Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 14


__ADS_3

Flashback on ( 3 bulan yang lalu)


"Kau membuat rencana apa sinta ?". Rasa penasaran itu muncul ketika tiba tiba sinta menyiapkan sebuah rencana untuk kedua anak itu.Sinta membisikkan rencananya untuk mendekatkan 2 anak yang berbeda kepribadian itu se natural mungkin seperti tidak disengaja, karena mereka sangat hafal sifat ran yang tidak akan mau dijodoh jodohkan.


"Tetapi kalau akhirnya ran tidak menyukai luna bagaimana?". Ratna sedikit ragu dengan rencana sinta dengan membuat luna menjadi asisten pribadi pengganti untuk ran.


"Ah kau ini, sudah percayalah padaku, dengan kepribadian luna yang ceria dan manja dia pasti bisa menaklukan hati anakmu, harusnya kau percaya itu atna". Sinta tetap meyakinkan ratna dengan keputusannya ini, ia harap semua bisa sesuai dengan harapan dirinya dan Almh.Risa, yaitu mendekatkan ran dan luna se natural mungkin.


Flashback off


..


"Baiklah aku akan menceritakan semua pada luna, dan aku harap luna bisa mengerti". Ratna pasrah dengan ucapannya, ratna tidak ingin gadis itu menjauhi ran ketika tau dirinya diterima menjadi asisten ran karena dirinya.


..


Saat makan siang telah tiba ,Luna menunggu kedatangan nia di kantin kantor, luna duduk di kursi sebelah pojok depan gerai dimsum. Di kantin itu ada beberapa gerai makanan dan minuman yang di sediakan agency untuk para karyawan dan staff memanjakan lidahnya disaat istirahat maupun makan siang.


Tak lama seorang laki laki duduk disebelah luna ,tetapi karna ia sibuk memainkan ponselnya,luna tak menyadari ada seseorang yang sedang duduk dan mengamatinya.


"Hai cantik? kok sendirian , mana majikanmu?". ucap laki laki itu.Luna terkejut karena ia baru sadar bahwa ada seseorang yang sedang mengamatinya sedari tadi.


"Kau! Kenapa sih setiap disudut gedung ini aku berada selalu bertemu denganmu!".


"Hei jangan marah dong gedung ini luas, dan kalau kita sering bertemu berarti kita ?". Rama menggantungkan kalimatnya. " Kita apa? apaan ?". Luna dengan ketus menanggapi perkataan rama.


"Jodoh hahaha". Rama tertawa kecil sambil menyenggol bahu luna. Jodoh kepalamu!.


Luna tak menggubris perkataan rama yang menggodanya.Tak lama orang yang ditunggu luna sudah datang,Nia clingak clinguk sambil membawa nampan berisi beberapa makanan dan minumannya, luna pun melambaikan tangannya untuk nia duduk di sebelahnya.


Namun nia terkejut dengan kehadiran rama yang duduk disebelah kanan luna.


Kenapa pak rama ada disini? apa dia berkencan dengan luna.


"Nia! disini!" Luna setengah berteriak mengangkat tangannya memanggil nia. Nia pun menganggukkan kepalanya, namun ia ragu untuk mendekati luna karena laki laki di samping luna.


"Permisi pak rama" . Nia menundukkan kepalanya sopan di depan rama , rama pun menjentikan jemarinya mengisyaratkan.


Nia duduk di depan luna , karena disamping kanannya laki laki itu tidak bergeser sama sekali.


"Hei kamu ngapain didepanku, sini di sampingku!" . Seru luna sambil menepukkan kursi panjangnya. Nia tidak bergeming dan melirik ke arah rama , luna akhirnya mengerti dengan isyarat nia.


Oh jadi dia takut sama orang ini.

__ADS_1


"Hei kau! pindah sana , temanku mau duduk disini!". Nia terkejut dengan ucapan luna pada rama yang sangat ketus.


Ini mereka kencan tapi kok luna ketus begitu, ah mungkin mereka sedang marahan. Nia meyakinkan dugaan yang dibuatnya sendiri.


"Aku ingin disampingmu, suruh saja temanmu itu duduk disebelah kirimu". Rama tak kalah ketus menjawab perkataan luna.


Ih kok malah judesan dia , tadi menggodaku sekarang ikutan ketus, dasar gak kakak gak adek sama aja , gabisa ditebak isi pikirannya.


Luna melengos setelah rama juga ketus padanya namun luna membiarkan rama duduk disebelahnya karena memang tidak ada tempat kosong lagi, luna tak tega jika mengusirnya .Dan ia menyuruh nia duduk disamping kirinya, Nia pun menurut dan beranjak duduk di sebelah kiri luna.


Mengganggu saja, orang lagi pengen berduaan juga. Rama.


Setelah mereka menghabiskan makanannya masing masing, luna ingin bertanya beberapa hal tentang sabrina pada nia, namun kehadiran pria yang tak diundang disebelahnya itu cukup mengganggunya.


"Nia ,kita ke pantry aja yuk, ada yang mau aku tau nih dari kamu" Luna berbisik pada nia agar ia bisa pindah ke pantry dan menghindar dari rama.


"Kenapa tidak disini saja?". Luna sontak melirik kearah rama yang masih asyik menikmati makanannya.


Nia yang paham maksud luna ,menganggukkan kepalanya pelan.


"Ayo!".


