Istriku, Asisten Pribadiku

Istriku, Asisten Pribadiku
Episode 8


__ADS_3

****


*Di ruangan Rama.*


"Siapa wanita imut itu?, apa mungkin dia asisten baru ran?, lumayan juga"


Terlihat Rama yang mulai tertarik dengan Luna sejak pertemuan singkat nya di lift, yang berhasil membuat Luna kesal dengan menjahilinya memberi tahu ruangan ganti karyawan pria. Rama tergelak kecil mengingat kejadian itu ditambah tingkah Luna yang salah tingkah kepadanya diruangan Ran.


Rama merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang ada diruangannya itu.


Suara ketukan pintu terdengar dari luar, membuat Rama terbangun dari tidurnya.


ketika Rama membuka pintu terlihat manajer Yao yang berdiri di depan pintu ruangan Rama.


"Kau rupanya, masuklah".


"Baik pak Rama".


Yao masuk dengan membawa berkas proyek kerjasama iklan yang akan diserahkan pada kakak bos nya itu.


"Ini beberapa kesepakatan kerja sama iklan beberapa produk dari perusahaan minuman X yang harus ditanda tangani pak, semoga anda bijak dengan keputusan ini."


Mendengar kata kata Yao seperti meremehkan dirinya Rama sontak berdiri dari duduknya dan menatap Yao dengan tatapan sinis.


"Hei manajer bodoh!, kau meremehkanku ya?" Dengan muka sebal Rama memalingkan muka menghadap jendela ruangannya.


"Saya hanya menyampaikan perintah bos Ran dengan baik pak"


Yao menerbangkan senjatanya dengan menggunakan nama Ran.


"Cih, gak bos gak manajer sama aja"


Rama cukup kesal dengan ucapan Yao yang menggunakan Ran sebagai tameng untuk membuat dirinya tidak bisa membantah. Disamping itu, Rama juga merasa dirinya seperti orang yang tidak tahu apa apa dan tidak akan becus melakukan pekerjaan.

__ADS_1


Melihat yao rama teringat Luna,


ia berfikir bahwa Yao pasti salah satu orang yang merekomendasikan Luna untuk menjadi pengganti Sabrina. Rama pun terfikir untuk mengorek informasi tentang Luna, namun sebaliknya hal itu ditanggapi dengan acuh oleh Yao.Yao tidak mau memberikan informasi seputar Luna kepada siapapun termasuk Rama,itu sesuai janjinya pada bu Sinta dan bos Madam ( Mama Ran).


"Cih kau pelit sekali, padahal aku kakak bosmu, seharusnya kau lebih menurut kepadaku." Mendengar perkataan Rama, bibir yao tersenyum tipis dan berpikiran bahwa pasti ada niat lain rama dengan menggali informasi seputar Luna.Mengingat kakak bos nya ini adalah orang dengan sifat yang berbanding terbalik dengan Ran, Rama mempunyai perilaku yang selalu menginginkan wanita untuk menjadikan teman saat clubbing malam, dan membayar jasa wanita wanita yang sudah menemaninya.


"Sekali lagi maaf pak, saya tidak bisa menceritakan apa apa mengenai Luna" Yao menundukkan kepalanya sebagai bentuk maafnya karena tidak bisa memberi info apapun tentang asisten baru bosnya itu .


"Sudahlah keluar saja kau, tidak ada gunanya juga lama lama disini" sambil menjentikkan jari telunjuk mengisyaratkan Yao untuk pergi dari hadapannya.


"Saya memang sudah mau keluar pak"


"Hisshhh!". Rama.


Yao segera beranjak keluar dari ruangan rama yang sedang menujukkan wajah kecewa.


***


Mobil berhenti di depan salah satu fashion mall ternama di kota A, mall khusus store segala pakaian pria&wanita berskala besar dengan berbagai merk branded impian para wanita di kota itu semua tersuguhkan di dalam mall itu.


Luna berdiri mematung setelah menutup pintu mobil, Luna tidak pernah menyangka dia akan berdiri dekat dengan mall yang terkenal mahal itu, berharap dirinya bisa menginjakkan kaki disitu, selama ini Luna hanya bisa melewatinya saja dan akhirnya hari ini dia bisa berdiri di depan mall mewah itu.


