
Entah kenapa hati Luna ikut sakit mendengar cerita calon mertuanya tentang Ran. Se kesal kesalnya Luna pada Tuannya itu, ia tak akan mungkin melakukan hal sebodoh itu. Apalagi ini mempertaruhkan nama baik perusahaan.
Luna semakin yakin bahwa ia harus membantu Ran dalam pernikahan ini. Ia harus menyiapkan mental untuk berhadapan dengan Sabrina nantinya.
"Kenapa Nona Sabrina tega sekali?." Memalingkan wajahnya.
"Itu semua terjadi semenjak dia mengutarakan perasaannya pada Ran." Luna kembali menoleh Bu Ratna cepat, sepertinya perkataan Bu Ratna berhasil memancing penasaran Luna kembali.
"Nona Sabrina pernah nyatain cinta pada Tuan Ma?" Menatap serius Bu Ratna.
Bu Ratna menganggukkan kepala pelan. "Tapi Ran menolaknya, dan hanya bisa menganggapnya seorang teman, dan memperingatinya agar tidak berharap lebih padanya."
Kalau itu juga sama saja denganku,
Hmm aku kira aku cukup special. Ternyata aku tidak beda jauh dengan Sabrina. Hahhh aku jadi ingat lagi dengan kalimat sialan itu.
"Mungkin dia kesal karena cintanya ditolak mentah mentah oleh Ran, makanya dia mengancam akan membongkar rahasia Ran ke publik, namun alih alih mengancam justru dia malah membuat kemurkaan Ran semakin tak terkendali, dan saat itu juga Ran memecat perempuan itu secara tidak hormat. Mama juga ikut kecewa dengannya." Memasang muka kesal.
...
Seminggu telah berlalu. Akhirnya kedua keluarga itu sepakat untuk bersilaturahmi untuk membicarakan masalah tanggal pernikahan anak mereka. Bu Ratna mengundang keluarga Luna untuk makan malam di sebuah resort mewah. Bu Ratna juga menyewa ruangan VVIP demi kenyamanannya dan keluarganya. Ran merencanakan akan memberi tahu publik atas pernikahannya.
Kelurga Luna pun datang, dan disambut hangat oleh orang rua Ran. Tapi tidak dengan sosok pria yang duduk di ujung meja makan, ia melotot tak percaya melihat kehadiran Luna yang menjadi calon istri adiknya.
Whatt!!!! Dia Luna kan??! Jadi dia yang akan menjadi istri Ran? I, ini gimana konsepnya sih, kenapa aku tidak tau selama ini. Bahkan aku belum sempat mengutarakan perasaanku padanya.
Dan dia tiba tiba akan menikah? dengan adikku???
Rama masih mematung ditempatnya, ia sungguh masih tidak percaya dengan semuanya. Rama menyukai Luna semenjak pertemuannya di lift. Ia sengaja mengerjai Luna agar bisa dekat dengan gadis itu. Namun sekarang ia bak ditampar kenyataan bahwa aksinya terlambat dan tak menyangka adiknya yang kaku itu yang bisa menaklukan gadis cantik itu.
Tak lama Ran juga datang bersama Yao, ia berjalan dengan wajah bersinar bak pelangi. Muncul senyum yang selama ini jarang ia ekspresikan. Entah kenapa perasaannya sekarang bukannya gugup, malah senang.
Tuan kaisar sudah datang rupanya.
Suasana di meja makan itu cukup harmonis, ditambah dengan kedekatan Ayah Luna dan Pak Roy yang seolah menemukan teman ngobrol baru. Biasalah obrolan bapak bapak :D
Luna melirik kearah Ran.
Ran juga melirik kearah Luna.
__ADS_1
Yao yang melihat tingkah kedua calon pasangan itupun, jiwa isengnya keluar.
"Ekhemmm gausah canggung kali, kalau mau ngobrol mah ngobrol aja gausah pakek lirik lirikan segala." Ucapnya dengan wajah tak berdosa sambil mengambil selai didepannya.
Sebuah sendok mendarat tepat di kepalanya, setelah Yao menyindir kedua sejoli itu. Yao pun mengelus kepalanya yang sedikit benjol itu dan mengaduh kesakitan.
"Untung masih terkena kepalamu Yao, padahal sasaranku adalah mulutmu yang lemes itu!" Menatap tajam kearah Yao.
"Ye maap, maksudku kan baik, daripada kalian lirik lirikan mending aku cairkan suasana saja biar gak canggung."
//Grepp!!
Ran menusukkan garpu ke roti dihadapannya sampai garpu itu penyok. Yao bergindik ngeri melihatnya dan menutup mulutnya agar diam.
Tuan kalau mode serius menakutkan juga ya.
Setelah obrolan lama akhirnya mereka memutuskan tanggal pernikahan anak mereka. Yakni pada tanggal 11 bulan depan. Yang artinya kurang 3 minggu dari sekarang. Dan berita itu akan diumumkan ke publik.
Rama yang semenjak kedatangan Luna itu langsung beranjak dari kursinya, dan ia sedang menatap langit langit malam di balkon kamar resort. Ia masih tak percaya dengan kenyataan hari ini. Dimana gadis yang ia sukai akan menjadi istri adiknya. Selama ini Rama memang sering bergonta ganti pasangan ketika sedang clubbing, tetapi Rama tidak pernah sekalipun benar benar menyukainya apalagi mencintainya. Baginya wanita wanita malam itu hanya sekedar menghiburnya saja dan hanya bermain main. Namun semenjak bertemu dengan Luna, Rama merasakan sesuatu yang berbeda dari gadis itu. Luna adalah satu satunya gadis yang tercuek ketika bertemu dengannya, padahal dengan tampang nya itu membuat semua wanita
tidak segan salah tingkah didepannya.
