
Saat ini rasanya sangat menegangkan, saat yang sangat aku
tunggu –tunggu karena aku akan tau bagaimana perasaan resti kepadaku sebenarnya,
namun juga paling menyeramkan apabila perasaan ku hanya bertepuk sebelah tangan
Rasanya sunyi menyelimuti, dan tiada yang bersuara, kami
semua menunggu jawaban dari resti, namun resti hanya diam dan tersenyum sambil
terus menunduk, apakah aku ditolak?? Apakah perasaanku berepuk sebelah tangan?
Apakah aku gagal? Berbagai pertanyaan muncul di kepalaku
Wajahku sekarang benar-benar pucat dan tanpa ekspresi, aku
tak tau harus bagaimana, berbeda denganku orang tuaku malah terlihat tersnyum
dengan rona bahagia di wajahnya, begitupun bu endah
“ kenapa kalian malah tersenyum? “ ucap nando bingung dengan
kedua orang tuanya
“ ya tentu lah nak, lamaran kamu itu diterima” ucap pak
haris
“ hah?? Tapi bagaimana papa tau, resti bahkan tidak menjawab
pertanyaan bu endah tadi” ucap nando
Pletak!
“ kamu itu ya, pinter dalam berbisnis dan pendidikan tapi dalam mengenali perasaan dan peka
terhadap lingkuangan saja tidak bisa, saat seorang gadis dilamar oleh seorang
laki-laki kalau dia hanya diam tersenyum dan malu-malu berarti dia itu mau dan
menerima lamarannya, tapi kalau dia menolak ya berarti memang dia tidak menerimanya , itu wajar bila
seorang gadis malu, berarti lamaran kamu sekarang di terima” ucap pak haris menjelaskan
“ apa itu benar resti??’ ucap nando memastikan
Resti yang ditanya hanya menunduk dan mengangguk kecil
Saat ini gue bener bahagia tanpa sadar gue langsung berdiri
dan sujud syukur kepada allah, rasanya gue bener-bener seneng banget , dan itu
semua tidak luput dari pandangan mama, papa,bu endah dan juga resti, kulihat
mereka semua hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuanku barusan dan aku hanya
bisa cengir kuda karena apa yang aku lakukan tadi
Resti pov
Saat ini gue duduk berhadapan dengan kedua orang tua pak
nando dan pak nando , rasanya aku sangat malu, apalagi saat papa dari pak nando
yang gue tahu namanya pak haris bilang mau melamar gue, gue gak sanggup jawab
__ADS_1
karena jujur gue gugup banget dan malu, gue cuman menunduk dan senyum, jujur
saat ini gue seneng banget, gue ngerasa berbunga-bunga, gue juga gak tau kenapa
gue kaya gini, tapi gue gak bisa nutupin perasan gue sendiri
Ternyaa pak nando sempet salah paham sama tingkah gue, gue
kira pak nando bakal langsung peka sama
tingkah gue yang seharusnya sudah menunjukan bahwa gue menerima lamaranya, tapi
dasar namanya pak nando, tetep aja gak peka, untung aja calon mertua gue peka
dan gue lihat pak nando langsung seneng bange sampek sujud syukur gitu,
hahaha….pak nando ternyata lucu banget
Bismillah…semoga ini yang terbaik, amiin…
Author pov
Saat ini kedua keluarga yang sedang bahagia ini tengah makan
malam bersama setelah tadi melaksanakan sholat magrib berjamaah, mereka makan
dengan suasana yang hangat
Ternyata kedua orang pak nando sangat baik, dan tidak
membeda-bedakan seseorang hanya dari status sosialnya saja, padahal mereka
adalah keluarga yang terpandang, bahkan salah satu keluarga terkaya di Negara
ini, aku sangat bersyukur batin resti
di ruang keluarga sekaligus mambahas tentang pernikahan mereka
saat orang-orang sedang membahas tentang pernikahan mereka
resti malah duduk sendirian di teras rumah sambil melihat indahnya bintang, tak
lama kemudian ada suara yang begitu di kenalnya
“ kamu ngapain disini??’ ucap pak nando
“ eh…pak nando, iya pak saya mau melihat bintang, mumpung
langitnya cerah “ ucap resti sedikit gugup
“ emm…terimakasih” ucap nando
“ buat apa pak?” Tanya resti
“ karena kamu sudah mau menerima perasaan saya “ ucap nando
“ kenapa berterimakasih pak? Saya sudah pasrahkan semua nya
kepada allah pak, dan saya yakin bapaklah jawaban dari allah”
“ Alhamdulillah ya allah…” ucap nando
“ tapi pak, apa bapak yakin dengan saya? Maksud saya , saya
ini hanya wanita biasa, dan bapak bisa dibilang adalah laki-laki sempurna,
__ADS_1
bapak bisa mendapat perempuan yang lebih segalanya di bandingkan dengan saya”
ucap resti
“ siapa bilang saya lelaki sempurna, tiada manusia yang
sempurna di dunia ini, saya sudah berkali-kali mengatakan kepada kamu kalau
saya menerima kamu apa adanya, kamu adalah wanita pertama dalam hati saya dan
saya harap hanya kamu satu-satu nya “ ucap nando
“ tapi pak, banyak yang belum bapak ketahui tentang saya,
tentang keluarga saya” ucap resti
“ kalau begitu beri tahu saya agar saya mengerti “ ucap
nando
“ sebenarnya ibu endah bukanlah ibu kandung saya, ibu endah
sebenarnya adalah tante saya, kakak dari ibu saya, ibu kandung saya sudah
meninggal beberapa tahun lalu, saya mempunyai
3 orang adik, dan semua adik saya laki-laki, ayah saya menikah lagi dengan
seorang teman lamanya dan sekarang mereka tinggal di Malaysia, saya selalu
yakin apa yang allah kodarkan kepada saya itu adalah yang terbaik untuk saya,
karena allah menyayangi saya, walau cobaan selalu datang bertubi-tubi, saya
harus selalu bersyukur, karena menurut saya tidak pantas seseorang itu
mengeluh, nikmat yang allah berikan itu lebih besar dari pada cobaanya, dengan
keadaan keluarga saya yang seperti ini apa bapak masih mau menerima saya” ucap
resti
“ sebenarny saya sudah tau semua tentang kamu, tentang
ketegaran kamu, kesabaran kamu, kedewasaan kamu, saya kagum sama kamu, mungkin
itu salah satu alasan saya menyukai kamu, saya tekankan sekali lagi resti
agustine, saya benar-benar menerima kamu apa adanya, saya ingin selalu membuat
kamu tersenyum dan bahagia, kita bersama saling surga mensurgakan, dengan rumah
tangga yang baik, karena niat saya dari awal ke kamu baik, saya tidak ingin
merusak kamu dengan hubungan yang tidak pasti, saya ingin allah meridoi selalu
jalan kita” ucap nando
“ terimaksih pak” ucap resti dengan mata yang mulai berkaca–kaca
# author juga mau dong punya suami kaya pak nando...hiks..hiks…(jangan ngimpi thor….)
tapi gpp deh, ngeliat resti bahagia author juga bahagia
pesan sedikit dari author nih ya...jangan prnah nyerah , cukup istirahat aja kalua kamu apek, lalu bangkit lagi , dan selalu yakinlah bahwa pertlongan allah itu nyata,
__ADS_1
love you all.....