
“ ma, pa, rei berangkat dulu ya” ucap rei sambil mengambil tas nya
dan menghampiri resti
“ kamu udah selesai sarapanya?”
“ udah ma”
“ ya udah hati hati”
“ iya ma. Rei pamit dulu pa” ucap rei sambil mencium tangan kedua
orang tuanya
“ adek kakak yang cantik…kakak berangkat dulu ya” ucap rei pada
ana
“ iya kak, hati hati ya kak”
“ iya,ya sudah ma, pa assalamualaikum”
“ waalaikumussalam”
Merekapun melanjutkan sarapan kembali
“ ma, papa udah selesai, papa berangkat ya, ayo sayang kamu udah
kan??” ucap nando pada anaknya yangcantik
“ ayo pa”
“ eh…mas tunggu dulu, aku kan mau bareng kamu”
“ lah?? Emang mama mau kemana ?”
“ aku pengen kesekolahnya ana, kan ada undangan wali murid
kemaren”
“ ya udah papa tunggu di depan ya”
“ iya mas, aku ambil tas sebentar’
Tak lama kemudian merekapun sudah berangkat menuju ke sekolah ana
DI JALAN
“ mas nanti di depan lapangan berhenti sebentar ya,aku mau beli
kue yang kemaren rei bawa, “
“ iya, papa juga suka kue itu”
Setelah menempuh waktu beberapa menit, kini nando dan resti sudah sampai di depan lapangan, mereka
mengelilingi lapangan untuk mencari penjual kue yang di beli rei kemaren
“ itu mas, ada pasar kecil,kayaknya disitu deh mas”
“ tapi mobil nya gak bisa kesana sayang, bagaimana ??”
“ ya sudah mas parkir saja dulu, biar aku saja yang kesana “
__ADS_1
“ kamu yakin kesana sendiri ? nanti kalo ada yang godai kamu
gimana”
“ih…mas nih, siapa juga yang mau godain ibu ibu”
“ kamu kan tetep cantik walau sudah ibu ibu”
“ ih…mas nih, ya sudah mas aku kesana ya, mas tenang saja, lagian
hanya dekat disitu”
‘ ya sudah kamu hati hati ya sayang”
“ iya mas”
Resti pun berjalan menyusuri sebuah pasar kecil yang ada di sisi
lapangan, daerah pasar ini memang diperuntukan hanya untuk pejalan kaki, jadi
kedaraan seperti motor dan mobil tidak bisa masuk ke dalam
Saat resti tengah sibuk mencari penjual kue, betapa terkejutnya
resti
“ya Allah..”
NISA POV
Hari ini aku dan ibuk akan berjualan lagi, hanya aku dan ibuk,
karena hari ini bulek harus masuk keja jadi tidak bisamembantu aku dan ibuk, aku
sangat bersyukur disini aku dan ibuk hidup lebih baik, warga disini ramah,
dan tak perlu di ganggu oleh pak danang lagi
“ nduk ayo berangkat” ucap ibuk membuyarkan lamunanku
“ iya buk”
Bulek sudah berangkat sedari tadi, dan kini aku dan ibuk sedang
dalam perjalanan menuju ke pasar
PASAR
Kini aku dan ibuk enah menata makanan dan kue kue di atas meja,
tak berapa lama ada beberapapembeli yang berniat membeli dagangan kami, padahal
baru kemaren kami berjualan Alhamdulillah sudah banyak orang yang ingin membli
kue kami, mungkin mereka suka dengan kue buatan ibuk yang memang menggunakan
bahan bahan berkualitas dan baik
Namun tiba tiba
BRAKK
Ada seorang yang menggebrak meja kami, yang membuat kami, dan
__ADS_1
bahkan beberapa pelanggan terkejut
“ heh!! Siapa lo?? Berani banget lo jualan di tempat gue “ ucap
seorang laki laki berkulit gelap, bertubuh tinggi dan kekar benar benar
menakutkan
“ maaf pak, ada apa ya?” Tanya ibuk
“ lo siapa?? Ini tempat daganan gue, kenapa lojualan disini”
“ maaf pak,kami gak tau,tapi kata nya disini gak ada yang
nempatin” kini aku yang berbicara
“ lo berani ama gue? HA!” ucap orang itu dan langsung membanting kue kue yang ada di meja
“ ya Allah pak, apa yang bapak lakukan?”
“ kenapa? Lo berani ?
Saat nisa akan maju dan melawan bapak itu, ibuk sri menceganhnya,
ibuk sri khawatir kepada putri semata wayangnya itu, dia memang sangat
beraninamun laki laki di hadapanya kini bukanlah tandingan putrinya
“ sudah nduk, sudah” ucap buk sri sambil berderai air mata
“ tapi buk”
“ sudah…ibuk mohon”
“ iya buk” ucap nisa lesuh
“ pokoknya besok gue mau lo gak jualan disini lagi, ngerti gak
lo!?”
“ iya pak, maaf’ ucap bu sri yang ketakutan
“ awas lo ya” ucap orang itu sambil berlalu pergi
Ibuk sripun menangis sambil terduduk, nisa yang melihat itupun
langsung memeluk ibuk sri
“ hiks….nduk…pie iki?”
“ sudah buk,tenang”
Orang orang yang melihat hanya bisa menatap iba pada kedua orang
ibu dan anak itu, mereka tidak berani ikut campur karena bapak tadi adalah
preman di daerah situ, dan terkenal sangat ganas
Setelah beberapa saat ibuk sri sudah kembali tenang, dan tangisnya
sudah mereda, nisa membantu ibuk sri membereskan kue kue yang berserakan, tanpa
mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dan melihat kejadian yang
__ADS_1
terjadi
“ ya Allah….kasian sekali mereka, aku harus membantu mereka”