
Di dalam mobil, luna cukup lama memandangi wajah ran yang sedang tertidur pulas dengan menyenderkan kepalanya di bantalan sofa duduk mobil karena kelelahan. Ia merasa kagum dengan sosok disebelahnya karena meski menyebalkan tetapi laki laki tampan itu adalah pekerja keras dan multitalent, namun seketika lamunan luna buyar ketika ran tiba tiba membuka matanya.
Meskipun kau itu menjengkelkan tapi aku kagum dengan kerja kerasmu tuan.
"Sudah puas memandangiku?". Luna tersentak kaku dan seketika membelalakkan matanya ketika ran tiba tiba saja membuka matanya cepat seperti orang pura pura tidur.
Mati aku, jadi dia tidak tidur ? kenapa aku jadi gugup begini seperti ketahuan mau maling.
"Ah tuan , saya hanya ". Luna terbata bata mencari alasan,dan seketika luna menemukan serpihan daun kering kecil di rambut ran dan luna sigap mengambilnya.
Ah ada daun kering tuh. "Saya dari tadi ingin mengambil ini tuan, hehe ". Menunjukkan serpihan daun kering yang diambilnya dari rambut ran
"Bilang aja kau melihatku dari tadi,cari cari alasan saja". Kenapa dia terlihat lucu begitu kalau sedang gugup begitu. Di dalam hati ran merasa sangat senang ketika melihat luna yang malu malu mengakui bahwa telah menatapnya sekian lama.
..
Akhirnya mereka sampai di tujuan, di sebuah stasiun TV ternama yang akan menayangkan live boygrup UTS dalam sebuah acara talkshow malam itu.
Luna takjub dengan keramaian di pelataran pintu masuk gedung itu, ia kini bahkan bisa merasakan berada di dekat orang orang terkenal seperti ran. Tak lama kemudian sebuah mobil minibus mewah baru sampai dibelakang mereka , di dalamnya adalah member boygrup terkenal itu, mereka turun satu persatu melewati red carpet yang sudah disediakan dan berjalan melewati para reporter yang berlomba lomba mengambil foto terbaik para member boygrup tersebut untuk mereka bagikan di berbagai media.
Luna membelalakkan matanya tak percaya ketika melihat gerombolan member idolanya itu yang dengan santai berjalan melewati jepretan flash kamera, luna tak percaya jarak antara dirinya dan idolanya itu hanya beberapa jengkal saja, ia tak henti hentinya takjub dengan sosok mereka di depan matanya yang ternyata lebih keren dibandingkan di tv maupun di internet.
Demi tuhan mereka cakep cakep aslinyaa, ahhh andai aku boleh berfoto selfi dengan mereka sekarang pasti teman temanku pada iri.Huh untuk saat ini tahan dulu luna sabar...
__ADS_1
Luna merasa gatal ingin mengambil ponsel disakunya untuk memotret dan mengabadikan momen indah itu, namun lagi lagi luna teringat dengan aturan tuannya yang tidak diperbolehkan memfoto artis sembarangan apalagi di depan banyak orang.
Mereka pun masuk ke dalam gedung itu, dan menuju backstage untuk prepare tampil ke stage.
"Astaga aku satu ruangan dengan mereka, tanganku gatal rasanya ingin memvideokan mereka dan mengshare ke teman temanku, aaa aku ingin sombong sekarang". Melihat luna yang masih menatap masing masing member uts ran terlihat tidak senang, dia pun menyuruh luna untuk mengurus beberapa pertanyaan yang akan di tayangkan di talkshow nanti.
"Cepat kau saring lagi beberapa pertanyaannya, intinya jangan sampai menjuru ke ranah pribadi".
"Baik tuan".
Pukul 10 malam acara itu baru selesai, luna terlihat sangat payah saat itu, karena ia merasa pekerjaannya ini memang bukan hanya sekedar menemani ran tetapi juga mengamati tim kreatif dan produksi serta mengatur para artis yang akan dan sedang tampil. Bisa dibilang luna adalah tangan kanan ran, luna baru mengerti seberapa pentingnya posisi itu.
Ternyata capek juga , ah begini rupanya cara kerjaku, mulai saat ini aku tidak akan mengeluh lagi, aku akan menghargai pekerjaanku ini walau capek namun tidak sembarang orang bisa berada di posisi ini , untungnya dulu aku sempat menjadi sekretaris meski hanya 1 tahun.
Aku terlalu meragukan yao rupanya. Tergelak senyum tipis.
..
Hari demi hari sudah dilewati luna , tak terasa sudah 2 bulan luna bekerja bersama ran, segala macam jenis pekerjaan dan kegiatan lapangan yang dia lakukan sudah dilewatinya dengan baik dan semakin lihai untuk mengurus apa yang dibutuhkan ran dan juga para artis dan juga talent. Dan luna sekarang yang sudah semakin akrab dengan para staff ,kru maupun beberapa tim yang tergabung dalam gedung itu, membuat luna semakin enjoy melakukan pekerjaannya.
Itu semua juga karena para pekerja disana menyukai sifat ramah dan ceria seorang luna. Berbeda jauh dengan sabrina dulu yang tak mau berinteraksi dengan para bawahannya , sekarang ia sudah tidak merasa kesepian dibandingkan sejak pertama ia bekerja, yang saat itu ia hanya mengenal nia, salah satu tim kreatif dengan karakter lugu namun juga aktif dan cerdas tak beda jauh dengan karakter luna.
Di luar gedung seorang wanita berpakaian cukup tebal dengan dilapisi long blazer ,bertopi,berkacamata hitam dan juga bermasker itu memasuki gedung dengan langkah yang percaya diri.
__ADS_1
"Sepertinya itu security baru, aku bisa mengelabuinya sekarang, untung aku masih membawa tanda pengenal lamaku". Gumam wanita itu menuju security pintu masuk.
"Maaf anda siapa ?". Security itu menghadang wanita itu yang tiba tiba menerobos pintu masuk.
"Anak baru ya?! pantes ,sini kenalan dulu". Ucap wanita itu sambil menurunkan kacamatanya sembari mengulurkan tangannya pada security baru itu.
Security itu nampak curiga dengan gerak geriknya sehingga ia tidak menggubris tangan yang disodorkan oleh wanita didepannya itu.
"Maaf nona ,kepentingan nona apa ?". Kesal dengan perlakuan security itu yang menghadangnya untuk masuk, ia sontak mengeluarkan tanda pengenalnya dan disodorkan di depan muka sang security. Security itu membelalakkan matanya karena di tanda pengenal itu tertulis "Personal assistant". Sontak security itu langsung mempersilahkan masuk si wanita dan mengantarkannya kedepan ruangan ran.
"Thank you".
"Sama sama nona, maafkan saya sempat menghadang nona tadi".
"No problem, sekarang pergilah!". Security itu pun mengangguk sopan dan beranjak.
Dasar satpam bodoh!.
...
Hai, bantu like dan vote ya❤️
Terimakasih🌺
__ADS_1