Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 22


__ADS_3

Keesokan harinya, semua member,tim, dan cameramen bersiap siap untuk menuju perkemahan.


Sebelum itu mereka akan menuju ke salah satu agen sewa mobil camping dan menyewa beberapa tenda, untuk fasilitas mereka selama di hutan.


"Pastikan barang barangku tidak ada yang tertinggal."


"Sudah Tuan, saya sudah memeriksa seluruh kamar anda. Semua sudah saya kemas di dalam koper."


"Baiklah, mari berangkat!."


Mereka pun meninggalkan resort itu, di dalam mobil para member sudah dilengkapi dengan kamera kecil untuk merecord kegiatan mereka didalam mobilnya. Dan setelah 30 menit mereka pun sampai di tempat penyewaan camping car.


"Berapa tenda yang akan kita butuhkan kak?"


"Kita butuh 3 tenda, 1 ukuran besar untuk tim, dan 2 tenda sedang untuk member kita. Karena sisanya akan dibagi untuk yang tidur di mobil camping nanti."


"Baiklah, kalau begitu saya akan mengurusnya." Wina pergi meninggalkan Luna.


Setelah para member menonton pelatihan dan dibimbing untuk mengaplikasikan mobil camping, mereka langsung memindahkan barang barang mereka kedalam camping car.


"Baiklah, sebelum kita menuju lokasi, kita akan pergi ke supermarket untuk membeli keperluan yang akan kita butuhkan di perkemahan nanti." Ran menjelaskan kepada para member yang sedang berbaris.


"Dan kalian akan diberi uang saku sebanyak 10 juta setiap grup, jadi gunakan uang itu untuk membeli keperluan dan bahan makanan kalian secukupnya selama perkemahan 3 hari kedepan.


Jangan berlebihan dan jangan sampai kekurangan juga." Para member serentak menganggukkan kepalanya sambil tepuk tangan.


"Untuk asisten tidak diberi uang saku juga Tuan?." Ujar Luna pelan.


"Ada"


Asik, aku dapet uang saku juga, bisa beli oleh oleh buat Luca dan Ayah.


"Terimaksih Tuan"


Lalu Ran mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya, dan menyodorkan pada Luna.


Kartu Timezone?


"Untuk apa kartu timezone ini Tuan?" Luna menatap Ran seraya mengerutkam alisnya.


"Jatahmu"


Apa?!, memangnya untuk apa?,Dikira aku anak kurang bahagia apa?.


Luna terdiam, dan memandang kartu bermain itu.


Ran meninggalkan Luna yang masih mematung dengan wajah kesalnya, terlihat senyum puas diwajah Ran yang sudah mengerjai Luna.


Sudah selesai dengan masalah uang saku, mereka pun masuk ke mobilnya masing masing dan pergi ke supermarket.Dan di sepanjang perjalanan Luna hanya diam sambil memainkan ponselnya.


Menggemaskan


Akhirnya mereka sampai ke sebuah supermarket besar, yang ada dipinggiran kota.

__ADS_1


Luna yang masih dengan wajah cemberut, turun dari mobil dengan langkah yang malas.


"Kenapa kau terlihat lesu begitu?, Kau sakit?" Ran berpura pura bertanya, padahal aslinya ia tau bahwa Luna kecewa dengan bagian jatahnya.


"Tidak, sebaiknya kita masuk!." Luna menanggapi pertanyaan Ran dengan malas, dan segera berjalan masuk ke supermarket dengan langkah cepat.


Kali ini Luna yang bersikap cuek pada Tuannya itu.


Aish, punya nyali berapa aku bisa nyuekin dia!


"Berani beraninya dia bersikap acuh begitu padaku" Meski Luna tidak menggubrisnya, namun Ran cukup terhibur dengan sikap gadis imut itu.


Luna hanya memesan 1 cup kopi dengan uangnya sendiri yang sebelumnya ia sudah tukar dengan mata uang dollar, dan duduk melihat para member sedang berbelanja.


Tuan sialan, dipikir usia berapa aku ini?, Hmm Ayah, Luca, maaf aku tidak bisa membelikan kalian oleh oleh banyak, karena aku juga harus mengontrol pengeluaranku disini. Dan aku tidak diberi uang saku oleh pria pelit bin menyebalkan itu.Apa aku buang aja kartu ini?


Luna mengeluarkan kartu bermain itu, dan hendak membuangnya ke tempat sampah, namun ketika ia tengah membuka penutup tempat sampah itu Ran memergokinya.


"Hei!, Mau kau apakan kartuku?." Ran seraya menunjuk tangan Luna yang sedang membuka tutup tempat sampah."


Gawatt!!, Ketahuan.


