrinya, kenapa rasanya batin ini sudah sangat tertekan.
Para tamu dengan tertib menikmati makanan yang sudah disediakan di meja prasmanan, menu menu western, tradisional bahkan menu timor tengah tertata rapi.
Tiba saatnya seorang artis sekaligus penyanyi terkenal saat ini jebolan Rawn Entertaiment akan membawakan lagu special untuk hari bahagia pimpinannya. Alunan musik yang merdu mengiringi suasana romantis di gedung itu.
Penyanyi itu membawakan lagu yang berjudul "Beautiful in white" yang menurutnya sangat cocok untuk mempelai wanita yang sangat cantik dengan gaun putihnya.
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
__ADS_1
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight..
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight..
You look so beautiful in white, yeah yeah
Na na na na
So beautiful in white
__ADS_1
Tonight....
Setelah lagu selesai, para tamu undangan memberikan tepuk tangan gemuruh. Dan kemudian dilanjutkan dengan beberapa sambutan dan hiburan dari para artis yang sedang ikut memeriahkan pesta.
Tak lama, terdengar suara kericuhan dari luar. Para tamu melihat kearah pintu masuk. Penasaran siapa orang yang sedang ribut ribut dengan security.
Yao berlari menuju atas pelaminan dengan nafas yang terengah engah.
"Ran!"
Pasangan suami istri itu bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi diluar, dan melihat Yao yang penuh keringat setelah berlarian menghampiri pentas pelaminan.
"Apa yang terjadi Yao?"
"I, itu diluar! Hah hah hah." Mengatur nafasnya seraya menunjuk arah pintu masuk.
"Kenapa diluar? apa yang sedang terjadi? kenapa seperti ada yang ribut ribut!"
"Diluar ada Sabrina Ran, sepertinya ia datang."
Ran memunculkan senyum simpul diwajahnya, ia sebenarnya sudah menduga akan hal ini. Kemungkinan ini adalah sebagian dari tujuannya yang telah berhasil.
"Biarkan dia masuk!"
"Ta, tapi, masalahnya dia tidak mempunyai undangan Ran, dia tidak bisa masuk. Itu saja lagi dorong dorongan sama satpam."
"Bodohnya, kenapa tidak kau saja yang menghampirinya. Satpam itu pasti juga akan takut padamu!"
"Oh iya." Yao menepuk jidatnya.
"Cepatlah!"
Yao pun beranjak dari pentas pelaminan dan menghampiri biang perusuh baginya.
"Siapa Tuan?" Luma yang sedari tadi sudah penasaran akhirnya buka suara untuk bertanya.
"Dia Sabrinya, dia datang."
"Mendengar nama itu, entah kenapa telinganya merasa tidak nyaman dan malah membuatnya kesal"
Buat apa dia datang, jangan jangan dia mau buat kacau acaraku?
Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.
Sabrina yang mendapat lampu hijau dari Yao pum segera berlari ke pentas pelaminan. Tak menghiraukan banyak pasang mata yang mengamatinya karena ulahnya yang berseteru dengan satpam tadi.
"Ran!!"
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa vote, komen dan like nya ya...thank you guys❤️🤗