
“ lo yakin bakal balik kejakarta?” Tanya reno
“ hemm’ ucap reinan sambil membereskan barang barang nya
“ lo yerah rei?”
“ gue udah gagal, udah cukup gue buntutin nisa dan jaka selama ini, dan gue lihat dia bahagia, jaka juga keliatan tulus sama nisa, gue tenang ngelepas nisa buat jaka “
“ tapi gimana hati lo?”
“ gue gak peduli sama hati gue, yang gue mau nisa bahagia”
“ tapi lo sakit?”
“ ini resiko yang harus gue tanggung karena meninggalkan nisa tanpa kabar dan kepastian”
Reno sudah tidak bisa berkata kata lagi, dia merasa kasian kepada reinan, dialah saksi perjuangan reinan dari awal menyukai nisa, sejak pertama kali berteman dengan reinan dia tahu bahwa reinan bukanlah lelaki yang mudah jatuh hati pada seseorang gadis, dan nisalah perempuan pertama yang berhasil menarik hati reinan
Namun sekarang temanya sudah menyerah memperjuangkan gadis yang disukainya, reno tak tahu bagaimana nanti reinan akan membuka hatinya setelah cinta pertamanya gagal, akankah nanti ada wanita lain yang bisa menarik hati reina, mungkin ada namun membuuhkan waktu yang lama
Tak lama kemudian dari luar kamar terdengar suara mobil
“ om tante?’ ucap reno mencium dan meyambut kedatangan kedua orang tua reinan
“ bagamana keadaan reinan ren?”
“ reinan baik baik aja tan, tapi mungkin hatinya gak “
Mama resti dan papa nando masuk kedalam kamar penginapan reinan, melihat reinan meringkuk menundukan kepalanya disebelah ranjang mama resti langsung memeluk reinan
“ reinan”
“ mama”
Reinan memeluk mama resti erat, mencari ketenangan dalam pelukan sang mama, ditengah hatinya yang sakit
“ reinan sudah gagal ma”
“ reinan gagal memperjuangkan nisa”
“ semua karena reinan pengecut, reinan gak punya keberanian buat perjuangin nisa lebih keras lagi”
Mama resti hanya diam, dia memeluk anaknya, dia mendengarkan semua keluhan sang anak dia biarkan reinan mengungkapkan semua yang dirasakan
Beberapa saat kemudian reinan sudah tenang, dia kini duduk tengah mama papanya
“ kamu yakin dengan keputusan kamu untuk pulang ke Jakarta?”
“ iya ma, reinan ngin pulang ke Jakarta”
“ baiklah, tapi sebelumnya kita harus kerumah nisa”
“ untuk apa ma?|
“ dulu kita datang kesana melamar anaknya dengan baik, lalu tiba tiba kita menghilang, pastinya membuat keluarga nisa kebingungan dan kecewa, kita harus tetap kesana dan menemui orang tua nisa juga meminta maaf”
“ tapi reinan gak akan mampu kalau melihat nisa “
“ kamu mampu nak, kita harus meminta maaf karena memang kita salah “
Mereka memutuska sehabis magrib nanti akan pergi kerumah nisa untuk meminta maaf kepada keluarga nisa yang sudah mereka kecewakan
Diluar ternyata ana dan reno sedang berbincang, sebenarnya tadi datang bersama kedua orang tuanya, namun saat ingin masuk ia melihat sang kaka yang sedang terpuruk pun memutskan menunggu diluar, memberikan ruang bagi kedua otang tuanya
RUMAH NISA
“ assalamualaikum”
“ waalaikumussalam” ucap seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari dalam rumah
Raut terkejut begitu terlihat diwajah sang tuan rumah melihat siapa kini yang ada di hadapanya
“ permisi buu” ucap mama resti sopan
“ eh? Oh iya silahkan duduk”
Bu sri mempersilahkan mereka semua duduk
“ saya tinggal sebentar nggeh?”
