
Di rumah keluarga alfaris
“ papa gak setuju” ucap papa nando yang berhasil membuat
mama dan nando terkejut
“ lah?? Kenapa pa??” Tanya nando
“ papa gak setuju kalau kamu nikah hanya karena paksaan dari
mama ataupun papa, walau sebenarnya mama dan papa memang sangat ingin segera
menimang cucu, tapi menikah itu keputusan yang besar, jangan karena terpaksa ,
nanti pasti ada yang terluka hatinya, papa gak mau kamu jadi lelaki yang
menyakiti hati perempuan”
“ ya ampun pa….apa sih yang papa fikirin, nando juga tau pa kalau menikah itu
keputusan yang besar, makanya saat nando memutuskan untuk melamar nya nando
sudah memikirkanya dengan sangat matang, dan harus papa tau, walau nando sangat
dingin terhadap perempuan , nando ini adalah lelaki normal pa, nando
mencintainya, nando sayang sama dia, nando tulus sama dia, karena itu nando
ingin menjaganya, menjadi imam yang baik untuknya “ ucap nando
“ apa kamu serius dengan kata-kata mu itu?” Tanya sang papa
“ iya pa, nando serius” ucap nando penuh keyakinan
“ ya sudah, kamu sudah besar, semua keputusan terserah kamu,
selama menurut kamu itu baik, papa akan setuju” ucap papa
“ makasih pa”
“ jadi kapan kamu akan melamarnya?”ucap sang mama
“ lusa ma, rencananya lusa aku akan melamar dia, aku harap
mama sama papa bisa menemani aku buat melamar dia”
“ pasti dong sayang…anak mama satu-satu nya mau nikah, pasti
mama temenin, kamu gak usah khawatirin apapun soal yang lain biar mama yang
urus, kamu siapin diri kamu aja “ ucap mama
“ iya ma”
Setelah pembicaran itu nando dan kedua orangtunya membahas banyak tenatng persiapan lamaran dan
tentang siapa resti , yang akan menjadi calon mantu mereka
Kampus
__ADS_1
“ resti…..” teriak dewi saat melihat resti yang sedang
berjalan menuju ke kelas
“ ya allah… wit itu mulut apa toak sih? Keras banget lo manggil
gue” ucap resti
“ hehehe….habis gue itu udah kangen banget ama lo” ucap dewi
sambil memeluk resti
“ tumben lo kangen gue, lo sehat kan??”
“ gue sehat kali, gue cuman ngerasa bentar lagi kita bakal jauh, lo bakal jadi
istri orang” ucap dewi sambil bergelayut pada resti
“ apaan sih lo, lagian ya kalaupun gue nanti nikah, lo bakal
tetep jadi gue, sahabat gue”
“ unch…so sweet banget sih…., jadi tersandung gue….” Ucap dewi
“ tersanjung kali!” ucap resti
“ iya iya,salah dikit ja”
“ya udah kita kekelas yuk”
“ ayo”
teman-temanya dengan senyumnya yang manis itu dan di balas senyum dengan
teman-temanya yang lain,resti memang terkenal ramah dan baik tapi kelakuanya
yang alay bin ajaib itu yang membuat teman-temanya geleng-geleng kepala
bel masuk berbunyi,
pertanda bahwa pelajaran akan segera
dimulai, tak lama kemudian masuklah seorang yang sangat ditunggu-tunggu oleh
sebagian mahasiswa, dan yang paling dihindari oleh sebagian lainya, salah
satunya yaitu resti
ya masuk saat ini adalah pak nando, dosen paling ganteng
satu kampus, dan idaman para mahasiswa kampus ini, banyak yang menunggu pak
nando untuk mengajar di kelas mereka, namun tidak bagi resti, rasanya saat ini
dia tidaak ingin bertemu dengan pak nando, bukan karena dia membecinya atau
tidak menyukainya, namun karena kejadian kemaren saat pak nando menyatakan perasanya
dan keinginanya rasanya jantung resti berdetak lebih cepat, dan sekarang dia
__ADS_1
sangat malu bertemu dengan pak nando
kenapa sih nih jantung? Kok kenceng banget debaranya, cuman
karena ngeliat pak nando doang? Masa aku udah suka sih sama pak nando? Batin
resti
“ baiklah selamat pagi semua, disini saya menggantikan pak
candra, karena beliau sedang sakit, “ ucap nando
padahal sebenarnya gue emang pengen masuk kelas ini, biar bisa ketemu resti hehehe....batin nando
Kelas dimulai dengan tenang dan serius seperti biasa, namun
ada yang sedikit berbeda dengan kelas yang dipimpin pak nando hari ini, entah
kenapa para mahasiswa merasakan aura hangat dari dalam diri pak nando, tidak
seperti biasanya yang hanya ada aura dingin dari dalam diri pak nando, dan yang
lebih aneh, hari ini pak nando terlihat begitu senang, terbukti dengan dia yang
terlihat menawan dengan senyum yang muncul di wajahnya, dia terlihat begitu
bahagia, apa yang sebenarnya terjadi ? itulah yang jadi pertanyaan para
mahasiswa,
Tet…tet….
Bunyi bel pertanda jam pelajaran sudah selesai
“ baiklah sampai disini dulu yang bisa saya sampaikan,
sekian terimakasih”
“ iya pak, sama-sama” ucap para mahasiswa
“ o iya, resti agustine, kamu keruangan saya “ ucap nando
melihat ke arah resti
dan resti yang di
panggil namanya langsung kegat dan tanpa sadar berdiri dari duduknya ,hanya di
jawab anggukan oleh resti dan pandangan mereka bertemu, rasanya ada rasa lain
mereka seakan terhanyut oleh pandangan mata masing-masing sampai suara itu membuyarkan pandangan mereka
" ehheemmm….." itu adalah suara dewi
pak nando dan resti langsung menoleh ke arah lain , rasanya sekarang keduanya benar-benar merasa malu
# hahahah....kalua author mah ketemu orang yang disuka itu kaya pertama tampil di depan ribuan orang\, rasanya deg-deg an banget\, kaya mau pingsan aja hahaha....padahal dia gk tau kalua author suka( kasian banget sih thor…..hiks...hiks…)
sekali lagi maaf ya ….author telat update karena lagi repot-repotnya, ditambah ide nya mampet terus kagak mau lancer , tapi author usahain bakal mulai sering update, makasih banget buat yang udah nungguin
__ADS_1