Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 9


__ADS_3

Luna mengelap wajah tampan itu dengan hati hati ,meskipun pemilik wajah itu sangat menjengkelkan baginya namun dia tidak bisa membantah fakta bahwa wajah itu benar benar tampan dan berseri.


tanpa sadar ran juga menatap wajah luna yang sedang mengelap semua sisi wajahnya dengan telaten,ran merasakan kehangatan dan getaran dalam tubuhnya yang membuat jantungnya berdegub kencang tak beraturan.


Ada apa dengan jantungku,kenapa detaknya kencang sekali,dan wajah ini,kenapa dia manis sekali kalau lagi serius.


Luna tersadar dengan tatapan lekat ran, mereka pun saling bertatap tatapan , suasana itu di kejutkan oleh suara pelayan wanita di store itu.


"Permisi tuan, nona ada yang bisa saya bantu ?". pelayan itu sambil menundukkan kepalanya sopan dan tersenyum.


Mereka berdua pun sontak tersadar dari lamunannya dan luna segera mengepalkan sapu tangan itu dan memasukannya kedalam tas miliknya dan ran sekilas menatap arah lain sambil berdehem.


"Ehm, bantu dia mbak " sambil menunjuk luna dan matanya masih melihat lihat kearah lain.


"S-saya tuan ?" menunjuk dirinya sendiri dengan muka yang kebingungan.


Apa ?! jangan bilang kau membawaku untuk beli baju disini, kalau iya sebenarnya niatmu apa tuan? apakah se special itu saya untuk anda. kalau begitu saya akan merubah sudut pandang saya pada anda tuan, ternyata meski galak anda baik juga.


Luna menunduk malu menggigit bibir bawahnya dengan mengepalkan tangan dibelakang tubuhnya sambil menggoyangkan badannya setengah lingkaran.


"Jangan besar kepala dulu, selama kau menjadi orang yang akan selalu disampingku tentunya pakaianmu juga harus rapi dan tidak kampungan!" ucapan telak ran membuat luna merengut kesal dan melirik ran dengan tatapan tajam setajam silet.


Kan kan benar kan gak mungkin dia sebaik itu ,huhh tidak jadi aku merubah sudut pandangku kau tetap tuan bos yang menyebalkan! bisa bisanya mengataiku kampungan. Padahal baju yang aku pakai ini cukup bagus kok ya walaupun tidak bermerk seperti selera anda!


"Sudah cepat pilihlah baju sesukamu".


"Dan kau pilihkan baju formal yang cocok untuknya , dan jangan sampai dia terlihat kamseupay". pelayan itu menganggukkan kepala mendengar perintah orang yang cukup terkenal di kota A itu dan mulai mencarikan baju baju formal untuk luna.


Dasar mulut sialan. Apalagi sekarang setelah kampungan,kamseupay? ha! suka sekali menghinaku.


"Silahkan ikut saya nona " Dengan senyum ramahnya pelayan itu mengantar luna ke bagian kemeja dan bawahan wanita.

__ADS_1


"Silahkan pilih yang anda suka nona , dan saya juga akan bantu carikan pakaian kerja yang cocok untuk anda" . "Iya mbak" Luna.


Setelah pelayan itu pergi untuk mengambil beberapa model baju dan kemeja , luna memilih beberapa kemeja yang berada di gantungan baju paling belakang , luna menemukan kemeja yang cocok untuknya ,sebuah kemeja berkerah dengan warna biru pastel sesuai dengan warna kesukaannya yaitu warna warna yang tidak terlalu mencolok. Setelah merasa cocok dengan kemeja itu luna melihat barcode harga yang tertera di belakang kerah baju itu , seketika luna melongo melihat harga kemeja yang dipegangnya itu.


Apaa!!!!? 20 juta??!!! Baju dari apa ini?


Luna pun sontak menaruh kembali kemeja yang dari tadi dipegangnya itu dan mencari baju lainnya dan luna pun menutup mulutnya tak percaya karena harga baju di store itu tidak jauh beda .


15 juta!! 25 juta!!! timbang baju doang sampe puluhan juta , mending buat biaya sekolah luca sampe lulus smp kalau begini.