"Ah Tuan, saya hanya buka tutup sampah ini saja, apakah isinya sampah organik apa bukan hehe." Jawab Luna dengan cengengesan.


"Kau tidak menghargai pemberianku?."


"Tidak Tuan, sungguh saya tidak ada maksud untuk membuang kartu anda kok." Sambil menggelengkan kepalanya.


Sial, kan ceritanya aku yang marah sama dia, kenapa sekarang malah aku yang kena semprot.


"Terserah kau saja, tapi jika aku benar benar melihatmu membuang kartuku lagi, aku tidak akan menggajimu 2 bulan."


Apa?!, Cuma perkara kartu bermain saja, kenapa gaji aku yang jadi taruhan. Lebih baik aku tau diri saja, dengan siapa aku berhadapan.


Kau berhadapan dengan Tuan Ran Lunaa...hahaha


"Baik Tuan"


"Sekarang ikut aku!" Ran menarik tangan Luna untuk ikut dengannya.


Ran mengambil sebuah trolli dan mendorongnya.


"Tuan, biar saya saja yang membawa trollinya."


"Tidak usah, kau yang mengambil barang saja, ambil yang akan kita butuhkan saat camping nanti."


Luna mengikuti perintah ran, ia mengambil beberapa bahan makanan, daging, alat pemanggang, beberapa stok minuman dan makanan ringan.


"Beli buah juga"


Luna mengambil beberapa buah seperti, jeruk, stroberi, apel dan semangka.


"Sudah tuan"

__ADS_1


"Sekarang kau ambillah apa yang kau mau."


"Maksud tuan?"


"Jatahmu"


"Serius Tuan?"


Ran menganggukkan kepala pelan. Terlihat wajah berbinar dari gadis itu dan ia langsung mengambil beberapa makanan dan oleh oleh khas hawaii, untuk Ayah dan Adiknya.


"Sudah Tuan."


"Bayarlah!"


Maksutmu??


Luna membelalakkan matanya tak percaya mendengar Ran yang menyuruhnya membayar semua barang belanjaan itu.


"Iya bayarlah"


Tega kau, Pria bedebah, ku kira dirimu benar benar punya niat baik.


Terlihat wajah Ran senang melihat gadis didepannya itu sedang cemberut karena ulahnya. Ran pun menyodorkan sebuah kartu berwarna hitam, bertuliskan american express.


"Jangan kau pasang muka jelekmu itu, ambil ini."


Luna melirik kartu yang disodorkan Tuannya itu. Luna menutup mulutnya tak percaya ketika memandang kartu itu.


Ya ampun!!, Ini blackcard?!! Ya Tuhan, ternyata orang gila ini memiliki kartu elite langka ini. Hebat kau Tuan.


"Sudah cepat bayar, sampai kapan kau melongo begitu."


Sadar akan lamunannya, Luna bergegas menuju kasir, dan membayar isi troli penuh itu.


Tau begitu, aku borong saja tadi oleh oleh disini. Hihihi.


Setelah semua selesai. Mereka pun menuju lokasi perkemahan yang ada di hutan B, hutan yang tidak terlalu lebat, dan sering dijadikan sebagai lokasi perkemahan karena posisinya juga tidak jauh dari pantai.


Akhirnya setelah 1 jam menempuh perjalanan, mereka pun sampai di kauai camp park, lokasi camping mereka. Semua member turun dengan sangat antusias, menghirup udara segar alami di hutan hawaii. Semua orang menurunkan barang barang mereka, dan mulai merakit tenda,kursi lipat dan ranjang lipat.


"Win, memangnya kamu bisa mendirikan tenda ini?." Sambil memegang hamparan tenda yang akan ditempati oleh tim.


"Dulu pernah sih, tapi modelnya beda, ini mah gede banget kak." Jawab Wina sambil menggaruk kepalanya.


Mereka berdua akhirnya nekat mencoba mendirikan tenda besar itu tanpa bantuan siapapun, karena juga saat itu semua orang tengah sibuk dengan kegiatannya masing masing.


Dari jauh, Ran melihat dua perempuan itu tengah kesusahan mendirikan tenda besar yang bahkan 5 kali lipat lebih besar dari tubuh mereka sendiri.


Dasar gadis sok tau


Lagi lagi terlihat senyum dibibir Ran yang melihat Luna kelimpungan mendirikan tenda besar itu. Dan ia pun menghampiri 2 gadis itu untuk membantu mendirikannya.


"Kalau tidak tau, jangan sok tau, tenda ini lebih besar dari badanmu, kalau ada angin besar bisa bisa kau dibawa terbang oleh tenda ini." Ucap Ran dengan nada ketusnya.

__ADS_1


Ya biasa aja dong, gausa ketus juga.


__ADS_2