“ nggeh “
Didalam buk sri masih belum bisa menenangkan detak jantungnya,dia sangat terkejut bagaimana tidak, keluarga yang 4 tahun lalu melamar anaknya dan menghilang begitu saja kini datang kembali kerumahnya
“ ibu”
“ eh? Nisa”
__ADS_1
“ ibu kenapa? “
“ dluar ada nak reinan beserta keluarganya “
“ apa bu?”
“ iya nduk, ibu gak tau apa tujuan mereka kemari, namun sebaiknya kamu juga ikut keluar menemui mereka, pasti ini tidak jauh dari urusanya dengan kamu dan nak reinan beberapa tahun lalu”
“enggeh bu”
Sementara nisa membersihkan drinya, buk sri membuat minuman dan beberapa makanan ringan seperti yang biasanya ia lakukan saat menerima tamu
“ silankan diminum pak, bu”
“ iya bu, terimakash banyak “
Kini nisa dan buk sri sudah duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan reinan dan kedua orang tua reinan
“ begini bu, maaf sebelumnya karna kedatangan kami kemari terkesan mendadak”
“ enggeh pak, tidak apa apa”
“ saya ingin meminta maaf atas apa yang terjadi beberapa tahun silam, kami sudah membuat malu juga kecewa ibu sekeluarga”
“ huft…maaf sebelumnya bapak, ibu, jujur saya sempat merasa marah dan bingung karena tiba tiba nak reinan pergi tanpa memberi kabar sama sekali, tapi itu semua sudah berlalu, dan saya juga nisa juga sudah memaafkan semuanya”
“ termkasih atas kebesaran hati ibu dan nisa yang sudah memaafkan kami, sekali lagi ingin meminta maaf atas apa yang terjadi selama ini”
“ enggeh pak, kami mengerti pasti ada alasan kenapa nak reinan tiba tiba menghilang tanpa kabar”
Sementara reinan juga nisa hanya saling diam, reinan menatap nisa dengan perasaan sedih, dia sudah gagal berjuang, dia harus kembali dengan tangan kosong tanpa membawa cintanya
“ kami juga ingin pamit, kami akan kembali ke Jakarta”
Ibuk sri juga nisa merasa terkejut dengan penuturan pak nando tersebut
“ kalau begitu kami permisi ibu, nisa, maaf sudah mengganggu waktunya “
Mereka pun berdiri dan berjalan keluar rumaah, sementara ibu sri dan juga nisa mengikuti dari belakang
“ bolehkan nisa berbicara dengan mas reinan?” ucap nisa ketika mereka sudah sampai di teras rumah
Kedua orang tua reinan hanya diam, mereka menatap kea rah anaknya
Sebenarnya reinan tidak ingin lebih lama melihat nisa, karena hatinya pasti tidak akan
membuat reinan tidak tega dan akhirnya mengangguk
Kini reinan dan nisa tengah duduk di teras, sementara kedua orang tua reinan menunggu di dekat mobil juga buk sri yang menemani mereka
“ mas reinan mau pulang ke Jakarta?”
“ hemmm”
“ mas reinan sudah nyerah y?”
“ saya memag salah nis, saya tidak pantas untuk kamu”
“ kenapa mas reinan berfikir begitu?”
“ saya lelaki yang tidak bertanggung jawab, saya sudah mengingkari janji saya, saya tidak pantas mendapat kan kamu” ucap reinan sambil menunduk menyembunyikan matanya yang berembun
“ apa semudah itu mas reinan menyerah?”
“ saya mau kamu bahagia, dan kamu telah memilih jaka, dia lelaki yang baik, yang bertanggung jawab, aku seneng dan tenang kamu memilih lelaki yang tepat”
“ apa hanya segini perjuangan mas reinan?’
“ tujuan perjuangan saya adalah kamu bahagia, dan ketika kamu sudah menentukan kebahagiaan kamu maka tujuan saya tercapai walau itu berarti bahagianya kamu bukan dengan saya “
“ andai mas reinan masih punya kesempatan untuk memperbaiki semuanya apa mas reinan akan ambil kesempatan itu?’
“ saya akan ambil sekecil apapun kesempatan itu, tapi kenyataanya kamu sudah menentukan pilihan “
“ apa mas reinan benar benar merelakan nisa untuk bersama mas jaka?”
