
Mama resti pun duduk di samping ibu nisa,
sementara reinan kini beridri di samping nisa tepatnya di belakang mamanya
Entah kenapa bangku disamping
ibu nisa dan mama resti kosong, seakan orang orang enggan duduk di sebelah
mereka, belum lagi pandangan orang orang yang seakan jijik dan merendahkan
mereka
Tes tes…baik acara akan
segera dimulai, mohon untuk para siswa bisa meninggalkan ruangan dan bisa
melihat lingkungan sekitar sekolah
Setelah mendengar hal tu
semua siswa pun keluar dari ruangan, semua siswa pun berpencar, mereka bersama
sama melihat lngkungan sekolah, mereka bahkan sudah mualai berkenalan dengan
yang lainya
Reinan memilih duduk di
sebuah bangku yang ada di taman, dia lebih memilih duduk disini dari pada harus
berkenalan dengan anak anak lain, reinan tidak suka dengan hal yang
mengganggunya, reinan lebih suka dengan ketenangan, lagi pula dia menjamin
tidak akan ada yang mengganggunya atau bahkan meminta berkenalan, karena dia
sadar tatapan anak anak lain kepadanya, tatapan jijik, membenci, sangat
terlihat mereka tidak menyukai kehadiran reinan
Namun reinan bersyukur, dia
bisa tenang, karena dia sama sekali tidak berharap mereka mendekatinya, reinan
sangat risih dengan para wanita yang mendekatinya dengan tatapan memuja, inilah
salah satu alasanya merubah penampilanya, selain karena dia ingin dekat dengan
nisa dia juga ingin melewati masa SMA nya dengan tenang
“ dia benar benar buruk”
“ lihatlah, pakaian dan
wajahnya itu, ya ampun….kenapa bisa ada murid seperi itu disekolah kita?”
“ jangan dekat dekat dengan
dia “
Reinan hanya diam dan membaca
buku di hadapanya ini, dia tidak sakit hati, tidak sama sekali, karena itu
tidak penting baginya, ucapan anak anak yang mengejeknya tadi hanya angin lalu
baginya
“ hai “ ucap seorang yang
kini beridri di hadapanya
Reinan yang semula membaca
bukunya kini mendongak menatap siapa yang menganggunya membaca buku, namun dia
terkejut melihat siapa yang berada di depanya, reinan langsung berdiri
“ ha…hai “ jawab reinan gugup
“ kenalin nama aku nisa “
ucap nisa sambil menangkupkan kedua tanganya
“ i…ya, aku re…., eh faris, aku faris”
Nisa pun duduk di sebelah
reinan, melihat itu reinan duduk kembali
“ kamu kok sendiri??”
“ gpp, aku emang suka sendiri”
__ADS_1
“ sebenarnya aku dari tadi
lihat kamu, ucapan mereka gak usah di pedulikan ya “
‘ eh??’
“ sedari tadi aku lihat
kamu, kamu duduk sendiri disini, sambil
baca buku, aku juga tahu kalau sedari tadi anak anak lain membicarakan kamu”
ucap nisa
“ oalah….gpp kok”
“ aku juga pernah merasakan
yang kamu rasakan, pasti sedih ya, saat orang orang hanya melihat dari fisik
dan kekayaan seseorang saja “
Ya allah….kenapa aku jadi deg
deg an gini, salah tingkah gue deket sama nisa, apalagi berduaan gini doang
batin reinan
“ dulu aku juga gak punya
temen, aku selalu diasigkan bahkan gak jarang mereka bully aku, mungkin karena
aku miskin” ucap nisa
Kurang ajar! Berani beraninya
mereka bully calon istri gue batin reinan
“ tapi gpp., niat aku sekolah
untuk belajar, bukan untuk bergaya, tapi alhamdulillah aku sekarang udah punya
temen” ucap nisa dengan senyumnya
“ mulai sekarang kita akan
berteman ya “ ucap nisa pada reinan
“ i…ya, tapi…kamu gak malu
“ kenapa harus malu? Menurut
aku berteman itu sama siapapun, asalkan dia baik”
Aduh…aduh…calon istriku benar
benar baik ya, hehehe batin reinan
Kini reinan memandang nisa
dengan senyum yang mengembang di wajahnya
“ nisa “ ucap sekar yang baru
datang
“ iya “
“ aku cari kamu dari tadi “
“maaf ya kar, aku tadi
langsung kesini,’
“ iya gpp kok”
“ o iya kenalin, ini faris “
Sekar memandang faris dari
atas sampai bawah “
“ kenalin aku sekar “ ucap
sekar mengulurkan tanganya
Sementara faris menerima
uluran tangan sekar
“ faris “
“ hai “ ucap riko yang baru datang
__ADS_1
Semua menoleh kearah riko
yang datang dengan senyum diwajahnya
“ kamu disini nis?? Aku cari
kamu kemana mana “
“ iya mas riko”
Kini pandangan riko beralih
kepada seorang laki laki yang berdiri di samping nisa, sedari tadi menatapnya
dengan tatapan tidak suka
“ siapa dia ??”
“ oh…ini faris, dia temen aku
mas”
‘ temen lo??”
“ iya “
Kini riko menatap lelaki
bernama faris itu dari atas sampai bawah
“ yakin lo mau temenan sama
dia nis??”
“ emang kkenapa??”
“ lihat aja penampilanya,
benar benar jelek “
“ mas riko gak boleh ngomong
begitu” ucap nisa dengan nada sedikit tinggi
“ kenapa?? Emang bener kan?”
“ tapi gak boleh, nisa gak
suka orang kaya gitu, orang yang hanya melihat orang lain cuman dari
penampilanya aja “
Riko hanya diam
“ ayo kar kita pergi “ ucap
nisa menarik tangan sekar meninggalkan riko yang masih terdiam ditempatnya
Faris yang sedari tadi hanya
diam, tersenyum bangga
Calon istriku membelaku,
unch…..jadi pengen halalin sekarang, hahaha
“ ngapain lo senyum senyum
sendiri??’ ucap riko pada faris
“ gpp” ucap faris dengan
senyum meremehkanya
“ kenapa lo ?? ngeremih
gue??’
“ enggak” jawab faris dengan
santainya dan pergi meninggalkan riko
Awas lo ya! Udah culun sok
lagi batin riko
# hay hay....author balik lagi dong.....seneng gak??
maaf ya author kalo update gak bisa cepet
tapi yang bikin author semangat nulis adalah baca komen komen kalian hahaha
thanks banget buat yang masih setia nunggu
__ADS_1
see you next part