
Yao kembali ke parkiran bersama Ran didepannya. Siang ini setelah pulang dari hotel, pimpinan Rawn Entertaiment itu langsung pergi ke kantor. Mengingat sudah 3 harian ia meninggalkan meja kerjanya. Tumpukan berkas yang membutuhkan tanda tangannya sedang menunggu kedatangannya.
Luna diperintah Ran untuk tetap didalam apartemennya. Karena ia pikir tak mungkin langsung membawanya ke kantor setelah menikah. Dan juga image Luna yang sekarang menjadi istri Ran membuatnya berpikir dua kali untuk membawanya ke kantor untuk tetap menjadi asisten pribadinya.
Yao masuk kedalam mobil, dan juga Ran yang duduk di belakang kemudi. Yao melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang. Membelah keramaian kota A. Siang hari sudah mulai terik. Semakin membuat jantung kota terasa sangat panas dan gerah. Yao memutuskan untuk menepikan mobilnya, berhenti disebuah supermarket untuk membeli 2 botol air mineral dingin. Setelah ia membayarnya, Yao memberikan 1 botol air dingin itu pada Ran. Mereka meneguk air itu hanya dalam beberapa detik. Tenggorokan yang kering tadi sekarang sudah segar dilewati semburan air dingin yang mereka minum.
Manager Yao, begitulah ia dipanggil. Orang berpengaruh kedua di Rawn Entertaiment. Sifatnya sedikit jenaka berbanding terbalik dengan Ran. Wajahnya yang tampan dan murah senyum. Tapi dibalik itu semua, kepribadiannya bisa saja berubah 180 derajat. Bahkan lebih mematikan dari Ran jika sudah berhadapan dengan para musuh, atau pun orang yang mempunyai niat jahat. Baik pada Ran, dirinya sendiri, juga perusahaan. Ditambah Luna sekarang yang sudah sah menjadi Nyonya Rawn Entertaiment. Menjadi daftar baru seseorang yang harus ia jaga.
Yao tengah fokus mengemudi, dipikirannya sekarang tiba tiba terlintas tentang laki laki dibelakangnya itu. Ia melihat perubahan yang cukup signifikan dari dalam diri laki laki yang sudah menjadi sahabat dekatnya dari kecil itu. Apalagi dengan kejadian pagi di depan hotel. Melihat amarah Ran ketika melihat Luna sedang berbincang dengan seorang pria yang tak lain adalah mantan kekasihnya.
Apa gadis itu sudah benar benar berhasil mengubah seorang Tuan Zhuran. Sekali lagi ia mengurai benang rumit tentang hubungan sahabatnya dengan istrinya itu.
"Cari tau informasi tentang laki laki bernama Haikal itu Yao!." Perkataan Ran membuyarkan konsentrasi Yao, tapi dia menjawab dengan cepat.
Baru saja ia memikirkan tentang kejadian tadi. Eh tiba tiba sekarang sudah dibahas lagi.
"Yang kutahu dia telah kembali dari luar negeri dari kuliahnya. Dan sekarang ia membuka bisnis petshop yang lumayan besar tak jauh dari kompleks tempat tinggalnya."
Ran mendesah lagi, kenapa lagi lagi ia merasa sangat kesal ketika mengingat tentang mantan kekasih istrinya itu.
"Kau tau kenapa Luna berpisah dengan laki laki itu?." Masih dengan wajah kesal. " Mereka berpisah secara baik baik, karena alasan hubungan jarak jauh, dimana si Haikal itu tidak yakin bisa bertahan ketika ia diluar negeri. Dan Luna saat itu mencoba meyakinkannya namun Haikal tetap pada keputusannya. Dan akhirnya dengan kesepakatan mereka, akhirnya memilih berpisah secara baik baik dan tanpa permasalahan." Hati Ran seperti terbakar mendengar penjelasan dari Yao. Entah kenapa fikirannya bisa membayangkan kalau suatu saat nanti Haikal akan kembali merebut istrinya, ia yakin kalau masih ada rasa di dalam hati pria itu. Ran cukup bisa mengetahui dari cara Haikal menatap Luna tadi.
"Mungkinkah suatu saat mereka akan bersatu kembali setelah kontrak pernikahanku dengannya berakhir Yao?."
Ran menggigit jarinya sendiri.
"Itu semua tergantung dirimu Ran. Kalau aku boleh memberi saran, sebaiknya kau kenali dulu perasaanmu sendiri pada istrimu. Apakah sudah ada tanda tanda cinta yang tumbuh dihatimu?. Apakah kau sudah merasa takut kehilangan Luna nantinya?."
