ISTRIKU SEORANG KPOPERS

ISTRIKU SEORANG KPOPERS
batal


__ADS_3

“  silahkan diminum mas jaka”


  " terimakasih nis”


Kini nisa dan jaka sedang duduk di ruang tamu rumah nisa, tadi pagi jaka mengabari bahwa nanti malam dia akan mampir kerumah, karena ada sesuatu yang penting yang akan dibicarakan


Kini keduanya hanya diam, nisa sendiri menunggu jaka berbicara karena katanya ada sesuatu yang harus disampaikan


“ nis”


“ iya mas”


“ apa kamu masih ingat dengan apa yang saya ucapkan dulu, bahwa saya hanya ingin kamu bahagia”


Nisa hanya mengangguk sebagai jawaban, dia  tak mungkin melupakan hal itu, kata kata tulus yang diucapak jaka untuknya


“ walau aku harus sakit aku gak masalah, asalkan kamu bahagia”


Nisa hanya diam menunggu kelanjutan kalimat yang akan jaka utarakan


‘ mari kita batalkan rencana pernikahan kita?’


Ucapan jaka sotak membuat nisa terkejut


“ ke- kenapa mas?”


“ aku tahu ada seseorang yang masih kamu simpan di hatimu dan aku sadar aku tak mungkn bisa menganggantikanya “


“ mas jaka salah, nisa sudah melupakan perasaan nisa”


Nisa merasa sangat bersalah pada jaka, karena harus membohongi pria sebaik jaka, dia memang masih belum bisa menghapus nama reinana dihatinya


“ jangan memaksakan hati kamu nis, aku gak mau kamu menerima ku hanya karena  keterpaksaan”


“ enggak mas”


“ selama beberapa hari ini kita jalan bareng aku tahu perasaan kamu masih untuk dia,  perasaan kamu gak akan berubah, kalau kita lanjutkan rencana kita kamu gak akan bahagia”


“ tapi mas jaka”


“ jangan perdulkan aku, aku bahagia melihat kamu bahagia, dari awal aku ikhlas menyembuhkan lukamu, menjadi pelarianmu, aku ingin kamu tersenyum nis”


Mendengar itu nisa tambah merasa bersalah, kenapa lelaki sebaik jaka harus mencintai perempuan seperti dirinya, yang bahkan tak bisa membalas perasan lelaki itu yang sangat tulus padanya


“ nisa gak mau membaut mas jaka sakit hati”


: mas udah bilang mas siap sakit hati asal nisa bahagia”

__ADS_1


“ tapi nisa gak mau lagi berharap sama lelaki yang gak bisa kasih kepastian”


Mendengar iitu jaka tersenyum


“ dia lelaki yang baik, dia tidak pernah berniat meningglkan kamu”


“ mas jaka….”


“ reinan, dia lelaki yang baik, saya yakin dia bisa menjaga dan membahagiakan kamu”


“ mas ….”


Jaka hanya tersenyum melihat nisa yang terkejut


FLASHBACK


“ permisi”


“ iya?” ucap jaka yang akan memasuki mobilnya


“ benar dengan pak jaka?”


“ benar”


“ perkenalkan saya reinan “


Merekapun berjabat tangan


“ bisa meminta waktunya sebentar? “


“ baik “


Merekapun memutuskan untuk berbicara di sebuah warung makan dekat dengan puskesmas


“ sebelumnya perkenalkan saya reinan, saya adalah teman nisa dari kota”


Mendengar hal itu membuat jaka terkejut, firasatnya mengatakan bahwa lelaki di depanya ini bukan hany sekedar teman dengan nisa


“ iya, saya jaka calon suami nisa” mendengar jawaban jaka reinan hanya bisa tersenyum masam


“ maaf sebelumnya sudah menganggung waktu anda”


“ tidak apa apa “


“ terimakasih “


“ untuk?”

__ADS_1


“ karena telah menjaga nisa “


“ saya mencntai nisa jadi sudah seharusnya saya menjaganya “ mendengar itu reinan tersenyum


“ tolong bahagiakan dia, saya sudah membuat kesalah dengan meninggalkanya dan membuat dia merasakan sakit”


“ apakah kamu lelaki yang ditunggu nisa salaam ini?”


Reinan hanya diam, lalu mengangguk samar


“ kesalahan terbesar saya adalah saya kurang berani menagmbil resiko dan berjuang untuk nisa”


“ kenapa dulu kamu meninggalkanya? “


“ saya berada di posisi yang sulit, kakek saya tidak mengijinkan saya untuk menikahi


nisa diusia kami yang masih sangat belia, yaitu 19 tahun, menurut kakek usia kami masih sangat labil dan belum dewasa untuk mengarungi biduk rumah tangga, saya di haruskan untuk melanjutkan pendidkan dan tinggal bersama kakek saya di belanda, dengan pengawasan yang ketat dan akses yang di batasi membuat saya


kesuliat menghubungi nisa bahkan memberikan kabar, saya berusaha menyelesaikan pendidikan saya secepat mungkin dan sebaik mungin agar saya bisa segera kembali ke Indonesia dan menemui nisa, melanjutkaan rencanakami yang tertunda, namun saat saya lulus kakek saya mengingkari janjinya bahwa ia akan mengijinkan saya kembali ke Indonesia jika saya lulus dengan nilai yang baik, beruntungnya saya berhasil meyakinkan kakek saya dan saya bisa kembali kesini, walau saya harus  menerima kenyataan pahit bawa gadis yang saya sayangi sudah menerima lamaran


orang lain “


jaka diam menyimak, dia pun setuju dengan kakek reinan. menikah bukan perkara mudah, butuh banyak kesiapan yang harus dilakukan, dan umur 19 tahun masih sangat muda untuk menikah


“ apakah kamu sudah berusaha menjelaskan kepada nisa?”


" kami sudah bertemu, namun dia tidak mau menyakitimu seorang lelaki yang dengan sabarnya mau menunggunya dan menerimanya apa adanya “


Jaka diam, kenapa nisa tak  berbicara apa apa, kenapa dia tak menceriatakan bahwa dia sudah bertemu dengan reinan ? batin jaka


“ lalu apa maumu”


“ aku tak ingin mengganggu kalian, aku hanya berharap kamu membahagiakanya, bua dia selalu tersenyum”


Jaka diam tanpa membalas


“ dan ijinkan aku untuk tetap melihat dan mengawasinya sampai hari bahagia kalian tiba, aku janji aku gak akan menganggu kalian, aku hanya ingin melihat dia sebelum nanti aku kembalii ke Jakarta”


Seteah itu renan pamit undur diri, meninggalkan jaka yang diam melamum memikirkan semuanya


Sebaiknya langkah apa yang harus aku ambil? Batin jaka



halo teman teman, taqoballuminawaminkum,


mohon maaf lahi dan batin semuanya

__ADS_1


selamat hari raya


( telat thor hahaha)


__ADS_2