Memang kalo orang pacaran lagi marahan tuh lucu ya,hihi. Nia.


Mereka berdua beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan rama yang masih asyik melahap makanannya, Namun rama langsung menarik tangan luna ketika hendak meninggalkannya.


"Dasar gila! habiskan saja makanan yang ada dimulut penuh mu itu!" Luna beranjak pergi tanpa menggubris rama yang meneriakkan namanya berulang ulang.


Sesampainya di pantry luna langsung menanyakan tentang sabrina, namun nia enggan mengatakan apapun tentang sabrina apalagi penyebab ia dipecat secara tidak hormat dari gedung ini. Karena sebelumya ran sudah memperingatkan seluruh karyawan dan staff untuk tutup mulut tentang sabrina.


"Hem,jadi kalian disuruh tutup mulut ya?". Nia mengangguk cepat.


"Intinya kamu adalah wanita beruntung bisa menjadi pengganti sabrina, aku harap kamu tidak melakukan kesalahan apapun, karena posisimu itu sama seperti orang nomor 3 di gedung ini."


"Siapa yang nomor 2 ". "Manager yao". Jawab nia cepat.


Luna pun mengangguk pelan.


Mendengar cerita nia , luna pun mengerti kenapa ia begitu disegani para staff dan karyawan di gedung ini


..


Malamnya luna bersiap siap menunggu kedatangan ran dimana ini pertama kalinya tugas luna yang sebenarnya dimulai, ia tak hanya berperan sebagai orang yang membuntuti ran saja tetapi juga turut serta menghandle semua pekerjaan yang berhubungan dengan ran yang seorang executive producer, termasuk ketika di lapangan, luna harus siap jika ran membutuhkan tenaganya untuk mengurus acara dan mengatur jalannya acara.

__ADS_1


"Yaampun aku sekarang gak mimpi kan ? aku gak menyangka bisa masuk apalagi kerja di gedung ini apalagi posisiku juga bukan main main, dan yang terpenting aku bisa bertemu idolaku tanpa berdesak desakan diwaktu konser saja, tapi juga bisa ikut bekerja dengan mereka" .


Tak henti hentinya luna bersyukur atas nasibnya yang sekarang , bisa bekerja di agency terbesar di kota nya bahkan termasuk top 3 agency ternama di negaranya, banyak orang yang berlomba lomba ingin bekerja digedung itu karena ingin melihat para idolanya, karena sebagian besar artis terkenal bahkan mendunia dari negara ini adalah artis jebolan rawn entertaiment.Dan tidak hanya seorang idol saja ,banyak aktor,aktris bahkan model yang terkenal yang dari rawn entertaiment, tak heran gedung itu menjadi impian masyarakat untuk bekerja disana apalagi kalangan fans, bahkan mereka rela hanya menjadi tukang sapu atau tukang ngelap kaca hanya demi bisa bekerja sambil melihat idolanya wira wiri.


Tetapi kenapa ya? agency sebesar ini menerimaku menjadi asisten pribadi orang nomor satu di gedung ini? padahal sainganku wanita2 hebat. Apa karna bu sinta ? ah sudahlah yang penting aku bersyukur bisa berada disini sekarang meski harus berhadapan dengan laki laki diluar nalar itu setiap hari.


Luna berdiri memegang proposal dan kegiatan acara itu sambil berusaha tersenyum walaupun dipaksa karena lagi lagi dia tak bisa melupakan nama ran, seseorang yang menjadi sumber penghasilannya sekarang.


Tak lama kemudian dering ponsel luna berdering, namun di layar ponselnya tertulis nomor tidak dikenal.


"Halo? siapa ini".


"Hei kau tidak mengenaliku?". Suara seseorang di ujung telefon sana yang mengejutkan luna.


Memangnya siapa sih?


"Siapa ya ? kamu bukan penipu kan ?". Luna memastikan bahwa orang yang menelponnya hanya orang iseng.


"Beraninya kau mengataiku penipu! , mau kau kupotong gajimu!" Suara di seberang sudah mulai meninggi.


Luna tergelak kaget ketika mendengar suara itu yang ternyata adalah ran.


"Ah, tuan rupanya, hehe maaf suara anda beda kalo di telfon tuan ,biasanya suara anda berat tapi disini terdengar cempreng".


"Cempreng?" ran mengerutkan dahinya.


"Ah tidak kok tuan saya hanya bercanda".


"Jangan kebanyakan bercanda, itu bisa menyebabkan gajimu berkurang!".


Sialan, beraninya ancam ancam gaji! mentang mentang berkuasa!


"Maaf tuan".Ran tidak meladeni luna karena kalau terus meladeni gadis itu tidak akan ada habisnya. "Baiklah sekarang turun kebawah, aku tunggu di depan ,kita berangkat".


"ah baiklah tuan,saya segera turun".


Selesai berbasa basi dengan tuannya luna segera memasukan proposal dan segala agenda yang dibutuhkan nanti ke dalam tas kerja nya, menutup pintu ruangan ran tak lupa juga mengucinya . Dan luna bergegas turun.


"Nona silahkan". Sesampainya di depan gedung luna dipersilahkan sopir untuk masuk kedalam mobil, di dalam mobil sudah ada ran yang sedang memejamkan matanya.


Mungkin dia lelah, mending aku diam saja, itu lebih baik daripada membangunkan kucing garong ini.


Figuran.

__ADS_1


Nia



__ADS_2