Luna pun menghampiri ran yang tengah menyandarkan tubuhnya di sofa store itu, luna berniat untuk berpindah ke toko lain karena merasa dirinya tidak pantas untuk memakai nya meski bukan uang luna yang keluar, tetapi luna amat sangat menyayangkan harga yang begitu fantastis hanya untuk 1 buah kemeja saja.


"Tuan bisakah kita ke toko lain ?"


"Kenapa?" ran bingung dengan gelagat luna yang terlihat sedikit cemas.


"Saya merasa tidak pantas untuk belaja disini tuan, sangat sayang hanya untuk baju harus mengeluarkan uang begitu fantastis, saya tau mencari uang tidak mudah tuan"


Ran menatap luna lekat.



"Ternyata kau berbeda dari wanita wanita yang kutemui,kau bisa mengerti arti dari sebuah pekerjaan, susahnya mencari uang, dan tidak berfoya foya dalam bergaya hidup, aku cukup salut padamu!".


Spesies wanita seperti dia belum pernah aku temui selama ini, wanita wanita yang ku temui dan yang ku kenal rata rata suka uang, suka kekayaan dan berhedon. Apalagi si sabrina , dia paling semangat kalau mendengar tentang shopping.Huhh kenapa jadi mengingat dia lagi sih.


"Tapi kau tidak perlu khawatir, toh saya juga tidak meminta uangmu untuk membayar ,jadi ikuti saja perintahku,ini demi kebaikan mu juga ,agar terlihat sepadan untuk bekerja denganku"


Lagi lagi perkataan ran cukup menusuk di hati luna,namun luna sendiri cukup sadar diri, banyak wanita diluar sana berlomba lomba untuk berpenampilan perfect ,heboh dan juga seksi untuk menjadi asisten pengganti dari tuan ran saat itu. Luna pun mau tidak mau harus menerima kenyataan yang diucapkan ran padanya ,yang difikirkan saat ini adalah keluarga nya.


Apa aku bisa menganggap ini sebagai hinaan lagi? atau memang kenyataan nya seperti itu, orang orang dibelakang tuan ran juga aku lihat tidak ada yang lusuh seperti ku. Seharusnya kau memikirkan ini dari awal luna.

__ADS_1


"Tapi tuan , saya takut kurang nyaman saat ini , saya belum terbiasa lebih baik saya membeli baju dipasar saja".


"Apa ? pasar ? kau mau mukaku babak belur karena di kerumuni orang orang? seperti tadi saja aku hampir sesak nafas apalagi ini? pasar ? huhh".


Siapa juga yang mengajakmu , laki laki tak berperasaan.


Heran, kenapa juga orang orang tadi bisa ngefans sama orang seperti ini , emang ya realita tak seindah dunia maya.


"Saya yang akan membeli sendiri tuan"


"Siapa yang menyuruhmu untuk melakukannya sendiri, sudah ikuti saja perintahku atau aku akan memotong gajimu untuk baju mu hari ini"


Apa?!! Gajian aja belom main potong aja! mana potongannya gede lagi, belum tentu juga gajiku seharga baju itu.


Ah sudah ikuti saja luna, anggap saja kau dapat rejeki nomplok hari ini , disamping itu siapa yang bisa membantah perintah tuan menyebalkan itu, semua orang bahkan tunduk padanya.


Tanpa pikir panjang luna pun segera menuju gantungan baju paling belakang tadi , dan mengambil kemeja yang sebelumnya dipilih tadi, ditambah dengan beberapa model yang disuguhkan pelayan


wanita itu ,tidak lupa juga untuk mengambil beberapa rok dan celana panjang.


"Kau pikir aku takut?! nih aku ambil yang banyak sekaligus , biar habis sekalian uangmu tuan gila".Mengambil beberapa baju,rok,dan celana kedalam keranjang belanjaannya.


Tapi kalau uangnya habis nanti dia gabisa menggajiku dong


Luna pun mengurungkan niatnya mengambil banyak baju, ia hanya mengambil 2 stel baju dan sebuah ikat pinggang berwarna hitam.


Ran sedari tadi memperhatikan gerak gerik luna yang bimbang setelah mengambil banyak baju dikeranjang lalu mengembalikannya lagi, ran sontak tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan luna .


"Kenapa? kau mau menghabiskan uangku? coba saja hahaha".ucap ran yang tidak didengar luna.


Aku juga ingin tahu seberapa besar nyalimu.

__ADS_1


__ADS_2