__ADS_1
Ran diam sejenak, memikirkan perkataan Yao. Dia memejamkan matanya. "Entahlah, aku tidak tahu dengan apa yang aku rasakan padanya. Yang pasti aku hanya perlu baik padanya kan?."
Sepertinya otakmu itu terlalu kaku Ran.
Aku bahkan baru menemui orang yang se egois akut sepertimu.
Kenapa sampai kau bisa berfikir seperti itu kalau kau merasa cemburu tadi.
Iyakan kau cemburu kan tadi?.
Katakan kalau kau cemburu sekarang.
"Cobalah pelan pelan buka hatimu. Bukannya kau pernah bilang padaku, kalau kau sempat mendapat reaksi pada naluri seksualmu ketika melihatnya hanya menggunakan handuk?. Bukannya itu sebuah pertanda bahwa Luna bisa menyembuhkanmu dari penyakitmu itu?."
"Terus, apa yang akan aku lakukan?."
"Cobalah lakukan lebih. Lakukan hubungan yang lebih intim. Seperti hubungan suami istri pada umumnya."
"Hei, kenapa kau malah menendangku?."
Memegang pinggangnya yang terkena benturan kecil.
"Jangan bicara hal bodoh itu Yao. Aku ini bukannya tak mau. Tapi aku takut kalau nantinya Luna tak menyukaiku, dan memilih pergi meninggalkanku!."
"Sudah kubilang, bersikap baiklah padanya, beri dia kesenangan dan rasa nyaman agar dia bisa mencintaimu. Lupakan tentang perjanjian konyolmu itu. Sekarang yang harus kau lakukan adalah bagaimana caranya kau tidak mempermainkan ikatan pernikahanmu yang suci ini." Ran terdiam sejenak. Perkataan Yao memang benar adanya, kini Ran kembali memejamkan matanya.
Mobil mereka kini sudah sampai didepan gedung. Seperti biasa, para pegawai dan staff menundukkan kepalanya hormat dan menyambut kedatangan Tuannya kembali setelah menikah. Hanya Yao menyambut senyuman para karyawan dan semua orang yang menyambut sopan kearah mereka.
__ADS_1
"Selamat datang kembali Tuan." Ucap salah seorang security. Ran hanya menanggapi dengan anggukan kepala. Auranya kini makin terpancar. Aura yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Para karyawan dan staff yang melihatnya pun makin terkagum kagum melihat kedatangan Ran dengan wajah yang semakin bertambah saja kadar ketampanannya.
Nia yang kebetulan berpapasan dengan dua orang itu pun juga menganggukkan kepalanya sopan. "Selamat datang Tuan, dan juga selamat atas pernikahan kalian." Ran kembali menanggapinya dengan anggukan kepala, dan kini ditambah sedikit senyum tipis di bibirnya.
Yao dibelakangnya beralih melambaikan tangannya pada Nia sembari menaikkan alisnya. Mengisyaratkan bahwa, hei kau tidak mengucapkan selamat datang padaku juga. Begitu kira kira arti mimik wajahnya.
Pak Yao kenapa cengar cengir begitu.
Nia bingung sendiri dengan tingkah Yao itu.
Sampai didepan ruangannya, Ran kembali dikagetkan oleh seseorang yang tiba memberikan sebuah bingkisan dihadapannya. "Selamat datang Tuan Zhuran." Dengan wajah berbinar wanita itu menyerahkan bingkisan yang ada di genggamannya pada Ran. "Ini ada sedikit hadiah untuk pernikahan Tuan dan Nona baru Rawn Entertaiment." Memasang senyum yang sepertinya sedikit terpaksa.
Lagi lagi Ran hanya menanggapi dengan anggukan kepala, namun tak meraih bingkisan yang disodorkan oleh wanita itu. "Yao. Terimalah." Bicara melihat Yao dibelakangnya. "Baik Ran." Meraih bingkisan itu.
"Ih, kenapa gak Tuan sendiri sih yang menerimanya." Memanyunkan bibirnya.
"Tuan Ran sibuk, sudah sebaiknya kau kembali bekerja saja Ver."
"Hemmm. Tapi nanti jangan lupa pak Yao berikan bingkisannya ke Tuan loh."
"Hemm, kalau tidak lupa." Menyeringai.
Nyebelin banget sih.
Vera memutar badannya dan meninggalkan Yao.
Bahkan sekarang Tuan Ran lebih dingin dari biasanya. Aku harus mulai darimana ini.
__ADS_1
Bersambung.
Ayo dong readers ku tercinta, jangan lupa votenya yah, makin sepi aja nih ☹️ Dan jangan lupa untuk Like dan komen juga ya.. Terus support novel IAP untuk terus update dengan cerita yang lebih seru lagi ❤️❤️