Wahhhh!!Gede banget!, akhirnya aku bisa masuk kesini,meski hanya sekedar mengantar Tuan Ran.


Kira kira dia mau membelikan baju untuk siapa ya?, hmm mungkin untuk ibunya.


"Ayo masuk, ngapain bengong disitu"


Melihat Luna mematung seperti itu, Ran merasa kasihan padanya, karena terlihat sepertinya gadis imut itu tidak pernah masuk mall itu, padahal itu salah satu fashion mall impian semua wanita yang ada dikota itu.


Padahal visualnya tidak begitu buruk,kenapa dia tidak pernah berbelanja disini ? apa dia semiskin itu.


Lihat kan bagaimana Ran?, seseorang yang sangat sangat kaku dan tidak peka terhadap wanita, ya iyalah mall itu impian para wanita kaya tentunya dan yang berlebihan uang, jadi jangan disamakan sama Luna dan semua wanita yang gk mampu dikota ini Tuan agung. Kalau yang tidak punya uang mana berani masuk kesini yang ada udah diusir duluan sama mbak mbak didalam karena gabisa bayar hahaha.

__ADS_1


..


"Baik Tuan" Luna semangat melangkahkan kakinya untuk masuk ke mall itu.


Di pintu masuk Ran disambut oleh teriakan kecil para pengunjung yang sedang berbelanja disitu, suasana menjadi heboh karena pengunjung dikagetkan dengan pemandangan langka itu, yaitu bisa melihat pimpinan agency terbesar di kota A itu secara langsung, dan dengan jarak dekat, sontak para pengunjung wanita itu berebut meminta foto selfie dengan Ran, para wanita wanita itu dibuat takjub dengan wajah tampan Ran yang ternyata lebih ganteng aslinya daripada di tv atau di internet.


Melihat semua itu bodyguard Ran segera mengamankan situasi dengan tidak berebut untuk berfoto dengan Ran, dan Ran meminta Luna untuk masuk duluan di salah satu area store baju wanita merk ternama C**n**L untuk menghindari kerumunan fans dadakan ran.


Luna pun masuk ditemani sopir Ran untuk menjaga Luna, Luna melihat antusias para wanita dari pintu kaca store, mereka yang sedang bergantian rapi untuk meminta foto dan tanda tangan Tuan narsisnya itu dan Ran melayani dengan ramah dengan senyuman.


Cih, andai mereka tau sifat asli menyebalkan pria di depannya itu, pasti mereka pada ogah ogahan untuk selfie dengannya,hihi


. Tergelak


Di dalam store branded itu Luna sampai menutup mulutnya tidak percaya karena akhirnya dia bisa masuk ke salah satu store merk bergengsi itu walau cuma melihat lihat saja, pikirnya.


Tidak lama Ran pun menyusul masuk dengan 2 bodyguard disampingnya, wajah Ran sampai meneteskan keringat akibat kerumunan tadi tetapi berkat bantuan 2 bodyguard nya yang cekatan itu, akhirnya suasana cukup tertib, dan tidak terlalu heboh dan juga tidak melukai pimpinan Rawn Entertaiment itu.


Melihat wajah Ran yang penuh keringat Luna sigap mengambil sapu tangan yang ada di tasnya untuk mengelap wajah Tuannya itu, sebelum ia mengomel karena tidak dibantu mengeringkan keringatnya.


"Sudah berani pegang-pegang rupanya" Ran menatap Luna namun mambiarkan tangan Gadis mungil itu yang cekatan membersihkan keringat yang membasahi wajahnya.


Apa?!! Bukannya ini juga tugas asisten ya, yang aku lihat di tv dan di video belakang layar artis itu juga melakukan ini pada artis atau talent nya, kenapa yang ini protes.


Sontak Luna menghentikan aktifitasnya di wajah ran dan menggenggam erat saputangan itu kebelakang badannya.


"Kenapa berhenti? aku tidak melarangmu, lagi pula itu tugasmu"


Perkataan Ran lagi lagi membuat wajah Luna sebal karena merasa dirinya dikerjai oleh pria tak tau malu ini.


Tuan bedebah


Luna pun mengelap lagi wajah itu namun dengan tatapan ingin menoyor dahi pria di depannya itu.

__ADS_1


__ADS_2