"Sialan kau Ran!! Kau mendahuluiku rupanya! Dan apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kau tiba tiba memutuskan untuk menikah? " Rama merasa ada yang ganjil dengan keputusan adiknya, karena ia tahu betul bagaimana karakter dan sifat adiknya dengan perempuan.
Rama tidak ingin sesuatu terjadi pada Luna, ia tak ingin gadis itu tersakiti nantinya karena perilaku Ran, ia tahu betul perlakuan Ran terhadap perempuan seperti apa. Ia tidak rela gadis yang ia sukai menderita.
..
Di apartemennya, Sabrina tak henti hentinya melempar barang barang yang ada didepannya, ia sangat frustasi ketika mendengar berita bahwa Ran benar benar akan menikah. Dan membuatnya semakin benci dengan Luna, ia tak menyangka bahwa Ran akan memilih gadis itu daripada dirinya. Ia menganggap bahwa dirinya jauh lebih cantik dibanding gadis itu. Sabrina tertunduk lemas sambil menyingkup lututnya, ia tak berhenti menangis. Sampai terdengar suara ketukan seseorang dari luar apartemennya.
"Kau? Kenapa kau kemari?"
"Brina? kau kenapa? kenapa kau sangat berantakan sekali?" Tanya Vera yang melihat tubuh Sabrina begitu lusuh dan dengan wajah sembab.
Vera pun langsung menuntun Sabrina dan masuk kedalam apartemennya, namun Vera kembali dikejutkan oleh keadaan apartemen Sabrina yang sudah seperti kapal pecah.
"Astaga Brina, ada apa denganmu?"
Apa dia sudah melihat berita itu?
Sabrina tetap diam tak berkutik, pandangannya kosong dan murung. "Duduklah dulu aku akan membuatkanmu teh hangat."
__ADS_1
Vera menuju dapur dan membuatkan Sabrina teh hangat untuk menenangkan pikirannya.
"Ini minumlah dulu" Sabrina perlahan menyeruput tehnya dibantu oleh Vera.
"Kalau kau sudah sedikit tenang, cobalah cerita padaku, kenapa kau sampai seperti ini?" Seraya menepuk pelan punggung Sabrina.
"Ran, Ran" Sabrina berulang kali hanya menyebut nama Ran lirih. Vera pun langsung paham dengan ucapan Sabrina. Ia juga melihat hot news yang ada di internet perihal pernikahan Ran, maka dari itu ia menghampiri Sabrina ke apartemennya. Dan sesuai dengan dugaannya ketika ia melihat kondisi Sabrina sekarang.
"Jadi kau sudah mendengarnya?"
Sabrina menatap Vera sayu dan perlahan air mata itu pun kembali menetes. "Dia beneran menikah Ver." Sabrina kembali menangis, dan kali ini ia menjatuhkan kepalanya ke bahu Vera.
"Tenanglah, kau boleh bersedih. Tapi kau tidak boleh menyerah! Kau tahu aku pun juga berusaha menghancurkan hidup gadis itu!"
"Maksudmu?"
"Beberapa bulan yang lalu aku sempat mendatangi rumahnya, dan bertemu dengan Ayah dan Adiknya, aki mengatakan bahwa Luna sudah keterlaluan karena sudah merebut posisimu. Aku juga memakinya habis habisan didepan orang tuanya. Namun seketika itu Ayahnya langsung jatuh pingsan."
Sabrina terkejut dengan perkataan Vera itu. Ia menegakkan kepalanya dan menatap Vera dingin.
"Jadi kau yang melakukan itu semua?!"
"I, iya. Aku hanya membantu melampiaskan kekesalanmu."
Sabrina berdiri dan menatap Vera tajam." Gara gara kau, aku yang dituduh Yao, Vera!! Kau tau, mereka semua berfikir bahwa itu semua adalah salahku, mereka berfikir aku yang sudah menyebabkan Ayah gadis sialan itu hampir mati!!" Kali ini suara Sabrina sedikit meninggi, seraya menunjuk Vera
"Ja, jadi mereka mendatangimu? a, aku tidak tau kalau sampai seperti itu. Ma, maafkan aku Brina." Ikut berdiri dan memegang lengan Sabrina.
"Kenapa kau ceroboh sih Ver? kenapa kau bertindak tanpa sepengetahuanku?"
"Aku juga benci dengan gadis itu Brina, aku ingin melampiaskan kekesalahanku juga, tapi aku tidak tahu kalau Ayahnya mempunyai riwayat penyakit jantung, dan membuatnya pingsan saat itu."
"Tapi caramu itu murahan Vera?, kau harusnya menunggu instruksi dariku dulu!" Kembali duduk sambil menyilangkan tangannya.
"Iya maaf, sekarang apa rencanamu?" Ikut duduk dan Sabrina membisikkan sesuatu padanya.
..
Bersambung.
Hai hai gimana nih? pada penasaran gak sama episode pernikahan Ran dan Luna??
__ADS_1
Siap siap kondangan gak nih??😂 See you Update an selanjutnya ya..❤️
Jangan lupa vote nya, komen dan juga like. Makasii🤗