ISTRIKU SEORANG KPOPERS

ISTRIKU SEORANG KPOPERS
sampai


__ADS_3

" jadi pie mbak sri?? iki mamad


wes seneng tenan ambi si nisa "ucap buk marni


" la pie to bu? nisa masih


kecil belum mau nikah "


 ' kecil pie to? sudah 18 tahun itu


kan sudah punya ktp, sudah cukup menikah itu "


 " nisa nya masih belum mau


bu"


" oalah....nunggu apalagi??


didesa ini nisa itu udah termasuk paling tua yang belum nikah, gak malu apa


nani jadi perawan tua"


 " masih 18 belum tua tua banget


bu'


 " dibilangin kok ngeyel to sri,ini itu di desa bukan kota, 18 itu sudah tua,


wes terima aja si mamad itu, dia udah suka banget sama nisa, mau langsung


diinikahin katanya'


 " nanti coba tak bilangin


anaknya bu, tapi saya gak bisa maksa"


 ' harusnya kamu itu bersyukur karena


mamad anak saya itu suka dan mau sama nisa, dia itu nanti warisan sawahnya


banyak, terjamin hidup anakmu nanti "


 " rejeki sudah ada yang ngatur


bu, gak usah khawatir "


 ' udah lah, terserah kamu, susah


emang ngomong orang susah" lalu bu mirna pergi meninggalkan bu warung bu sri


 " bu mirna datang lagi


bu??"


  " iya nduk"


 ' masih bahas soal mas mamad ?"


" iya nduk"


 ' maaf ya bu gara gara nisa ibu jadi


di tanyain bu mirna terus"


 ' udah gpp, ibu gak mau maksa kamu,


biarin aja "


 sejak kejadian 2 minggu lalu mamad


laki laki yang menyukai nisa itu mengungkapkan perasaanya, namun ditolak oleh


nisa dengan halus, namun ternyata mamad malah mengatakan semua itu pada bu


mirna ibunya, dia menangis karena ditolak oleh nisa,hingga bu mirna datang


dengan amarahnya


 sampai saat ini baik bu mirna maupun


mamad tidak menyerah untuk bisa mempersunting nisa


 " jangan pedullikan


omongan  orang lain, jodoh sudah di atur oleh Allah, "


 ' enggeh bu" ucap nisa sambil

__ADS_1


memeluk ibunya


 ' nduk, ibu akan selalu dukung


semua keputusan kamu, maaf y nduk ibu ga bisa bantu kamu melnajuktan cita cita


kamu sampai kuliah"


 "enggak apa apa bu, nisa bisa


lulus SMA aja udah seneng, nisa juga gak mau bebani ibu "


 " maeikah itu bukan soal umur


tapi soal kesiapan kamu, dan banyak doa agar bisa mendapat jodoh yang baik"


' enggeh, bu, makasih bu"


 ' iya, udah udah sekarang ibu mau nata barang dulu  bantu bulekmu,kasian dia sendirian jaga warung"


 " nisa bantuin ya bu"


" ya udah ayo"


 SEMENTARA ITU 


 " kita udah sampai mana?"


tanya reno


 " bangun bangun tanya sampai


mana lo"


 ' laper gue"


 " baru sampai solo kita”


“ masih lama ya rei?” Tanya sania


 “ lumayan sih”


 “ laper gak san??” Tanya reno


 “ iya laper”


hubungin mobil di belakang bilang kita ke rest area dulu”


 “ okay boss”


Reno tampak mengetikan sesuatu di hpnya,


mereka pun memutuskan untuk beristirahat di rest area yang di sediakan di sekitar jalan tol, mereka memutskan untuk sholat dan makan siang


setelah melaksanakan sholat dhuhur mereka pun makan siang di sebuah rumah makan yang memang tersedia disana,


" berapa lama lagi rei??"


" mungkin jam 3 kita baru sampai"


" lo gak ada hubungi nisa dulu??"


" hp nya udah gak bisa dihubungi"


mereka hanya mengangguk


setelah mereka selesai dengan kegiatan istirahat dan mengisi perut, mereka melanjutkan perjalan meunuju jawa timur, ke sebuah kota kecil disana


tak terasa mobil sudah masuk kedalam sebuah desa yang asri, desa yang masih dikelilingi dengan sawah dan gunug membuat udara disana masih sejuk


" seger banget udaranya" ucap sania sambil melihat sekelilingnya lewat jendela mobil yang terbuka


" iya,gila! betah gue mah kalo gini udaranya " ucap reno


mobil mereka melewati jalan lurus yang kanan kirinya dikelilingi dengan tanaman padi yang hijau


banyak pasang mata yang  melihat ke arah mobil mereka, ada yang memandang dengan tatapan kagum ada juga dengan tatapan bingung


" rumahnya yang mana rei?"


" gak tau gue"


" lah gimana sih lo?" ucap riko


kini mereka tengah berhenti di tepi jalan, karena reinan tidak tau mana rumah nisa


" gue tahu alamat desanya udah bener tapi kalau rumahnya gue juga gak tau"

__ADS_1


" tanya aja deh"


" okay "


lalu terlihat segerombolan ibu ibu lewat didepan mereka, sepertinya mereka baru pulang dari sawah


" nuwun sewu bu"


( permisi bu"


" enggeh, pripun mas??"


( iya, bagaimana mas?"


" badhe tanglet, griyane bu sari pundi geh??"


( mau tanya, rumahnya bu sari mana ya??"


" sari sing nembe mantuk keng jakarta geh??"


( sari yang baru pulang dari jakarta?'


" enggeh bu, leres"


( iya bu)


" niku mas, lurus mawon, kiwo dalan enten omah warna putih ente warunge, geh niku griyane "


* itu mas\, lurus aja\, kiri jalan ada rumah warna putih ada warungnya "


" matursuwun bu"


" enggeh, sami sami"


reinan pun membalikan badanya kearah teman temanya


" kenapa??" tanya reinan bingung melihat teman temanya yang melongo melihat ke arahnya


" basa apaan tuh rei??" tanya reno


" basa jawa"


" perasaan bahasa jawa yang gue tahu gak kaya gitu"


" itu krama inggil, bahasa jawa alus"


" au ah, gak ngerti gue"


" y udah ayo"


' lo udah tau"


" udah, ayo"


" kagak bakal nyasar kan??"


" enggak udah"


mereka pun masuk kedalam mobil masing masing


mobil merekapun mulai berjalan dengan pelan sambil melihat lihat rumah yang di maksud


tanpa disadari sedari tadi sania melihat kagum ke arah reinan


reinan keren banget pas ngomong bahasa jawa, ya ampun....makin suka deh.... batin sania


reinan pun memasukan mobilnya kedalam halamn yang luas di bawah pohon mangga, disampingnya ada sebuah warung dan didepan sebuah rumah sederhana warna kuning


nisa yang melihat ada mobil yang tak dikenalnya masuk kedalam halaman rumahnya pun keluar dari rumah


dia berdiri di depan pintu sambil melihat mobil itu, hingga pintu mobil terbuka dan nisa sangat terkejut


" teman teman " gumam nisa


# hay.....maaf ya readers.....telat update\, tugas author menumpul hehehe


dukung author terus ya, jangan lupa komen like,


love you all.....


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2