
" jadi pie mbak sri?? iki mamad
wes seneng tenan ambi si nisa "ucap buk marni
" la pie to bu? nisa masih
kecil belum mau nikah "
' kecil pie to? sudah 18 tahun itu
kan sudah punya ktp, sudah cukup menikah itu "
" nisa nya masih belum mau
bu"
" oalah....nunggu apalagi??
didesa ini nisa itu udah termasuk paling tua yang belum nikah, gak malu apa
nani jadi perawan tua"
" masih 18 belum tua tua banget
bu'
" dibilangin kok ngeyel to sri,ini itu di desa bukan kota, 18 itu sudah tua,
wes terima aja si mamad itu, dia udah suka banget sama nisa, mau langsung
diinikahin katanya'
" nanti coba tak bilangin
anaknya bu, tapi saya gak bisa maksa"
' harusnya kamu itu bersyukur karena
mamad anak saya itu suka dan mau sama nisa, dia itu nanti warisan sawahnya
banyak, terjamin hidup anakmu nanti "
" rejeki sudah ada yang ngatur
bu, gak usah khawatir "
' udah lah, terserah kamu, susah
emang ngomong orang susah" lalu bu mirna pergi meninggalkan bu warung bu sri
" bu mirna datang lagi
bu??"
" iya nduk"
' masih bahas soal mas mamad ?"
" iya nduk"
' maaf ya bu gara gara nisa ibu jadi
di tanyain bu mirna terus"
' udah gpp, ibu gak mau maksa kamu,
biarin aja "
sejak kejadian 2 minggu lalu mamad
laki laki yang menyukai nisa itu mengungkapkan perasaanya, namun ditolak oleh
nisa dengan halus, namun ternyata mamad malah mengatakan semua itu pada bu
mirna ibunya, dia menangis karena ditolak oleh nisa,hingga bu mirna datang
dengan amarahnya
sampai saat ini baik bu mirna maupun
mamad tidak menyerah untuk bisa mempersunting nisa
" jangan pedullikan
omongan orang lain, jodoh sudah di atur oleh Allah, "
' enggeh bu" ucap nisa sambil
__ADS_1
memeluk ibunya
' nduk, ibu akan selalu dukung
semua keputusan kamu, maaf y nduk ibu ga bisa bantu kamu melnajuktan cita cita
kamu sampai kuliah"
"enggak apa apa bu, nisa bisa
lulus SMA aja udah seneng, nisa juga gak mau bebani ibu "
" maeikah itu bukan soal umur
tapi soal kesiapan kamu, dan banyak doa agar bisa mendapat jodoh yang baik"
' enggeh, bu, makasih bu"
' iya, udah udah sekarang ibu mau nata barang dulu bantu bulekmu,kasian dia sendirian jaga warung"
" nisa bantuin ya bu"
" ya udah ayo"
SEMENTARA ITU
" kita udah sampai mana?"
tanya reno
" bangun bangun tanya sampai
mana lo"
' laper gue"
" baru sampai solo kita”
“ masih lama ya rei?” Tanya sania
“ lumayan sih”
“ laper gak san??” Tanya reno
“ iya laper”
hubungin mobil di belakang bilang kita ke rest area dulu”
“ okay boss”
Reno tampak mengetikan sesuatu di hpnya,
mereka pun memutuskan untuk beristirahat di rest area yang di sediakan di sekitar jalan tol, mereka memutskan untuk sholat dan makan siang
setelah melaksanakan sholat dhuhur mereka pun makan siang di sebuah rumah makan yang memang tersedia disana,
" berapa lama lagi rei??"
" mungkin jam 3 kita baru sampai"
" lo gak ada hubungi nisa dulu??"
" hp nya udah gak bisa dihubungi"
mereka hanya mengangguk
setelah mereka selesai dengan kegiatan istirahat dan mengisi perut, mereka melanjutkan perjalan meunuju jawa timur, ke sebuah kota kecil disana
tak terasa mobil sudah masuk kedalam sebuah desa yang asri, desa yang masih dikelilingi dengan sawah dan gunug membuat udara disana masih sejuk
" seger banget udaranya" ucap sania sambil melihat sekelilingnya lewat jendela mobil yang terbuka
" iya,gila! betah gue mah kalo gini udaranya " ucap reno
mobil mereka melewati jalan lurus yang kanan kirinya dikelilingi dengan tanaman padi yang hijau
banyak pasang mata yang melihat ke arah mobil mereka, ada yang memandang dengan tatapan kagum ada juga dengan tatapan bingung
" rumahnya yang mana rei?"
" gak tau gue"
" lah gimana sih lo?" ucap riko
kini mereka tengah berhenti di tepi jalan, karena reinan tidak tau mana rumah nisa
" gue tahu alamat desanya udah bener tapi kalau rumahnya gue juga gak tau"
__ADS_1
" tanya aja deh"
" okay "
lalu terlihat segerombolan ibu ibu lewat didepan mereka, sepertinya mereka baru pulang dari sawah
" nuwun sewu bu"
( permisi bu"
" enggeh, pripun mas??"
( iya, bagaimana mas?"
" badhe tanglet, griyane bu sari pundi geh??"
( mau tanya, rumahnya bu sari mana ya??"
" sari sing nembe mantuk keng jakarta geh??"
( sari yang baru pulang dari jakarta?'
" enggeh bu, leres"
( iya bu)
" niku mas, lurus mawon, kiwo dalan enten omah warna putih ente warunge, geh niku griyane "
* itu mas\, lurus aja\, kiri jalan ada rumah warna putih ada warungnya "
" matursuwun bu"
" enggeh, sami sami"
reinan pun membalikan badanya kearah teman temanya
" kenapa??" tanya reinan bingung melihat teman temanya yang melongo melihat ke arahnya
" basa apaan tuh rei??" tanya reno
" basa jawa"
" perasaan bahasa jawa yang gue tahu gak kaya gitu"
" itu krama inggil, bahasa jawa alus"
" au ah, gak ngerti gue"
" y udah ayo"
' lo udah tau"
" udah, ayo"
" kagak bakal nyasar kan??"
" enggak udah"
mereka pun masuk kedalam mobil masing masing
mobil merekapun mulai berjalan dengan pelan sambil melihat lihat rumah yang di maksud
tanpa disadari sedari tadi sania melihat kagum ke arah reinan
reinan keren banget pas ngomong bahasa jawa, ya ampun....makin suka deh.... batin sania
reinan pun memasukan mobilnya kedalam halamn yang luas di bawah pohon mangga, disampingnya ada sebuah warung dan didepan sebuah rumah sederhana warna kuning
nisa yang melihat ada mobil yang tak dikenalnya masuk kedalam halaman rumahnya pun keluar dari rumah
dia berdiri di depan pintu sambil melihat mobil itu, hingga pintu mobil terbuka dan nisa sangat terkejut
" teman teman " gumam nisa
# hay.....maaf ya readers.....telat update\, tugas author menumpul hehehe
dukung author terus ya, jangan lupa komen like,
love you all.....
__ADS_1