“ saya mungkin gak akan rela nis, tapi saya akan belajar ikhlas walau membutuhkan waktu yang lama”
Setelah itu nisa dan reinan sma sama diam
“ maaf nis, saya harus segera kembali” ucap reinan langsung berdiri dan berjalan meninggalkan nisa sesaat setelah dia menyeka air mata yang menetes
“ nisa dan mas jaka sepakat membatalkan pernikahan kami mas” ucap nisa sambil berdiri dari duduknya memandang punggung reinan yang ada di depanya
Reinan langsung berhenti melangkan mendengar kata kata nisa
‘ apa yang kamu katakana nis?” ucap reinan membalikan badan menghadap nisa
__ADS_1
“ kami sepakat membatalkan pernikahan kami” ucap nisa dengan mata yang berkaca
“ nisa udah nunggu mas reinan selama 4 tahun, dan sekarang mas reinan mau nyerah? Mas reinan mau balik kejakarta di saat mas reinan udah punya kesempatan?”
“ ka kamu serius?’
Nisa hanya mengangguk sebagai jawaban
Air mata reinan turun begitu saja
“
Alhamdulillah ya Allah….”
Reinan melangkah maju kedepan, memeluk nisa dengan erat, inilah pelukan pertama mereka
“ aku fikir aku bakal kehilangan kamu, hiks…..”
Nisa sangat amat terkejut dengan apa yang dilakukan reinan, namun dia bingung harus melakukan apa
“ mas reinan “
“ aku gak bisa bayangin gimana aku tanpa kamu nis, hiks…..”
“ mas…..” ucap nisa berusaha menyadarkan reinan bahwa yang dilakukanya saat ini salah
“ makasih…..makasih udah kasih aku kesempatan”
Reinan masih saja memeluk nisa hingga…
“ aduh….”
“ dasar kamu! Bukan muhrim reinan! Berani berani nya kamu memeluk perempuan yang bukan muhrim kamu?” ucap mama resti
“ iya ma, sakit ma, lepasin telinga reinan “
“ kamu ini dasar! Memang tidak seharusnya mama tinggalkan kamu berdua dengan nisa, jadi di hasut syetan kan?
‘ iya ma, maaf ma, sakit “ mama resti pun melepas jeweranya pada telinga reinan
Tadi mama resti begitu terkejut saat melihat reinan yang tiba tiba memeluk nisa, dia langsung menghampiri anaknya dan menjewernya
“ maaf y buk sri, anak saya ini memang kurang ajar”
“ tidak apa apa bu”
“ pulang sekarang!” ucap mama resti pada reinan
“ gak mau ma…”
“ gak mau gimana? Kamu tadi bilang mau pulang “
“ enggak mau, reinan mau disini”
“ gimana sih reinan, kamu itu maunya gimana? Tadi nangis minta pulang sekarang malah gak mau pulang”
“ reinan mau pulang tapi nanti setelah reinan nikah sama nisa”
“ apa? Kamu jangan berhayal, sudah ayo pulang”
‘ ma…..reinan akan melamar nisa lagi”
“ apa kamu bilang? Kamu mau melamar calon istri orang? “
“ enggak ma, nisa bukan calon istri orang lagi, jadi reinan bisa melamarnya “
“ benar itu nak?” Tanya mama resti pada nisa
“ enggeh bu”
“Alhamdulillah….ya Allah……akhirnya kamu bisa jadi mantu ibu” ucap mama resti gembira
“ ya udah ayo bu kita masuk, kita lakukan acara lamaran buat anak saya dan nisa” ucap mama resti sambil menarik tangan buk sri yang masih bingung dengan apa yang terjadi
Lah? Mama, yang jadi tuan rumah siapa yang ngajak masuk siapa batin reinan
" kita harus segera nikah nis, aku takut khilaf kaya tadi" ucap reinan sambil menahan malu
bisa bisanya gue lepas kenadli aduh....batin reinan
1500 kata, wah....
seneng gak nih tim reinisa? menuju ending nih
sabar ya hahaha
__ADS_1