
sudah seminggu sejak kejadian riko menyatakan perasaanya kepada nisa dan penolakan nisa sehingga membuta riko menjauh dari nisa, kesedihan terpancar dari wajah ayu nisa, perasaan bersalah masih mengahantuinya, tapi mau bagamana lagi nisa hanya menanggap riko sebagai seorang teman yang baik, tidak lebih, dia tiak mau berbohong dan memberi harapan palsu pada seseorang, menurutnya jujur lebih baik walau menyakitkn dari pada berbohong
berita tentang riko yang menjauh dari nisa sudah tersebar di sekolah, siapa yang tidak tahu tentang mereka, tentang si cewek kampung yang sayangnya bisa mendekati si cowok paling terkenal satu sekolah. dan coowk paling susah didekati, sehingga banyak siswi yang iri kepada nisa, banyak dari mereka yang membeci nisa namun mereka tak berani untuk sekedar mengaggu nisa karena riko pasti tidak akan membirkanya
namun kini mereka menganggap bahwa nisa sudah dibuang oleh riko. riko pasti sudah bosan dengan nisa sehingga kini mmebuangnya, dan kini adalah kesempatan bagi mereka untuk balas dendam
" kalian mau ngapain??" tanya nisa panik karena kini dia tengah di hadang oleh beberapa siswi
" ikut " ucap salah satu dari mereka dan membawa nisa masuk kedalam toilet
" kalian mau ngapain??"
" diem lo! kagak usah banyak bacot! gue tu udah muak sama lo!"
" salah nisa apa??"
" lo itu kagak usah mimpi jadi cinderella deh, sekarang riko udah buang lo. jadi gak ada yang bisa nolongin lo lagi "
" mas riko gak mungkin kaya gitu, kalian gak tahu apa apa"
"lo tu mikir, gak mungkin riko suka beneran sama lo! lo tu cuman mainan buat dia, yang kalo udah bosen dibuang "
" mas riko gak sejahat itu "
" terserah! yang penting sekarang gue bisa balas dendam ke lo! dan gak ada yang bisa belain lo lagi "
merekapun menyeret nisa masuk kedalam salah satu bilk toilet dan menguncinya
" rasain lo! mampus! kagak bakal ada yang nolongin lo! hahaha....."
mereka pun meninggalkan nisa sendiri yang menangis
" tolong....tolong...." teriak nisa namun tidak ada yang datang, mengingat sekolah sudah sepi karena semua siswa sudah pulang
sementara itu riko, bima, aldi tengah berkumpul
__ADS_1
" lo kayaknya beneran udah nyerah ke nisa ya ko??"
" gue bukanya nyerah, tapi gue gak berusaha ikhlas"
" sama aja peak!"
" rasa suka gue masih sama gak berkurang sama sekali, gue gak bisa mengendalikan perasaan gue "
" kayaknya lo kena karma rik, dulu kan lo suka mainin perasaan cewek sekarang lo yang galau karena suka ke cewek "
' bener tu" kata aldi menyahut
" tapi rik, gue denger gosip dari anak anak, katanya lo ngedektin nisa cuman bua mainan aja "
" siapa bilang??" tanya riko dengan sedikit emosi
" ya kan emang gitu rik"
" ya dulu, sekarang gue udah tobat, gue serius "
"kurang ajar! siapa yang ngomong kaya gitu ??"
" kagak tahu, cuman gue khawatir mereka baka ganggu nisa, secara mereka selama ini gak suka sama nisa "
" awas aja mereka berani ganggu nisa, gue abisin mereka" ucap riko emosi
" mereka pasti berani rik, secara udah seminggu ini lo jauhin nisa dan itu membat mereka yakin kalau nisa sekarang udah gak ada yang belain lagi "
tiba tiba
" YA AMPUN!!" teriak bima tiba tiba
" kenapa sih bim?? bikin kaget aja "
" nih" ucap bima sambil memperlihatkan ponselnya
__ADS_1
" ini bukanya sepedanya nisa ya??' tanya aldi
" iya, ini sepeda nisa, terus kenapa?" tanya riko
" lo gak lihat sekarang jam berapa?? ini udah lama dari jam pulang sekolah, tapi sepeda nisa masih ada di sekolah??" tanya aldi
" terus?" tanya riko
" lo pekok banget sih rik, kalau ada sepedanya berarti ada orangnya, berarti nisa masih ada di sana, perasaan gue gak enak nih"
riko langsung berlari mengambil kunci motornya, keluar dari sana
aldi dan bima yang terkejut langusng ikut menyusul riko kesana
SEKOLAH
nisa sudah lelah menangis, dan berteriak, kini tenaganya sudah habis, sekarang dia hanya bisa pasrah berharap ada yang menolongnya
tiba tiba terdengar orang yang memanggil namanya, nisa yang sudah sangat lemah hanya bisa bersuara dengan lirih
" tolong....." ucap nisa dari dalam kamar mandi
" ni?? kamu di dalam??"
" tolong...." lagi hanya suara lirih yang keluar dari bibrnya
" sabar nis, kamu bertahan aku bakal keluarin kamu "
" terdengar suara berisik dari luar, namun samar terdengar di telinga nisa karena kini pandanganya semakin kabur, juga kepalanya yang semakin pusing
" NISA!! :"
itulah kalimat terkahir yang di dengar nisa sebelum kesadarnya hilang
# hay.....maaf ya setelah sekian lama author baru balik
__ADS_1