
Tak terasa sudah hampir 5 bulan pernikahan mereka, selama
itu pula mereka saling mengerti satu sama lain,nando sudah terbiasa dengan sikap
dan kesenangan istrinya itu,bahkan tak jarang nando pun harus ikut menyaksikan
boygrup kesukaan istrinya itu, walaupun nando tidak menyukinya namun dia akan
berusaha membuat istrinya bahagia, entahlah nando sendiri juga merasa aneh,
akhir akhir ini istrinya benar benar membuatnya kewalahan, bagaimana tidak
selama hampir sebulan ini istrinya benar benar bertingkah aneh, jika biasanya
dia tidak akan memaksa nando ikut melihat exo, maka tidak untuk sebula ini,
resti benar benar memaksa nando untuk menyukai exo, bahkan sebelum tidur nendo harus melihat exo atas perintah istrinya
“ mas……lihat nih….exo ….sehun sama d.o ganteng ya mas???”
ucap resti
“ iya sayang “ ucap nando berusaha kekesalanya karena
istrinya itu terus memaksanya melihat exo
“ ih….mas kok jawabnya gak ikhlas gitu sih…..” ucap esti
cemberut
Nando memang sudah sangat lelah dengan tingkah laku resti,
dia bingung harus bagaimana, dia sebenrnaya tidak mempermasalahkan bila resti
menyuruh melihat exo namun dia tidak bisa tinggal diam saat resti terus saja
memaksanya
“ terus mau kamu gimana?? “ ucap nando dengan nada suara
sedikit tinggi
“ kok mas marahin aku?” ucp resti yang menahan tangis
“ aku capek sama kamu resti, aku udah turutin semua keinginan
kamu, aku udah berusaha suka sama hal yang kamu suka, tapi kenapa semakin kesini
kamu semakin memaksa aku?? “ ucap nando mengeluarkan semua emosi yang dia pendam
“ jadi selama ini mas cuman pura pura senang aja gitu, mas
gak pernah bahagia hidup sama aku?” ucap resti sambil menagis
Nando yang melihat resti menangis benar benar tidak tega, dia
sadar bahwa dia baru saja mengucapkan kata kata yang menyakiti hati istrinya
“ sayang…maafkan mas…..” ucap nando berusaha menggapai
tangan resti, namun sebelum nando menyentuh tangan resti, resti sudah lebih
__ADS_1
dulu berlari keluar kamar , entahlah ….sejujurnya resti sendiri jug bingung
dengan dirinya sendiri, kenapa dia bisa sesensitif ini, baisanya dia tidak
pernah seegois ini, dia sadar dia juga salah karena memaksa , resti yang teus
berlari sampai di depan pintu rumah entah kenapa kepalanya serasa pusing dan
pandanganya kabur, detik berikutnya resti sudah tak sadarkan diri di depan pintu
masuk
Nando yang ikut mengejar resti sangat panik saat melihat
istrinya tergeletak di depan pintu rumah, nando langsung menghampiri dan
menepuk pelan pipi resti
“ sayang….bangun sayang…aku mohon…., maafkan aku yang sudah
menyakitimu” ucap nando
Tanpa fikir panjang nando langsung membawa resti ke rumah
sakit
Sesampaimya di rumah sakit, nando langsung meminta tolong
pada dokter dan suster agar segera memeriksa istrinya, setelah beberapa menit
nando menunggu, dokterpun keluar dari ruangan
“ maaf bisa bicara dengan suami dari nyonya resti” ucap sang
“ iya pak, saya sendiri” ucap nando
Resti mengerjap beberapa kali, dia merasakan pusing di
kepalanya, saat ini yang pertama kali di lihat adalah ruangan yang bernuansa
serba putih, dan bau obat yang mendominasi, saat dia menoleh ke sampingnya di
dapatinya suaminya yang tengan tertidur sambil terus menggenggam tanganya erat
Tak terasa air mata resti menetes dengan sendirinya, resti benar benar benar merasa bersalah dengan suaminya, dia benar benar bingung dengan dirinya sendiri, entah kenapa dia jadi sangat sensitif,
harusnya dia bisa mengerti suaminya
Melihat wajah lelah suaminya membuat resti merasa tambah
bersalah, selama penikahan mereka nando selalu ada untuk resti, selalu berusaha
mengerti resti, menuruti semua kemauan
resti, diusap lembut rambut suaminya yang tengan tertidur di sampingnya
Nando yang merasa ada pergerakan langsung membuka matanya,
dan betapa terkejutnya dia saat tau resti sudah sadar, nando langsung memeluk
resti, nando menangis, dan terus mengucapkan kata maaf pada resti, resti yang
__ADS_1
melihat nando menangis hanya bisa mengusap lembut pungggung suaminya,dan ikut
menangis
“ maafkan aku mas” ucap resti
‘’ tidak kamu tidak salah, aku lah yang salah, aku mohon
jangan sakit lagi, jangan tinggalkan aku, aku benar benar takut” ucap nando
sambil melepas peluknya dari resti dan memandang resti lembut
“ mas gak salah, aku yang salah karena kurang ngetin mas,
aku kaya anak kecil, aku gak tau kenapa tapi ku akhir akhir ini aku benar benar
merasa sangat sensitif”ucap resti
“ sssstts…..sudah kamu gak salah, aku yang minta maaf, ok??”
ucap nando
“ iya mas” ucap resti
“ sekarang kamu minum dulu ya” ucap nando
Nando pun membantu resti untuk duduk, dan membantu resti
minum
“ mas….aku sakit apa?”
Nando menanggapi dengan senyuman
“ sayang….maaf ya mas kurang perhatian sama kamu, mungkin
selama ini perubahan yang ada di diri kamu itu karena sekarang kamu tengah
mengandung buah hati kita “
Resti merasa kaget
“ mas serius? Mas gak bercanda kan?? “ Tanya resti
Nando hanya mengangguk dan tersenyum, nando membawa resti ke
dalam dekapanya, di dekapnya tubuh mungil istrinya yang kini tengah menangis
terharu
“ mas….jadi aku hamil? Aku akan jadi ibu mas, aku akan punya
anak, anak kamu mas” ucap resti
“ iya sayang, iya,nandopun tidak dapat menyembunyikan
kebahagiaanya lagi,dia memeluk istrinya erat, dan mengecup pucuk kepala istrinya
lembut
Setelah ini aku akan berusaha menuruti semua keinginan kamu
__ADS_1
sayang, aku gak akan ngeluh lagi, aku janji batin nando