
" reinan'
" iya pa??"
" setelah ini apa rencana kamu??"
" rencana?"
" kamu mau melanjutkan pendidikanmu dimana?"
" reinan gak tahu pa"
kini reinan dan papa nando tengah berbincang di ruang kerja papa, selepas makan malam tadi papa nando menyuruh reinan untuk berbicara di ruang kerjanya
" papi gak akan larang kamu untuk pilih apa yang kamu suka, tapi maaf kelanjutan perusahaan tetap lah menjadi tanggung jawabmu rei, jadi kamu tetap harus melanjutkan nya"
reinan menghembuskan nafasnya
reinan tahu bahwa pada akhirnya ia harus menggantikan posisi papanya di perusahaan yang sudah susah payah kakeknya rintis, seperti kebanyakan anak orang kaya lainnya, reinan juga memikul beban di pundaknya, beruntungnya sang papa mau mengerti keadaan reinan, ia masih memberikan kesempatan pada reinan untuk menjalani apa yang ia inginkan, seperti papa nando yang menjadi dosen sebelum berhentii dan fokus pada perusahaan keluarganya, mungkin reinan juga akan melakukan hal yang sama, tak apa setidaknya ia pernah merasakan menjalani profesi impianya
" iya pa, reinan tahu"
" kamu sudah menentukan jurusan apa yang akan kamu ambil?"
" reinan ingin menjadi seorang dokter pa"
mendengar itu papa nando tersenyum
" ambilah, kejar cita cita kamu"
" iya pa, pasti"
" papa berencana mengirim kamu ke australi, kamu bisa kuliah disana "
__ADS_1
" apa??"
**********
keesokan paginya
" ayo berangkat" ucap reno yang baru datang
" ayo ayo, lama amat lo"
" sorry rei, gue harus ganteng nih, kan mau ketemu nisa, kangen banget gue ama dia"
mendengar itu rei menatap tajam reno
" santai dong liatinya, gue tahu gue ganteng"
reinan hanya diam tak menyahut
" hay san"
" cantik banget lo hari ini, ya kan rei?"
reinan hanya diam tak menjawab, padahal sania sudah berharap reinan akan mengatakan cantik padanya
" dasar es" ucap reno
" berangkat gak nih??" ucap reinan
" ayo, berangkat "
mereka berangkat menggunakan mobil, sebenarnya rumah nisa tidak terlalu jauh, namun mereka memutuskan untuk menggunakan mobil karena sania ikut bersama mereka
tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di depan gang rumah nisa, gang yang cukup sempit di daerha perkampungan, berbeda dengan rumah mereka yang berada di komplek perumahan mewah dengan jalan aspal yang lebar, gang rumah nisa ini hanya cukup dilewati satu mobil, bahkan mungkin saat berlawanan arah mereka harus mengalah berhenti
__ADS_1
karenanya reinan meninggalkan mobil nya di masjid depan gang rumah nisa, ia memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju rumah nisa
sepanjang perjalanan banyak pasang mata yang memandang ke arah mereka bertiga, mungkin karena wajah mereka yang tampak asing di penglihatan warga sini atau karena ketampanan dan kecantikan mereka yang menjadikan mereka pusat perhatian seperti biasa? entahlah
kini mereka sudah sampai di depan kontrakan nisa
tok tok tok
" assalamualaikum"
namun tidak ada jawaban dari dalam, rumah ini terlihat sepi, terlihat seperti tak berpenghuni
" apa nisa lagi pergi?" tanya reno
" gak tau "
tiba tiba seorang ibu ibu menghampiri mereka
" cari siapa ya?"
" saya cari niisa bu"
" nisa dan ibu, buleknya kan sudah pindah"
" APA? PINDAH??"
" iya, nisa dan keluarganya sudah pulang kampung 2 hari yang lalu"
" PULANG KAMPUNG??"
" iya nak, ya sudah ibu tingal dulu, mari"
" iya bu terimakasih " ucap reno dan sania sementara reinan hanya diam dengan pandangan kosong
__ADS_1
# hay....maaf ya kemaren gak up
selamat membaca